Buku Iran dalam Katalog White Ravens
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i26365-buku_iran_dalam_katalog_white_ravens
Lima buku Iran dipilih sebagai karya hebat oleh Perpustakaan Pemuda Internasional White Ravens di Munich, Jerman.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 22, 2016 11:11 Asia/Jakarta

Lima buku Iran dipilih sebagai karya hebat oleh Perpustakaan Pemuda Internasional White Ravens di Munich, Jerman.

Buku-buku Iran yang masuk dalam katalog White Ravens 2016 adalah “Call Me Ziba” karya Farhad Hassanzadeh, "Horse, Apple, and Spring" karangan Ahmad Reza Ahmadi (terbitan Cultural Centre for the Development of Children), kemudian "Karnameh-at ra Ghayem Kon" karya Masoumeh Ansarian (terbitan lembaga penerbit Paydayesh), buku "The Hair-braiding Sandwich Maker" karya Mehdi Rajabi (terbitan lembaga Ofogh), dan terakhir buku A Big Friend" yang ditulis oleh Babak Saberi (terbitan lembaga Nistan).      

Setiap tahun, perpustakaan Munich melalui festival White Ravens menerbitkan buku-buku pilihan dari negara-negra dunia, yang sudah dinyatakan lulus oleh tim pakar sastra anak. Perpustakaan Pemuda Internasional dibangun pada 14 September 1949 di kota Munich. Ini adalah perpustakaan internasional sastra pertama bagi anak-anak dan remaja di dunia. Setiap tahun, mereka menyediakan beasiswa riset untuk para peneliti di semua negara. Seluruh kegiatan perpustakaan Munich adalah mengoleksi karya-karya sastra dari berbagai negara serta mempererat interaksi antara anak-anak dan remaja.

Sampul buku "Damadi Agha Kalaghe" karya Maryam Eslami telah menghiasi halaman kalender tahunan perpustakaan Munich dan sampul buku lain dari penerbit Kanoon Iran juga sudah dipilih untuk kalender tahun 2018. Perpustakaan Pemuda Internasional Munich adalah perpustakaan terbesar dunia di bidang sastra anak dan remaja. Ia sudah aktif selama lebih dari 50 tahun dan mengoleksi lebih dari 500 ribu buku dari seluruh dunia.

Perpustakaan ini didirikan empat tahun setelah Perang Dunia II oleh seorang aktivis perdamaian asal Jerman, Jella Lepman. Buku-buku dari berbagai negara dunia dinilai dan ditetapkan sebagai pemenang oleh tim sastra anak berdasarkan metode inovatif dalam teks dan gambar. Parameter penilaian dan pemilihan buku ditentukan oleh kekuatan teks, komprehensitivitas, selaras dengan dunia anak-anak, dan fokus pada tema-tema baru yang berkaitan dengan dunia anak.

Salah satu perhatian perpustakaan Munich – sebagai perpustakaan anak dan remaja terbesar dunia – dalam menilai sebuah buku adalah bahwa karya pilihan harus terbebas dari segala bentuk pemikiran dan idelogi kelompok tertentu. Tema yang diangkat, isi buku, dan cerita yang disuguhkan tidak boleh terikat dengan pemikiran gerakan tertentu. Perpustakaan ini ingin memberi perhatian khusus kepada buku anak-anak dan pemuda sebagai utusan dari nilai-nilai moral universal seperti, toleransi dan pemahaman global. Dialog lintas budaya juga terus dipromosikan melalui pameran, lokakarya, dan diskusi.

Perpustakaan Munich setiap tahun menerbitkan katalog White Ravens, yang berisi daftar buku rekomendasi untuk anak dan remaja di bidang sastra. White Ravens menampilkan judul buku bersama data-datanya dan ikhtisar dari isi buku tersebut. Perpustakaan Munich selalu menggelar festival tahunan untuk memilih dan memperkenalkan buku-buku terbaik dunia kepada kelompok usia anak dan remaja.

Perpustakaan Munich melakukan beberapa tahap seleksi sebelum mengumumkan karya-karya hebat. Pada tahap seleksi awal, panitia memilih 250 buku dan kemudian mengerucut menjadi 30 buku dan pada seleksi final, hanya beberapa buku yang ditetapkan sebagai karya terbaik. Perpustakaan ini menyediakan buku-buku dalam 130 bahasa dunia untuk dinikmati oleh anak-anak dan remaja. Katalog White Ravens tahun 2016 mencakup 200 buku dari 60 negara dunia, yang dicetak dalam 42 bahasa.

“Call Me Ziba” karya Farhad Hassanzadeh adalah sebuah buku sastra anak yang mengangkat kisah tentang hubungan seorang remaja putri dengan ayahnya di tengah keramaian kota Tehran. Buku ini berkisah tentang remaja putri dengan nama Ziba (15 tahun) yang tinggal di yayasan penampungan anak, sementara ayahnya dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena menderita gangguan mental. Ibu gadis tersebut telah bercerai dan menikah dengan pria lain.

Suatu hari, sang ayah mengontak Ziba untuk membantunya lari dari Rumah Sakit Jiwa. Ziba memenuhi permintaan ayahnya dan keduanya kemudian memutuskan untuk merayakan pesta ulang tahun mereka di jalan kota Tehran. Ziba adalah seorang remaja yang memiliki kondisi kehidupan yang berbeda dengan anak-anak seusianya. Dalam buku “Call Me Ziba", penulis berusaha ingin menunjukkan aspek perbedaan kehidupan manusia kepada pembaca.

Farhad Hassanzadeh adalah seorang penulis yang aktif dan sejauh ini ia telah menerima lebih dari 30 penghargaan dari festival dan lembaga sastra. Pada tahun 2016, ia terpilih sebagai nominator Astrid Lindgren Memorial Award 2017 dan Hans Christian Andersen Award 2018.

"Horse, Apple, and Spring" karya Ahmad Reza Ahmadi adalah sebuah buku yang mengisahkan tentang arti kesendirian dan kesedihan berpisah melalui sebuah goresan yang apik dan singkat, yang dipersembahkan untuk kalangan remaja. Buku ini berkisah tentang kesendirian; perjalanan seekor kuda yang hidup sendiri, seorang remaja putri yang hidup sebatang kara, dan sebuah apel yang kesepian. Mereka pada akhirnya berteman dan menikmati indahnya kebersamaan.

Ketika kawanan kuda dibawa ke sungai untuk dimandikan, seekor kuda putih melarikan diri dan menyelinap ke sebuah kebun apel. Sang pemilik berusaha mencari kudanya sampai malam hari. Kuda putih itu duduk di sebuah pohon apel menunggu pagi tiba. Kuda itu hanya sendirian di sana. Di atas pohon apel, hanya terisa satu buah apel merah, sementara yang lainnya sudah dipanen oleh pemiliknya untuk dijual ke pasar. Kuda putih itu kemudian memetik apel merah tersebut dan meletakkan di punggungnya. Apel itu jatuh ke sungai di tengah jalan dan keduanya kemudian bertemu dengan seorang remaja putri yang sedang duduk di pinggir sungai.  

Ahmad Reza Ahmadi adalah seorang penyair dan penulis yang berbakat. Mimpi dan imajinasi adalah dua bangunan dasar dalam penulisan cerita oleh Ahmadi. Ia menggambarkan konflik dunia, di mana ada proses dari cinta dan kebencian, keterasingan dan kesepian, dan pada akhirnya memberikan solusi untuk kembali dan penyatuan, kebebasan dan persahabatan. Meskipun ceritanya berakar dalam tradisi budaya Iran, namun temanya bersifat universal dan berlaku untuk berbagai usia dan budaya.

Karya sastra Iran lainnya yang masuk dalam katalog White Ravens 2016 adalah buku "A Big Friend" karya Babak Saberi. Buku ini menghadirkan desain dan gambar-gambar yang menarik sehingga cerita bisa dengan mudah ditangkap oleh anak-anak dan menyita perhatian mereka. A Big Friend bercerita tentang persahabatan antara seekor burung elang dengan anak gajah. Dengan bahasa yang sederhana, anak-anak diajak untuk memiliki sebuah pemahaman yang rasional tentang kesetaraan.

Babak Saberi adalah seorang ahli bedah ortopedi yang tinggal di Yazd, sebuah kota yang terletak di Iran Tengah. Dia telah menerbitkan banyak buku untuk anak-anak yang sebagian diterjemahkan ke dalam bahasa lain seperti, Cina, Inggris, Perancis, dan Italia. Dia menganggap sastra anak-anak sebagai profesi utamanya dan tidak pernah melewatkan kesempatan untuk membacakan cerita kepada anak-anaknya sendiri.

"The Hair-braiding Sandwich Maker" karya Mehdi Rajabi adalah sebuah buku yang berbicara tentang kasih sayang, persahabatan, dan cita-cita masa kanak-kanak. Buku ini mengangkat kisah yang benar-benar sederhana dan mudah dicerna oleh anak-anak. Buku ini berkisah tentang seorang anak laki-laki dengan sebuah mimpi sederhana, di mana ia sedang kelaparan dan ingin memakan Sandwich. Di sisi lain, ada seorang anak perempuan dengan rambut panjang terurai dan ingin mengepang rambutnya. Mereka sama-sama ingin mencari sebuah alat yang bisa membuat mimpinya menjadi kenyataan.

Mehdi Rajabi lahir pada Agustus tahun 1980 di kota Khomein. Dia mengambil jurusan dalam pembuatan film dan sastra. Ia telah menjadi salah satu penulis generasi baru untuk anak-anak dan remaja, yang telah menarik perhatian pembaca dengan menciptakan karakter-karakter yang menarik.

"Karnameh-at ra Ghayem Kon" karya Masoumeh Ansarian adalah sebuah buku yang menghadirkan enam kisah pendek tentang isu sosial. Ia adalah seorang penulis dan penerjemah hampir 20 judul buku di dunia anak-anak dan remaja. Karakter utama dalam buku tersebut adalah seorang siswi Sekolah Dasar, yang menghadapi pembatasaan tertentu di keluarga mengingat ia seorang wanita. Ia berusaha untuk menciptakan ruang yang lebih terbuka untuk dirinya. Setareh (8 tahun) memiliki dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuan.

Ibu Setareh memiliki perhatian yang besar terhadap anak laki-laki, sementara ayahnya lebih dekat dengan anak-anak perempuannya dan sangat memperhatikan mereka. Setareh dan kedua kakaknya terkenal rapi dan rajin belajar, berbeda dengan karakter saudara laki-laki mereka. Suatu hari, Setareh pulang mendadak ke rumah, ia ingin belajar sampai larut malam karena besok akan menghadapi ujian sejarah. Ia mengambil bukunya dan tiba-tiba terdengar suara ibunya.