Iran International TV dan Konspirasi Saudi
https://parstoday.ir/id/radio/other-i64395-iran_international_tv_dan_konspirasi_saudi
Kasus pembunuhan jurnalis senior sekaligus kritikus Arab Saudi, Jamal Khashoggi masih menghiasi media-media dunia. Pada 19 Oktober lalu, pemerintah Riyadh secara resmi mengakui bahwa Khashoggi tewas di gedung konsulat negara itu di Istanbul, Turki.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 19, 2018 18:39 Asia/Jakarta
  • Studio Iran International TV di London.
    Studio Iran International TV di London.

Kasus pembunuhan jurnalis senior sekaligus kritikus Arab Saudi, Jamal Khashoggi masih menghiasi media-media dunia. Pada 19 Oktober lalu, pemerintah Riyadh secara resmi mengakui bahwa Khashoggi tewas di gedung konsulat negara itu di Istanbul, Turki.

Temuan baru mulai terkuak satu per satu setelah kematian jurnalis tersebut. Khashoggi sebelum ini bekerja sebagai penasihat pemerintah Saudi dan mengetahui rahasia istana. Beberapa hari sebelum dibunuh, dia mengungkap salah satu konspirasi rezim Saudi terhadap Republik Islam Iran.

Iya, peluncuran saluran televisi anti-Iran, Iran International TV oleh pemerintah Arab Saudi sebelum pemilu presiden Iran. Jaringan televisi ini mengudara untuk menyudutkan rakyat dan pemerintah Iran.

Seorang jurnalis surat kabar The Guardian Inggris, Saeed Kamali Dehghan pada 8 November lalu, menyingkap peran salah satu pelaku teror Khashoggi dalam peluncuran dan pendanaan Iran International TV.

"Sebuah sumber yang memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), menuturkan bahwa anggaran Iran International TV berasal dari istana yang berjumlah sekitar 250 juta dolar," ujarnya.

Laporan The Guardian menulis, "Anggaran Iran International TV yang bermarkas di London disalurkan melalui sebuah perusahaan yang dipimpin oleh seorang pengusaha Saudi. Pengusaha ini punya hubungan dekat dengan MBS, yang diyakini banyak pihak terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi."

Kamali Dehghan juga menguak fakta baru tentang aktivitas pemerintah Riyadh dalam menghabisi para penentangnya. Via akun Twitternya pada 8 November lalu, dia menulis, "Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa Jamal Khashoggi terbunuh karena berbicara dengan saya via telepon dari Istanbul pada pagi hari 26 September. Dia berkata Internasional Iran TV yang berbasis di London didanai oleh Mohammed bin Salman dan Saud al-Qahtani."

Saud al-Qahtani terlibat dalam pendanaan Iran International TV. Dia bertugas sebagai penasihat media untuk MBS dan di antara beberapa pejabat senior yang dipecat sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi. MBS sendiri adalah kekuatan di balik Iran International TV.

Kamali Dehghan sekarang menerima ancaman dan mengkhawatirkan keselamatannya setelah membongkar konspirasi Arab Saudi untuk menyerang Iran melalui media.

Iran International adalah saluran televisi berbahasa Persia yang disiarkan dari Inggris. Lisensi televisi ini dipegang oleh perusahaan Global Media Circulating Limited yang bermarkas di London. Diluncurkan pada 18 Mei 2017 dan dipimpin oleh seorang warga Arab Saudi, Adel Abdulkarim. Dia memiliki hubungan kerja yang panjang dengan para eksekutif Saudi, di mana beberapa di antaranya punya hubungan dekat dengan keluarga kerajaan.

Selain Global Media Circulating Limited, Adel Abdulkarim juga pemilik Or Holdings AND Investments Limited yang dijalankan oleh Abdulrahman al-Rashed, jurnalis Arab Saudi dan mantan Manajer Umum televisi Al Arabiya. Dia terkenal dengan sikap-sikapnya yang anti-Iran.

Jadi, Iran International TV dioperasikan oleh musuh-musuh Republik Islam dan bertujuan melakukan propaganda anti-rakyat dan pemerintah Iran.

Awal musim panas ini, Iran International TV mendapat kecaman karena memuji serangan teroris di kota Ahvaz, Iran. Mereka bahkan menayangkan wawancara dengan juru bicara kelompok teroris al-Ahvaziyah, yang memuji serangan terhadap parade militer Iran di Ahvaz.

Juru bicara kelompok teroris al-Ahvaziyah, Yacoub Hor al-Tostari mengklaim serangan Ahvaz dilakukan oleh kelompoknya dan ia memuji aksi kejam itu, yang menewaskan 25 orang dan melukai 60 lainnya, termasuk anak-anak.

Banyak masyarakat Iran memandang tindakan International TV sama persis seperti yang dilakukan oleh Daesh setelah melakukan serangan teror di negara-negara Barat.

Beberapa jam setelah wawancara itu tayang, Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad mengatakan tindakan Iran International TV terang-terangan melanggar undang-undang dan bentuk nyata dari dukungan terhadap terorisme.

"Iran International tanpa malu mewawancarai juru bicara kelompok teroris yang telah membunuh banyak orang. Kedutaan Iran telah mengajukan pengaduan resmi kepada Badan Pengawas Penyiaran Inggris (Ofcom) terhadap Iran International, saluran TV Persia yang berbasis di Chiswick, barat London," tulisnya di akun Twitter.

Namun, aksi Iran International TV mendapat sambutan dari Abdulkhaleq Abdulla, penasihat politik untuk Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed. Dia mengatakan pertumpahan darah di Iran itu dibenarkan. "Menyerang sasaran militer bukanlah tindakan teroris. Memindahkan pertempuran lebih dalam di Iran adalah opsi yang diumumkan dan akan meningkat selama fase berikutnya," ujarnya.

Meski serangan teroris di Ahvaz dikecam oleh banyak negara, namun Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menolak mengecam tindakan keji itu.

Iran International TV telah menyalahi undang-undang penyiaran yang diterbitkan oleh Ofcom. Lembaga ini melarang penayangan materi yang secara langsung atau tidak langsung menghasut tindakan kriminal atau menyebabkan gangguan. Ofcom melarang konten yang berisi seruan untuk aksi kriminal atau gangguan (langsung atau tidak langsung), materi yang mempromosikan atau mendorong partisipasi dalam kegiatan terorisme atau bentuk lain dari aktivitas kriminal atau gangguan.

Ofcom berjanji akan menyelidiki langkah Iran International TV yang memiliki hubungan dengan Arab Saudi. Saluran TV ini memuji serangan teror di Iran yang menewaskan 25 orang, termasuk anak-anak.

Iran International TV juga dikritik karena menayangkan kegiatan pertemuan kelompok teroris munafikin (MKO) secara langsung. MKO adalah sebuah kelompok teroris yang didukung oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat. Saluran ini kemudian memecat seorang pegawainya karena memprotes siaran langsung tersebut.

Trump dan MBS di Gedung Putih. (dok)

Iran International TV telah mengintensifkan kegiatannya untuk melawan Iran bersamaan dengan penerapan babak baru sanksi AS terhadap Republik Islam. Dalam hal ini, seorang pakar manajemen media dan komunikasi Iran, Doktor Akbar Nasrollahi menuturkan, "Tentu salah satu tujuan peluncuran saluran televisi satelit berbahasa Persia adalah untuk mempengaruhi perkembangan di Iran."

"Saluran-saluran ini menjadi instrumen perang media Barat di tengah pemirsa berbahasa Persia. Saluran ini telah berubah menjadi pusat perang media Barat menyusul dimulainya babak baru sanksi sehingga bisa mendukung perang psikologis yang sejalan dengan pandangan AS dan Trump," jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para pendukung Arab Saudi mengusulkan pembentukan saluran televisi satelit berbahasa Persia untuk melawan Tehran. Pada Desember 2015, jurnalis surat kabar al-Watan Arab Saudi, Muhammad Alsalmi telah mengajukan usulan itu kepada pemerintah Riyadh.

Oktober tahun yang sama, media online Arab, Elaph yang terbit di London dan milik seorang pengusaha Arab Saudi, meminta negara-negara Arab di Teluk Persia untuk mendanai pembentukan sebuah jaringan televisi berbahasa Persia. Seorang analis Saudi, Mubarak al-Dajin berpendapat televisi saja tidak cukup, tetapi sebuah kampanye besar-besaran juga harus dilakukan oleh Saudi di media sosial.

Perlu dicatat bahwa situs Al Arabiya sudah memiliki siaran bahasa Persia sejak tahun 2008, dan surat kabar Asharq al-Awsat juga meluncurkan situs berbahasa Persia sejak lima tahun lalu.

Analis senior koran The Washington Post, Thomas Friedman di sebuah artikel terkait pembunuhan Khashoggi menulis, "Anda tidak bisa memperbaiki seorang yang bodoh. Ketika sekutu Anda melakukan pekerjaan yang bodoh dan menjijikkan di Istanbul, ia tidak mudah untuk diperbaiki."

Pada November tahun lalu, Friedman selama wawancara dengan MBS, menyebut dia sebagai reformis Arab Saudi dan penyeru musim semi Arab di negaranya. Namun setelah jejak MBS dalam kematian Khashoggi tercium, Friedman sedang berusaha keras untuk menjaga jarak darinya.

Tetapi, Friedman dan semua orang yang berpikir seperti dia telah menutup mata dari realitas yang lebih menjijikkan dari pembunuhan di Istanbul yaitu: dukungan dana jutaan dolar kepada kelompok-kelompok teroris dan penyalahgunaan media untuk menjustifikasi pembunuhan warga sipil dan anak-anak oleh Arab Saudi.

Jadi, Friedman tidak boleh melewatkan pertanyaan tentang dukungan Riyadh kepada kelompok teroris jika mewawancarai MBS pada kesempatan berikutnya. (RM)