Iran dan Uni Eropa Pada Periode Pasca JCPOA 3-Habis
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i27139-iran_dan_uni_eropa_pada_periode_pasca_jcpoa_3_habis
Sisi kolektif dan kepentingan bersama Republik Islam Iran dan Uni Eropa sebenarnya lebih banyak dibanding perbedaannya. Posisi strategis dan sangat penting dari sisi geografis, sumber daya alam melimpah dan potensi pasar yang besar, merupakan elemen penting dan peluang besar yang dapat dimanfaatkan banyak negara termasuk Uni Eropa untuk menjalin hubungan dengan Iran. Letak geografi Iran di Timur Tengah sangat spesial.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 01, 2016 13:04 Asia/Jakarta

Sisi kolektif dan kepentingan bersama Republik Islam Iran dan Uni Eropa sebenarnya lebih banyak dibanding perbedaannya. Posisi strategis dan sangat penting dari sisi geografis, sumber daya alam melimpah dan potensi pasar yang besar, merupakan elemen penting dan peluang besar yang dapat dimanfaatkan banyak negara termasuk Uni Eropa untuk menjalin hubungan dengan Iran. Letak geografi Iran di Timur Tengah sangat spesial.

Republik Islam Iran memiliki posisi sangat strategis di kawasan. Keunggulan itu telah diakui dunia baik di sektor politik, ekonomi, perdagangan, ilmiah maupun budaya. Mengingat berbagai faktor tersebut, Republik Islam Iran dapat memainkan peran kunci dalam menjaga perdamaian dan keamanan regional. Iran dengan mengandalkan posisi regionalnya dapat menjadi elemen utama dalam pembentukan pembentukan struktur keamanan di tingkat Timur Tengah. Posisi kunci Iran merupakan potensi penting untuk kerjasama dan interaksi dengan semua negara termasuk negara-negara anggota Uni Eropa.

 

Iran sebagai sebuah negara stabil di wilayah yang paling labil dan rawan krisis Timur Tengah, menunjukkan peran strategis dan mampu menjadi faktor penting dalam interaksi regional serta keamanan antara Republik Islam Iran dan Uni Eropa yang memiliki letak geografis tidak berjauhan. Sementara itu, negara-negara Arab regional pada umumnya memiliki friksi teritorial dan sejarah serta tidak akan mampu membentuk sebuah sistem keamanan efektif di kawasan.

 

Kerjasama hubungan antarkawasan merupakan sisi lain dalam interaksi Iran dengan negara-negara Eropa. Lobi dan pertukaran pendapat terkait Afghanistan, Irak, perwujudan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah, Asia Tengah, serta buruknya kondisi Timur Tengah, adalah di antara peluang penting kerjasama antara Iran dan uni Eropa. Posisi strategis Iran dapat membuka peluang besar dan positif untuk kerjasama dan berunding dengan negara-negara Eropa serta mendekatkan keduabelah pihak. Republik Islam Iran menilai peningkatan kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa sebagai sebuah sarana membantu menciptakan stabilitas regional dan sejalan dengan kepentingan nasional semua pihak.

 

Parlemen Eropa selama tiga dekade terakhir, dalam berbagai resolusi khusus menyangkut Iran atau resolusi global lainnya, telah membahas dan mengkritisi berbagai masalah internal dan eksternal Iran. Akan tetapi banyak kelompok di parlemen Eropa yang sangat menekankan perundingan, pertukaran pendapat dan interaksi parlementer dengan Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, sekelompok anggota parlemen dari kedua pihak yang melakukan pertukaran kunjungan.

 

Adapun pada periode pasca kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), mengingat atmosfer yang tercipta, proses tersebut berjalan di jalur yang lebih proporsional. Keberadaan delegasi parlemen atau delegasi hubungan Iran dan parlemen Eropa, secara resmi merupakan peluang positif untuk meningkatkan hubungan parlementer dan pertukaran pendapat antarkedua pihak. Melalui delegasi yang disebut dengan kelompok persahabatan atau lobi parlementer itu, banyak masalah yang dapat dibahas oleh Iran dan Eropa serta membuka jalan bagi perluasan kerjasama bilateral.

 

Dalam banyak kasus, melalui perundingan antardelegasi Iran dan Eropa, mereka bahkan dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik dibanding perwakilan resmi, politisi, pejabat atau diplomat kedua pihak, karena tidak terikat dengan batasan politik, diplomatik dan protokoler. Mereka mampu menganalisa banyak masalah dan mengusulkan solusi yang proporsional di bidang parlemen, politik, ekonomi, perdagangan dan budaya.

 

Uni Eropa sebagai sebuah blok ekonomi-perdagangan terbesar dunia, khususnya dalam hubungan perdagangan luar negeri, memiliki kinerja yang rapi dan terkoordinasi, serta mendukung sebuah proses  konvergensi efektif di berbagai wilayah dunia. Dalam hal ini, terciptanya blok-blok perdagangan regional akan didukung Uni Eropa.

 

Menurut Uni Eropa, perluasan kerjasama regional sangat penting dalam menciptakan stabilitas dan penyelesaian friksi dan gejolak antarnegara di kawasan. Uni Eropa berpendapat dapat meningkatkan hubungannya dengan berbagai negara di berbagai wilayah melalui strategi hubungan dengan berbagai blok ekonomi regional. Ini dinilai lebih efektif dibanding harus menjalin kerjasama per negara di kawasan tujuan yang tentu akan sangat melelahkan dan menelan biaya besar.

 

Oleh akrena itu Uni Eropa sangat mendukung proses konvergensi regional dan menilainya sebagai mekanisme efektif untuk meningkatkan hubungan dengan berbagai blok perdagangan di dunia. Pelaksanaan berbagai konferensi transregional dengan Dewan Kerjasama Teluk Persia, ASEAN, negara-negara Amerika Lain, Mercusur dan lain-lain, merupakan di antara bukti upaya Eropa dalam hal ini. 

 

Terbuka potensi pelaksanaan konferensi transregional dengan ECO di mana Republik Islam Iran termasuk di antara negara anggota kuci dan pendirinya. Republik Islam Iran yang memiliki hubungan dan interaksi dengan negara-negara Teluk Persia, Asia Tengah dan negara-negara pesisir Laut Kaspia, serta sebagai anggota OPEC serta berbagai organisasi lain, dipastikan memiliki bobot dan posisi istimewa dalam penyusunan strategi hubungan Uni Eropa.

 

Sumber minyak dan gas melimpah Iran, selalu menjadi perhatian perusahaan-perusahaan besar Eropa. Mengingat berbagai kendala relokasi energi serta keinginan Eropa untuk terbebas dari ketergantungan energi dari Rusia, maka Iran dapat menjadi penyuplai tuntutan energi Uni Eropa. Apalagi saat ini Uni Eropa sedang memfokuskan programnya untuk meningkatkan keragaman sumber energinya.

 

Uni Eropa sebagai sebuah lembaga yang terdiri dari beberapa negara besar industri, memiliki sensitifitas ekstra terkait masalah energi khususnya minyak. Minyak sangat krusial bagi negara-negara Eropa sehingga Uni Eropa memiliki pandangan berbeda terhadap negara-negara penyuplai energi minyak dunia.

 

Di lain pihak, Republik Islam Iran dalam program pembangunan 20 tahunnya mencanangkan target-target pembangunan ekonominya. Di sisi lain, sebagai negara yang memiliki posisi istimewa di bidang kepemiliki energi,  Iran juga berpendapat mampu meningkatkan potensi investasi dan partisipasi berbagai negara dan perusahaan. 

 

Dalam kerjasama ini, hubungan antara energi dan politik luar negeri semakin memperlebar manajemen kolektif yang pada prosesnya akan mewujudkan kepentingan kolektif. Sebagai hasilnya akan tercipta dan kesinambungan hubungan damai dan stabil sesuai kepentingan nasional untuk masa depan kedua pihak. Oleh karena itu, diplomasi energi mampu membentuk hubungan baru negara-negara, para pelaku dalam sistem ekonomi politik global, khususnya dengan Eropa dan negara-negara anggotanya. 

 

Pentingnya Uni Eropa untuk Iran dan kepentingan bilateral kedua pihak sangat banyak, namun di antaranya adalah:

  1. Uni Eropa sama seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjadi pintu tepat untuk kehadiran Iran di kancah internasional, khususnya di sektor perdagangan. Ini juga patut dipertimbangkan menyusul peningkatan bobot politik Iran.
  2. Dimulainya kembali perundingan dagang Iran dan Uni Eropa yang terhenti karena berkas nuklir Iran, merupakan sebuah pengalaman untuk perundingan dagang Iran dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sementara perundingan dagang Iran dan Eropa akan menjadi pengalaman besar untuk perundingan dagang antara Iran dan WTO.
  3. Mengingat posisi dan pengaruh negara-negara Uni Eropa di lembaga-lembaga ekonomi-finansial internasional seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), WTO, dan berbagai lembaga lain, akan tercipta sebuah kerjasama solid win-win jika Uni Eropa benar-benar membulatkan tekad dalam hal ini.
  4. Menciptakan perimbangan dalam hubungan luar neger: hubungan dengan Eropa, khususnya dalam kondisi di mana negara-negara di benua itu merupakan di negara kunci dan penting dunia.

 

Dengan demikian, Iran dan Eropa memiliki kapasitas sangat besar untuk menjalin kerjasama positif. Sekarang Republik Islam Iran dan Uni Eropa dapat mendefinisikan perundingan dan hubungan baru dalam konteks win-win. Jika tercipta atmosfer yang kondusif antar Iran dan Uni Eropa, maka berbagai isu yang sebelumnya menjadi tantangan kedua pihak dapat diubah menjadi peluang kerjasama. Oleh karena itu, dimulainya interaksi konstruktif dan era kerjasama baru, menuntut penyelerasan perspektif di mana peluangnya telah tersedia pasca JCPOA.