Lintasan Sejarah 7 September 2021
Tawanan Ahli Bait Tiba di Syam
1382 tahun yang lalu, tanggal 29 Muharam 61 HQ, tawanan Ahli Bait tiba di Syam.
Pada waktu itu, Ibrahim bin Thalhah bin Abdullah maju ke depan mendekati Imam Sajjad as. Ia termasuk orang yang ikut berperang di masa Muawiyah di perang Jamal. Dengan penuh kedengkian dan untuk membalas dendamnya, ia menunjukkan luka sayatan pedang yang dideritanya di perang Jamal.
Ibrahim bin Thalhah berkata kepada Imam Sajjad as, “Engkau telah menyaksikan siapa pemenangnya?”
Imam Sajjad as menjawab, “Bila engkau ingin mengetahui siapa yang menjadi pemenang, maka sabarlah dahulu, sampai dikumandangkan azan dan iqamah. Pada waktu itu engkau akan mengetahui suara siapa yang kekal hingga Hari Kiamat.”
Jerman Bombardir London
81 tahun yang lalu, tanggal 7 September 1940, Angkatan Udara Jerman melepaskan serangan langsung ke jantung Kota London, Inggris, dengan menjatuhkan bom-bom berdaya ledak tinggi. Akibatnya ratusan orang tewas dan melukai lebih banyak lagi.
Menteri Pertahanan Inggris mengatakan itu merupakan serangan paling besar Jerman. Serangan pertama hari itu dilakukan Jerman pada sore hari. Pusat serangan berada di kawasan East End, sepanjang daerah sungai Kota London.
Sebanyak 300 bomber mengurung London selama hampir 2 jam. Menjelang pukul 20.00, serangan gelombang kedua datang. Serangan tersebut lebih lama daripada gelombang pertama, yaitu selama 8 jam, sehingga pada malam itu Kota London dipenuhi suara ledakan tanpa henti.
Pemerintah Inggris menyatakan, dari serangan tersebut, 88 pesawat Jerman bisa ditembak jatuh. Adapun dari pasukan Inggris sendiri, 22 pesawat dinyatakan hilang atau ditembak jatuh.
Demonstrasi Besar Besaran Terjadi di Seantero Iran
43 tahun yang lalu, tanggal 16 Shahrivar 1357 HS, menyusul meningkatnya perlawanan rakyat terhadap rezim Shah Iran yang despotik, terjadi berbagai demonstrasi besar-besaran di hampir seluruh penjuru Iran.
Shah Pahlevi kemudian mengeluarkan larangan segala bentuk demonstrasi. Namun, pada saat itu pula, Imam Khomeini dari pengasingannya di kota Najaf, Irak memberikan seruan agar perjuangan rakyat terus dilanjutkan.
Beliau menyatakan, "Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, saya meminta agar kebangkitan rakyat terus ditingkatkan dan demonstrasi dilakukan sebanyak mungkin agar rezim yang zalim dan kejam bisa segera dikalahkan."