-
Gedung Putih: Kami Tak Terlibat dalam Insiden Natanz
Apr 13, 2021 07:04Juru bicara pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa Washington tidak terlibat dalam insiden Natanz, dan konsentrasi Gedung Putih dipusatkan pada perundingan Wina.
-
Diplomat Swedia Protes Sabotase di Fasilitas Nuklir Iran
Apr 13, 2021 06:35Mantan Menteri Luar Negeri Swedia memprotes aksi teror terbaru di salah satu fasilitas nuklir Iran. Menurutnya, perundingan nuklir Iran sekarang sedang berada di fase yang sensitif.
-
Upaya Barat Menyeret Rusia dalam Perang Baru
Apr 13, 2021 05:46Negara-negara Barat mengadopsi pendekatan agresif dalam menyikapi krisis antara Rusia dan Ukraina yang semakin memanas dalam beberapa minggu terakhir.
-
Rusia Bantah Bersikap Agresif terhadap Ukraina
Apr 12, 2021 14:39Juru bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov menanggapi pernyataan menteri luar negeri AS yang menuduh Rusia bersikap agresif terhadap Ukraina.
-
Cegah Alih Fungsi Luar Angkasa, Rusia Serukan Dialog Internasional
Apr 12, 2021 11:43Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengatakan Moskow menyerukan perundingan internasional untuk mencegah penempatan senjata di luar angkasa.
-
Ulyanov: Belum Ada Kemajuan dalam Perundingan Wina
Apr 12, 2021 11:16Wakil Tetap Rusia untuk Organisasi-organisasi Internasional di Wina, mengatakan proses menghidupkan kembali perjanjian nuklir JCPOA belum ada kemajuan, tetapi masih ada alasan untuk optimis.
-
India Larang Ekspor Obat Corona
Apr 12, 2021 10:59Pemerintah India melarang ekspor obat remdesivir yang efektif untuk menyembuhkan pasien penderita virus Covid-19.
-
Erdogan Kritik Islamofobia dan Xenophobia di Eropa
Apr 12, 2021 10:46Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengkritik kebijakan Islamofobia dan xenophobia Barat terutama di negara-negara Eropa.
-
AS dan Filipina gelar Latihan Perang Bersama di LCS
Apr 12, 2021 08:59Angkatan Bersenjata Filipina dan Amerika Serikat menggelar latihan perang gabungan selama dua pekan di perairan Laut Cina Selatan.
-
Instabilitas di Myanmar masih Berlanjut
Apr 11, 2021 14:39Sebanyak 82 orang di Myanmar hari ini Ahad (11/4/2021) dilaporkan tewas di kota Yangon akibat serangan militer kepada para demonstran yang menentang kudeta.