Militer Inggris Terlibat dalam Kejahatan Serangan Drone AS
-
Ilustrasi drone Global Hawk Amerika.
Kementerian Pertahanan Inggris telah mengkonfirmasi penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh pasukan mereka untuk misi-misi rahasia.
Direktur sebuah lembaga non-pemerintah Drone Wars UK, Chris Cole kepada media Sputnik, Selasa (9/6/2020) mengatakan program drone Inggris dan AS berbagi infrastruktur, manufaktur, data intelijen, dan koordinasi sedemikian rupa sehingga kedua program mereka saling terkait satu sama lain.
Dengan demikian, lanjutnya, kedua pihak bertanggung jawab atas kejahatan perang di berbagai wilayah dunia.
Dia menjelaskan bahwa Inggris ikut terlibat dalam kejahatan apapun yang sedang terjadi karena mereka menjadi bagian dari program drone Amerika termasuk misi pemboman.
Direktur Drone Wars UK ini mencatat bahwa penggunaan drone militer Inggris dalam misi bersama dengan pasukan Amerika membutuhkan persetujuan dari parlemen.
Menurut laporan Drone Wars UK, sifat, lokasi, dan ruang lingkup misi, serta legalitasnya, dan kemungkinan jatuhnya korban sipil, masih menjadi sebuah misteri.
“Misi rahasia ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Namun mereka tidak akan mengatakan dimana dan untuk tujuan apa. Mungkin saja misi rahasia ini terkait erat dengan operasi drone AS, tetapi kami tidak tahu karena ini rahasia. Kami berpendapat bahwa jika Inggris ingin memverifikasi dan menunjukkan independensinya, maka mereka harus jauh lebih transparan,” ujar Chris Cole.
Serangan drone Amerika dan sekutunya, Inggris dalam beberapa tahun terakhir di Irak, Afghanistan, Pakistan, dan Yaman telah menyebabkan terbunuhnya ribuan warga sipil. (RM)