Nov 10, 2016 09:41 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 10 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 10 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Kudeta Broumer di Perancis

 

217 tahun yang lalu, tanggal 10 November 1799, kudeta Broumer yang terkenal terjadi di Prancis.

 

Broumer adalah nama bulan dalam penanggalan Revolusi Prancis atau sama dengan bulan November pada penanggalan Masehi.

 

Ketika Napoleon sedang berada di wilayah utara Afrika, ia secara diam-diam dipanggil oleh salah seorang anggota pemerintahan Direktorat ke Prancis. Dengan mengandalkan kekuatan militer yang dimilikinya, Napoleon mengumumkan pembubaran parlemen dan Konvensi Nasional. Kemudian dia mengangkat dirinya menjadi Konsul Pertama dalam pemerintahan Konsulat dan memegang kekuasaan penuh Prancis.

 

Tahun 1802, Napoleon dinobatkan menjadi Konsul Pertama seumur hidup. Namun dua tahun kemudian Napoleon mengangkat dirinya sebagai Kaisar Prancis.

 

Mulla Jakfar Tehrani Meninggal Dunia

 

175 tahun yang lalu, tanggal 10 Shafar 1263 HQ, Mulla Jakfar Syariatmadar Tehrani, penulis dan ilmuwan besar  muslim asal Iran meninggal dunia pada usia 66 tahun.

 

Mulla Tehrani dilahirkan pada tahun 1197 Hijriah. Saat masih muda, Mulla Tehrani sudah mengembara ke kawasan-kawasan pusat ilmu-ilmu keislaman. Ia baru pulang kembali ka tanah airnya bersamaan dengan peristiwa pengepungan kota Karbala oleh Daud Pasha, penguasa Imperium Ottoman.

 

Mullah Tehrani dikenal karena buku-buku bermutu yang ditulisnya. Di antara karya-karyanya yang terkenal  adalah sejumlah kitab berjudul "Mashabih", Asy-Syari'ul Kabir", "Safinatun-Najah", dan Al-Barahinul Qathi'ah".

 

Wafatnya Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini

 

127 tahun yang lalu, tanggal 20 Aban 1268 HS, Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini meninggal dunia dalam usia 68 tahun.

 

Mulla Ahmad bin Mostafa Khuini Qazvini yang dikenal dengan Mulla Agha lahir sekitar tahun 1210 Hs di provinsi Zanjan. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, beliau kemudian pindah ke provinsi Qazvin. Setelah tinggal beberapa lama di Qazvin, Mulla Agha pindah lagi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya.

 

Selesai belajar pada guru-guru besar Isfahan, Mulla Agha kemudian pergi ke kota Najaf, Irak untuk menuntut ilmu lebih tinggi dan selama bertahun-tahun tinggal di sana untuk menuntut ilmu. Setelah mencapai derajat mujtahid, beliau kemudian kembali ke kota Qazvin dan menetap di sana sambil mengajar dan menuntun warga untuk lebih mengenal Islam.

 

Mulla Agha meninggalkan sejumlah karja seperti Mikraj al-Ushul ila Ilm al-Ushul dalam dua jilid, al-Lawami' fi al-Fiqh berjumlah tiga jilid dan Mirah al-Murad dalam ilmu Rijal.

 

Ayatullah Abdul Hadi Syirazi Wafat

 

56 tahun yang lalu, tanggal 10 Shafar 1382 HQ, Ayatullah Sayid Abdul Hadi Syirazi, seorang ulama terkenal dunia Islam meninggal dunia.

 

Ayatullah Syirazi telah ditinggal wafat oleh ayahandanya sejak masih kanak-kanak. Ia kemudian diasuh oleh Mirza Syirazi, salah seorang ulama besar zaman itu yang masih merupakan kerabatnya.

 

Dari Mirza Syirazi itulah ia mulai berkenalan dengan dunia ilmu-ilmu keagamaan yang kemudian sangat dicintainya. Minatnya yang sangat besar di bidang ilmu-ilmu agama mendorongnya untuk berguru kepada para ulama terkenal lainnya seperti Akhond Khorasani dan Allamah Yazdi. Di antara karya terkenal Ayatullah Syirazi adalah sebuah buku berjudul Darul Islam.

 

Ayatullah Sayid Abolfazl Khosroushahi Wafat

 

30 tahun yang lalu, tanggal 20 Aban 1365 HS, Ayatullah Sayid Abolfazl Khosroushahi meninggalkan dunia dalam usia 84 tahun dan dimakamkan di kota Tabriz.

 

Ayatullah Sayid Abolfazl Khosroushahi lahir ke dunia pada 1281 Hs dari keluarga agamis. Setelah bertahun-tahun menuntut ilmu di Tabriz dan Najaf, beliau berhasil mencapai derajat keilmuan yang tinggi di bidang fiqih. Di masa-masa mencekam dan tekanan rezim Shah, Ayatullah Khosroushahi bersama ayahnya mengajarkan Islam dan menuntun warga Tabriz.

 

Di masa kekuasaan pendukung demokrasi di Azerbaijan pada 1324 Hs Ayatullah Khosroushahi ikut berjuang melawan para penguasa Tabriz yang bergantung pada Uni Soviet. Melihat perjuangannya, ada upaya meneror Ayatullah Khosroushahi dan saudaranya, Sayid Ahmad. Namun sebelum aksi teror dilaksanakan, kekuasaan pendukung demokrasi bubar dan beliau kembali melaksanakan kewajiban agamanya.

 

Ayatullah Khosroushahi dalam upayanya mengajarkan agama Islam, berkali-kali disiksa oleh anasir Shah Pahlevi di Tabriz, tapi beliau tegar dan tetap melaksanakan kewajibannya.