Jerman dan Perancis Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
-
Quds dan Palestina
Perancis dan Jerman menentang keputusan rezim Zionis Israel untuk menganeksasi Tepi Barat Sungai Jordan ke wilayah bumi pendudukan.
Menurut laporan FNA Rabu (20/05/2020), mengikuti reaksi global atas keputusan Israel menduduki sebagian besar wilayah Tepi Barat, pemerintah Perancis dan Jerman mengumumkan, hal ini dapat merusak hubungan Tel Aviv dan Uni Eropa.
Departemen Luar Negeri Perancis seraya merilis statemen terkait hal ini mengatakan, "Perancis kembali menekankan komitmennya terhadap mekanisme adil dan stabil bagi sengketa Palestina-Israel. Mengingat masalah ini, petinggi Israel diminta untuk menghindari setiap langkah sepihak yang berujung pada aneksasi seluruh atau sebagian wilayah Palestina."
Masih menurut statemen ini, Perancis sepenuhnya siap mendukung setiap upaya untuk memulai perundingan antara kedua pihak sebagai solusi tunggal meraih perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan.
Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas dan Perdana Menteri Otorita Ramallah Mohammad Shtayyeh di statemen bersama seraya mengungkapkan kekhawatiran atas kesepakatan kabinet baru Tel Aviv untuk melaksanakan rencana pendudukan menekankan, "Aneksasi setiap bagian dari wilayah pribadi warga Palestina yang diduduki, termasuk al-Quds timur merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hal ini sangat melemahkan berbagai kemungkinan untuk menciptakan solusi bagi sengketa Palestina-Israel."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa pembahasan dan perundingan kabinet terkait aneksasi Tepi Barat ke wilayah pendudukan akan dimulai bulan Juli. (MF)