Pengadilan Yaman Rilis Vonis Mati bagi Trump dan Salman bin Abdulaziz
https://parstoday.ir/id/news/world-i85807-pengadilan_yaman_rilis_vonis_mati_bagi_trump_dan_salman_bin_abdulaziz
Pengadilan Yaman merilis vonis hukuman mati bagi sepuluh orang termasuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salaman dan Presiden AS Donald Trump terkait kejahatan di serangan udara terhadap bus yang membawa siswa Yaman di sebuah pasar Saada.
(last modified 2026-04-17T10:06:50+00:00 )
Okt 01, 2020 11:17 Asia/Jakarta
  • MBS dan perang Saudi dengan Yaman
    MBS dan perang Saudi dengan Yaman

Pengadilan Yaman merilis vonis hukuman mati bagi sepuluh orang termasuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salaman dan Presiden AS Donald Trump terkait kejahatan di serangan udara terhadap bus yang membawa siswa Yaman di sebuah pasar Saada.

Jet tempur Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat pada 9 Agustus 2018 menyerang sebuah bus yang membawa anak-anak Yaman di kota Dahyan, Provinsi Saada. Serangan brutal ini menewaskan 55 anak dan melukai 77 lainnya.

Seperti dilaporkan Kantor Berita SABA, di pengadilan yang dipimpin Hakim Riyadh al-Razami dirilis vonis mati bagi para terdakwa ini bersama Turki bin Bandar bin Abdulaziz, Mantan menhan AS, James Mattis, Presiden Yaman yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Hadi dan sejumlah petinggi lainnya di pemerintahan Yaman yang terguling. Selain itu, para terdakwa juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar 10 miliar dolar kepada para keluarga korban.

Turki al-Maliki, jubir Koalisi Arab Saudi pasca serangan jet tempur Saudi ke pasar Saada dan pembantaian siswa Yaman mengatakan, serangan udara ini sebuah langkah militer dan legal.

Arab Saudi dengan dukungan AS dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi besarta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)