Kontribusi Iran terhadap Pembangunan Ekonomi Afghanistan
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i83117-kontribusi_iran_terhadap_pembangunan_ekonomi_afghanistan
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani berterima kasih kepada Iran dan beberapa negara di kawasan itu karena masih perbatasan transit mereka tetap terbuka di tengah penyebaran virus corona.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 12, 2020 07:56 Asia/Jakarta
  • Kerja sama Iran dan Afghanistan
    Kerja sama Iran dan Afghanistan

Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani berterima kasih kepada Iran dan beberapa negara di kawasan itu karena masih perbatasan transit mereka tetap terbuka di tengah penyebaran virus corona.

Ashraf Ghani pada acara pembukaan pertemuan konsultatif negara-negara kawasan dan Afghanistan melalui konferensi video mengungkapkan terima kasih kepada Iran dan beberapa negara kawasan, termasuk Pakistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Kazakhstan, India dan Turki. Dia menegaskan, meskipun menghadapi pandemi Covid-19, negara-negara ini masih membuka akses keluar masuk barang-barang Afghanistan.

Menurutnya, tindakan ini mencegah terjadinya kelangkaan bahan baku dalam kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi contoh kerja sama perdagangan yang baik.

"Jika terwujud perdamaian di Afghanistan, maka negara-negara di kawasan itu akan memiliki pertumbuhan ekonomi dua persen lebih tinggi," katanya. Ashraf Ghani juga mengungkapkan, "Semua negara di kawasan menghadapi ancaman terorisme, jaringan kriminal, dan ekstremisme. Oleh karena itu, semua pihak harus saling bantu."

Presiden Afghanistan memandang konsensus kawasan dan negara tetangga akan membantu Afghanistan mencapai tujuan perdamaiannya.

 

Presiden Afghanistan dan Iran

 

Pandemi virus Corona menyebabkan banyak perdagangan internasional, termasuk melalui perbatasan darat bersama antarnegara dihentikan, yang menimbulkan krisis ekonomi global.

Perang saudara puluhan tahun dan invasi asing menyebabkan  perekonomian Afghanistan lemah dan potensi ekonomi negara belum diaktifkan sepenuhnya.

Mengingat sebagian besar ekspor dan impor Afghanistan dilakukan melalui perbatasan darat negara itu, virus Corona telah secara signifikan mempengaruhi ekspor dan impor Afghanistan.

Khan Jan Al-Kuzi, Wakil Direktur Kamar Dagang Afghanistan mengatakan, wabah virus Corona telah menghentikan ekspor negara itu dan menyebabkan jutaan dolar sehari merusak pedagang Afghanistan. Misalnya, ekspor jalghuza dan saffron yang merupakan komoditas paling penting Afghanistan ke Cina telah dihentikan karena penyebaran virus Corona. Menurutnya, penguasa Afghanistan membayar lebih dari $ 2,5 juta per hari untuk bea cukai impor ke Pakistan yang telah menyebabkan kerugian besar bagi mereka.

 

Perbatasan Dogharoon

 

Mengenai penangguhan perdagangan Afghanistan dengan sebagian besar negara di kawasan dan negara-negara tetangga, Wakil Menteri Perdagangan Afghanistan menyatakan bahwa proses impor makanan dari Iran masih berlanjut secara normal dan gandum serta beberapa bahan makanan dari Uzbekistan, Turkmenistan dan Kazakhstan juga akan memasuki negara tersebut.

Presiden Afghanistan mengapresiasi Iran karena masih membuka perbatasan transitnya untuk membantu menyediakan makanan, kesehatan, dan pasokan medis yang dibutuhkan oleh rakyat Afghanistan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara Tehran dan Kabul, meskipun kedua negara bertetangga ini sedang menghadapi masalah penyebaran virus Corona.

 

 

Iran termasuk mitra dagang terbesar Afghanistan dengan volume perdagangan tahunan lebih dari $ 3 miliar, dengan nilai ekspor Afghanistan ke Iran sekitar $ 20 juta.

Meskipun Afghanistan telah mengambil langkah-langkah efektif untuk membangun negara-bangsanya dan memperkuat kapasitas ekonomi domestiknya sejak pemilihan presiden pertama ketika pemerintahan Taliban pada tahun 2001 terguling, tapi Afghanistan masih mengimpor barang-barang kebutuhan pokok, makanan, dan peralatan yang dibutuhkan.

Selama beberapa dekade terakhir, Republik Islam Iran terus mendukung pembangunan ekonomi Afghanistan, bahkan di era pandemi dengan memenuhi kebutuhan rakyat Afghanistan melalui kelanjutan proses ekspor ke negara ini. Juru Bicara Bea Cukuai Iran, Latifi mengatakan, "Kedua negara mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga berlanjutnya hubungan ekonomi di tengah penyebaran Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan. Aktivasi kamera termal di perbatasan dan pembentukan tim medis, kegiatan komersial dan penumpang kedua negara terus berlangsung. Bahkan ketika terjadi banjir di perbatasan Dogharoon dan  Mahirood juga serangan belalang di perbatasan, tidak menghalangi perdagangan di perbatasan antara kedua negara,".

Selain tidak menghentikan ekspor barang ke Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir, Iran juga memberikan bantuan kesehatan khusus kepada Kementerian Kesehatan Afghanistan, termasuk kit diagnostik Corona, dan berbagi pengalamannya dengan pejabat kesehatan negara tetangganya ini dalam penanganan Covid-19. Iran memberikan bantuan kepada Afghanistan sebagai kontribusi Republik Islam terhadap pembangunan ekonomi negara negara tetangganya ini.(PH)