Nov 09, 2016 09:11 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 9 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ammar bin Yasir Gugur

 

1401 tahun yang lalu, tanggal 9 Shafar 37 HQ, Ammar bin Yasir, seorang sahabat besar Rasulullah Saw dan pengikut setia Ahlul Bait Nabi, gugur dalam perang Shiffin pada usia 94 tahun.

 

Ammar bin Yasir lahir 57 tahun sebelum peristiwa hijrahnya Rasulullah. Kedua orang tuanya, yaitu Yasir dan Sumayah, adalah dua sahabat Rasulullah yang gugur syahid di awal perjuangan menegakkan agama Islam.

 

Gugurnya Ammar bin Yasir dalam perang Shiffin tersebut sangat menyedihkan Imam Ali as. Akan tetapi, peristiwa ini dicatat oleh para sejarawan sebagai bukti bahwa Imam Ali berada di pihak yang benar dalam perangnya melawan pasukan Muawiyah tersebut. 

 

Sebelumnya, dalam sebuah haditsnya yang terkenal, Rasulullah Saw pernah berkata kepada  Ammar sebagai berikut, "Wahai Ammar! Anak-anakku kelak akan didera banyak fitnah. Jika situasi itu kelak engkau saksikan, tetaplah engkau pada kelompok Ali. Karena kebenaran akan selalu bersama Ali, dan Ali selalu berada di jalan yang benar. Wahai Ammar! Engkau nanti akan bertempur membela Ali melawan dua kelompok. Kelompok pertama adalah para pelanggar janji, kelompok kedua adalah para penjahat. Engkau nanti akan terbunuh oleh kelompok yang melawan Ali tersebut."

 

Ivan Turgenev Lahir

 

198 tahun yang lalu, tanggal 9 November 1818, Ivan Turgenev, seorang penulis novel terkenal asal Rusia, terlahir ke dunia.

 

Dia menuntut ilmu di bidang bahasa sambil melakukan aktivitasnya di bidang sastra. Karya pertama Turgenev berjudul "Old Pine". Di sebagian besar karya-karyanya, Turgenev menunjukkan pembelaan terhadap kebebasan dan hak-hak warga pedesaan. Oleh karena itulah, dia mendapat tekanan dari para Tzar Rusia. Turgenev kemudian hijrah ke Perancis.

 

Karya lain dari Turgenev adalah "A Hunter Sketches" dan "Fathers and Sons".

 

Muhamad Iqbal Lahore Lahir

 

143 tahun yang lalu, tanggal 9 November 1873, Allamah Muhammad Iqbal Lahore, penulis, pemikir, dan penyair Pakistan, terlahir ke dunia.

 

Sejak masa remajanya, Iqbal telah menciptakan syair dan karya syair pertamanya berjudul "Rintihan Anak Yatim". Setelah menyelesaikan pendidikannya di Pakistan, Iqbal pergi ke Jerman  dan Inggris selama empat tahun untuk belajar filsafat. Setelah kembali ke negaranya, Iqbal berjuang menggugah bangsanya untuk bersatu dan berupaya keras untuk mempersatukan pemikiran kaum muslimin melalui syair-syairnya, khususnya dalam bahasa Persia.

 

Iqbal adalah seorang pejuang reformasi agama di India dan aktif memperjuangkan kemerdekaan Pakistan dari India. Iqbal banyak meninggalkan karya-karya dalam bahasa Persia dan Urdu.

 

Shah Umumkan Keterbukaan Politik di Iran

 

40 tahun yang lalu, tanggal 19 Aban 1355 HS, Shah Pahlevi mengumumkan keterbukaan politik di Iran.

 

Pasca kemenangan Jimmy Carter sebagai presiden dari partai Demokrat Amerika, ia menyatakan dukungannya atas pelaksanaan hak asasi manusia. Untuk itu, sebagai bentuk propagandanya, ia bermaksud menguji pelaksanaan HAM di negara-negara yang bergantung pada Amerika seperti Iran. Guna menyelaraskan kebijakannya dengan Gedung Putih, Shah mengumumkan keterbukaan politik, sosial dan ekonomi pada 19 Aban 1355 Hs.

 

Apa yang dilakukan Shah menunjukkan Iran kembali menjadi korban propaganda Amerika dan menjadikan solusi atas masalah dalam negeri adalah sistem kapitalisme.

 

Sama seperti Kenedy, mantan Presiden Amerika, Carter juga sampai pada satu kesimpulan bahwa melanjutkan kebijakan imperialis Amerika terhadap negara-negara yang berada dalam tekanan dalam negeri tidak menguntungkan Washington. Karena tekanan itu suatu waktu akan meledak dan pada waktu itu akan sangat sulit untuk mengontrolnya lagi.

 

Pengumuman keterbukaan politik di Iran oleh Mohammad Reza Pahlevi pada hakikatnya pernyataan loyalitas Shah kepada Carter. Oleh karenanya rezim Shah mulai melakukan perubahan lahiriah untuk menarik perhatian wakil Palang Merah Internasional, terkait kondisi tahanan politik di Iran. Rezim Shah mencabut sebagian pembatasan dan tekanan terkait penyebaran pengumuman, kaset dan pikiran-pikiran Imam Khomeini ra.

 

Kebijakan keterbukaan politik yang ditetapkan rezim Shah ternyata tidak membuat Shah meraih tujuan politiknya dan ia tidak mampu meredam kemarahan rakyat, tapi menambah masalah baru. Padahal masalah-masalah lama juga tidak pernah diselesaikan. Kebijakan ini justru menjadi kesempatan penting bagi kemenangan Revolusi Islam Iran pada 1357 HS.