Lintasan Sejarah 7 November 2016
Hari ini, Senin tanggal 7 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Imam Musa Al-Kazhim Lahir
1310 tahun yang lalu, tanggal 7 Shafar 128 HQ, Imam Musa al-Kazhim, salah seorang keturunan Rasulullah Saw terlahir ke dunia.
Imam Musa al-Kazhim lahir dan dibesarkan di bawah kasih sayang ayahnya yang mulia, yaitu Imam Jakfar as-Shadiq as. Pada usianya yang ke-35 tahun, ayahandanya menggapai kesyahidan, dan Imam Musa menggantikan posisi Imam Jakfar sebagai imam atau pemimpin umat Islam. Imam al-Kazhim terlahir saat kekuasaan Bani Umayah atas kaum Muslimin tengah mengalami keruntuhan untuk kemudian digantikan oleh Khilafah Bani Abbasiah.
Selama hidupnya, beliau sempat menyaksikan lima khalifah Abbasiah yang datang silih berganti memegang tampuk kekuasaan. Kelimanya tercatat dalam sejarah sebagai diktator dan penumpas kelompok Ahlul Bait. Imam Musa sendiri gugur pada usia 55 tahun di tangan Khalifah Harun al-Rasyid.
Selama hidupnya, Imam Musa as dikenal sebagai seorang pemimpin umat yang memiliki banyak kelebihan. Ia adalah seorang yang berilmu tinggi dengan jumlah murid yang sangat banyak. Imam al-Kazhim juga dikenal dengan kedermawanan dan sifat pemaafnya. Dengan segera, keistimewaan imam ketujuh dalam mazhab Ahlul Bait ini menarik perhatian umat Islam yang berada di bawah represi Khilafah Abbasiah. Situasi ini sangat mengundang kekhawatiran elite politik Bani Abbasiah. Untuk itu, Imam Musa kemudian dipenjarakan dengan tuduhan membahayakan keamanan negara. Di penjara itulah Imam diracun dan menggapai kesyahidan. Berikut ini adalah salah satu ucapan Imam Musa yang terkenal.
"Amal terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah mengerjakan shalat, berbuat baik kepada orang tua, serta meninggalkan sifat hasud dan takabur".
Deklarasi Doktrin Monroe
193 tahun yang lalu, tanggal 7 November 1823, dideklarasikan Doktrin Monroe oleh Presiden AS kelima, James Monroe.
Dalam doktrin ini dinyatakan bahwa benua Amerika adalah milik bangsa-bangsa Amerika dan tidak ada pemerintahan selain bangsa Amerika yang boleh berkuasa di benua ini, terutama di Amerika Serikat. Sebaliknya, Amerika juga berjanji tidak akan mencampuri urusan Eropa. Deklarasi ini dijalankan dengan tegas oleh AS, sehingga negara-negara Eropa terpaksa menerimanya.
Di dalam deklarasi ini juga sangat ditekankan mengenai pembentukan koloni baru bagi AS. Sesungguhnya, dengan dikeluarkannya deklarasi ini AS telah memonopoli penjajahan di Amerika Selatan dan Tengah untuk dirinya sendiri.
Imam Khomeini: Dilarang Berunding dengan Utusan Carter Soal Tawanan!
37 tahun yang lalu, tanggal 17 Aban 1358 Hs, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah larangan berunding dengan utusan Presiden Amerika Jimmy Carter soal tawanan.
Pada tanggal 13 Aban 1358 (4 November 1979) Kedutaan Besar Amerika atau yang lebih dikenal sebagai sarang spionase diduduki oleh "Mahasiswa Pengikut Garis Imam". Menyusul dukungan Imam Khomeini ra atas aksi yang dilakukan para mahasiswa, pemerintahan sementara Mahdi Bazargan mengundurkan diri. Sekalipun tidak berharap demikian, Imam Khomeini ra akhirnya menerima pengunduran pemerintahan Bazargan. Sementara anggota kabinet pemerintahan sementara juga berharap Imam Khomeini ra tidak menerima permintaan pengunduran diri itu. Karena telah beberapa kali pemerintahan sementara berniat mengundurkan diri, tapi tidak diterima oleh Imam Khomeini ra.
Oleh karenanya, pemerintahan sementara mulai menekan para mahasiswa agar membebaskan para tawanan yang ditahan dari Kedubes AS di Tehran itu. Sementara itu, selain Imam Khomeini ra menerima pengunduran diri pemerintahan sementara, ternyata beliau tidak memperkenalkan pemerintahan baru, tapi menyerahkan pemerintahan kepada Dewan Revolusi, hingga terbentuknya parlemen pertama. Berbeda dengan pemerintahan sementara yang lebih solid, Dewan Revolusi terdiri dari anasir-anasir moderat, ekstrim, rohaniwan dan non-rohaniwan.
Pengunduran diri pemerintahan sementara dan pengalihan urusan pemerintahan kepada Dewan Revolusi membuat pupus segala harapan yang ada pada pemerintah Amerika untuk membebaskan para tawanan itu. Bagi mereka penyelesaian segera masalah ini menjadi semakin sulit. Hal ini menambah kegelisahan mereka. Saat ini mereka menghadapi ketegasan Imam Khomeini ra.
Pada tanggal 17 Aban 1358 (8 November 1979) Imam Khomeini ra mengeluarkan perintahnya sebagai berikut:
"Sesuai informasi yang ada, para wakil khusus Carter tengah menuju Iran. Mereka berkeinginan mengunjungi kota Qom dan bertemu dengan saya. Oleh karenanya, saya perlu mengingatkan bahwa pemerintah Amerika sebagai pelindung Shah telah menyatakan penentangannya secara terang-terangan terhadap Iran. Selain itu, sesuai yang telah disebutkan, Kedutaan Besar Amerika di Iran telah menjadi sarang spionase musuh-musuh kita yang anti-kebangkitan suci Islam.