Nov 08, 2016 08:15 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 8 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Salman Al-Farisi Wafat

 

1403 tahun yang lalu, tanggal 8 Shafar tahun 35 Hijriah, Salman Al-Farisi, salah seorang sahabat besar Rasulullah Saw meninggal dunia.

 

Salman adalah orang Iran pertama yang memeluk agama Islam. Selama mendampingi Rasulullah Saw, Salman dikenal karena ketinggian ilmunya, kesetiaannya kepada Islam, serta sifat-sifatnya sangat mulia. Karena semua keistimewaannya itu, Salman bahkan diakui oleh Rasulullah sebagai bagian dari Ahli Bait atau keluarga Nabi.

 

Saat perang Ahzab digelar, peranan Salman dalam mempertahankan kota Madinah dicatat oleh para sejarawan ketika memberikan ide pembuatan parit di sekeliling kota Madinah. Parit inilah yang menjadi benteng pelindung kota dari pasukan gabungan musyrikin yang jumlahnya mencapai 10.000 orang itu.

 

Setelah Rasulullah Saw wafat, Salman tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Ahl Bait Nabi. Ia adalah sahabat setia Imam Ali as dalam suka dan duka. Saat Imam Ali dibaiat sebagai khalifah, Salman mendapat tugas sebagai salah satu gubernur utusan Imam Ali.

 

John Milton Meninggal Dunia

 

342 tahun yang lalu, tanggal 8 November 1674, John Milton, salah satu penyair Inggris terbesar, meninggal dunia.

 

Milton dilahirkan pada tahun 1906 di kota London. Pada tahun 1951, matanya menjadi buta, namun sepertinya, kebutaannya itu malah meningkatkan kekayaan bahasa yang dimilikinya.

 

Karya Milton yang paling terkenal berjudul "Paradise Lost" yang diciptakannya pada tahun 1667. Kekuatan bahasa dan kefasihannya memberi pengaruh mendalam gaya syair abad ke-18.  Selain menulis puisi, Milton juga menerbitkan pamflet-pamflet yang memperjuangkan hak sipil dan hak beragama.

 

Conrad Rontgen Menemukan Sinar X

 

121 tahun yang lalu, tanggal 8 November 1895,  sinar X ditemukan oleh Conrad Rontgen, seorang ahli fisika terkenal Jerman.

 

Pada tahun 1901, atas penemuannya itu, Rontgen dianugerahi hadiah Nobel. Rontgen menamai sinar yang ditemukannya dengan nama "X" karena ia tidak mengenali sinar tersebut. Sinar ini mampu menembus jaringan badan manusia sehingga menjadi alat terbaik untuk memfoto dan melihat bagian dalam tubuh yang rusak atau patah.

 

Sayid Hossein Emami Dihukum Mati

 

67 tahun yang lalu, tanggal 18 Aban 1328 HS, Sayid Hossein Emami, anggota Fedayeen Eslami meninggal dunia.

 

Setelah penyelenggaraan pemilu sandiwara untuk memilih anggota dewan perumus UUD, Shah mengeluarkan perintah dilaksanakannya pemilu Majlis Dewan Nasional periode 16. Tapi rezim Shah melakukan kecurangan dan tidak ada satupun dari kelompok oposisi yang meraih kursi.

 

Kelompok Fedayeen Eslami, yang sesuai dengan permintaan Ayatullah Kashani agar memilih kandidat dari nasionalis menilai kecurangan ini merupakan kerjaan Abdolhossein Hazhir, Perdana Menteri Iran. Oleh karenanya, Sayid Hossein Emami, anggota Fedayeen Eslami ditugaskan untuk membunuh Abdolhossein Hazhir. Sayid Emami berhasil membunuh Hazhir pada 13 Aban 1328 Hs.

 

Tapi Sayid Emami tertangkap saat melakukan aksinya. Ia disiksa seharian. Sayid Emami sendiri dengan lantang mengakui dirinya sebagai pembunuh Hazhir. Dua hari setelah pembunuhan itu, pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada Sayid Hossein Emami.

 

Akhirnya, rezim yang ketakutan akan pembalasan kelompok Fedayeen Eslami dan mengusakan pembebasan Sayid Emamai, maka pada pukul 2 dinihari 18 Aban 1328 Hs, lima hari pasca teror Hazhir, mereka menghukum mati Sayid Emami.

 

Sayid Hossein Emami menjadi syahid pertama kelompok Fedayeen Eslami dalam memperjuangkan Islam.

 

Kesepakatan Iran-Irak Melakukan Pertukaran Tawanan

 

28 tahun yang lalu, tanggal 18 Aban 1367 HS, Iran dan Irak menyepakati pertukaran tawanan perang.

 

Belum tiga bulan dari berakhirnya perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran dan dimulainya perundingan damai kedua pihak, untuk pertama kalinya kedua negara berhasil mencapai kemajuan dalam perundingan damai. Bahkan kedua pihak pada 18 Aban 1367 (9 November 1988) menyepakati pertukaran tawanan perang.

 

Menteri Luar Negeri Irak dalam perundingan ini menyetujui pembebasan tawanan yang cacat dan terluka dan menyatakan bahwa negaranya siap mengembalikan seluruh tawanan yang sakit dan cedera kepada Iran.

 

Akhirnya, setelah diumumkannya nama-nama tawanan yang sakit dan cacat dari kedua pihak oleh Palang Merah Internasional, pertukaran tawanan dimulai sejak hari pertama bulan Azar 1367 (22 November 1988) dan selesai tiga pekan setelahnya.