Mesir dan Arab Saudi Sebut Palestina Isu Eksklusif Arab
-
Palestina
Menteri luar negeri Mesir dan Arab Saudi meski ada pengkhianatan berulang para pemimpin Arab terkait isu utama dunia Islam mengklaim bahwa Palestina isu utama dunia Arab.
Menurut laporan Sky News Arab, Sameh Shoukry dan Faisal bin Farhan di statemen bersama mengklaim bahwa Palestina isu penting, karena ini merupakan fokus dan isu utama umat Arab.
Klaim ini dirilis ketika pemerintah reaksioner Arab saling berlomba menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis Israel untuk mempertahankan tahta dan kekuasaan mereka.
Sampai saat ini pemimpin Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Sudan bergabung di proses normalisasi ini, sementara skandal pemerintah Riyadh terkuak seiring dengan pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi, Salman bin Abdulaziz di Arab Saudi.
Menlu Mesir dan Arab Saudi juga mengklaim menentang intervensi di urusan negara-negara Arab dan menekankan pentingnya menjamin kebebasan pelayaran di Teluk Persia dan Bab-el-Mandeb, Laut Merah serta menentang intervensi asing di urusan Libya.
Di sisi lain, pemerintah Saudi seraya menunjukkan kedalaman kebenciannya terhadap pejabat Lebanon, menyambut langkah Slovania dan Lithuania menyebut Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) kelompok teroris dan mengklaim langkah ini sangat penting dalam memperkokoh upaya melawan terorisme di dunia.
Langkah permusuhan ini diambil ketika Hizbullah Lebanon merupakan salah satu partai politik terpenting Lebanon.
Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel setelah keberhasilan Hizbullah Lebanon melawan kelompok teroris di kawasan, meningkatkan upaya mereka untuk memperketat represinya terhadap gerakan ini.
Hizbullah sebagai salah satu anggota utama front muqawama memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Zionis di kawasan. (MF)