Lintasan Sejarah 12 November 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 12 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Peristiwa Hakamain di Perang Shiffin
1400 tahun yang lalu, tanggal 12 Shafar 38 Hq pagi hari, pasukan Imam Ali as telah siap untuk berperang, tapi Amr bin Ash melakukan tipuan dan memerintahkan pasukan Muawiyah meletakkan al-Quran di atas tombaknya.
Mereka yang melakukan ini berada di barisan terdepan dan di barisan belakang mereka meletakkan apa saja di ujung tombaknya. Mereka berteriak “Laa Hukma Illaa Lillah!” yang berarti tidak ada hukum selain hukum Allah.
Orang-orang Munafik seperti Asy’ats bin Qais di pihak Imam Ali as berusaha melemahkan semangat perang pasukan Imam Ali as dengan mengajak orang-orang untuk melakukan Hakamain (arbitrase). Sementara Imam Ali as sendiri telah memperingatkan bahwa yang dilakukan musuh itu hanya tipu muslihat. Beliau mengatakan dirinya sebagai Kalam Allah yang berbicara. Tapi ucapan beliau tidak mampu mengubah kondisi yang ada. Akhirnya, setiap pasukan menentukan dua orang juri untuk memilih seorang yang harus disepakati dari kedua pihak.
Muawiyah memilih Amr bin Ash. Sementara Imam Ali as berkata, “Bila kita terpaksa melakukan ini, maka Abdullah bin Abbas yang harus kita pilih dan kalau tidak maka Malik al-Asytar an-Nakha’i.”
Asy’ats dan sejumlah penghapal al-Quran, yang nantinya menjadi anggota Khawarij tidak setuju dengan pilihan Imam Ali as dan mengatakan, “Yang harus kita pilih hanya Abdullah bin Qais, yakni Abu Musa al-Asy’ari.”
Kelicikan orang-orang Munafik berhasil menjadikan Abu Musa sebagai wakil. Abu Musa dan Amr bin Ash berbicara di Daumah al-Jandal, sebuah benteng yang terletak antara Madinah dan Syam. Keduanya punya permusuhan dengan Bani Hasyim, khususnya terhadap Imam Ali as. Dengan tipu daya Amr bin Ash berhasil melengserkan Imam Ali as dari khilafah lahiriah. Abu Musa termasuk Munafikin yang pada malam Aqabah, pasca peristiwa Ghadir Khum ingin membunuh Nabi Muhammad Saw.
Pematung Auguste Rodin Lahir
176 tahun yang lalu, tanggal 12 November 1840, Auguste Rodin, seorang pematung terkenal abad ke-19, terlahir ke dunia di Paris.
Auguste Rodin dianggap sebagai salah satu pematung terbesar dan paling produktif abad ke-19 dan 20. Karya-karyanya sangat inovatif dan non-konvensional, sehingga awalnya ditolak oleh para kritikus senirupa Perancis.
Bertentangan dengan tradisi senirupa pada masa itu, Rodin meyakini bahwa patung haruslah merefleksikan subjek secara realistis, bukan dalam bentuk ideal. Namun akhirnya, kejeniusan Rodin dikenali oleh para kritikus dan pemerintah Perancis membeli patung "The Age of Bronze" sebagai karya pertama Rodin yang dimiliki oleh negara. Rodin meninggal dunia tahun 1917.
Pembunuhan Massal Warga Rafah
60 tahun yang lalu, tanggal 12 November 1956, tentara Israel melakukan pembunuhan massal di kamp pengungsian besar Palestina di kota Rafah, Jalur Gaza, Mesir.
Kejahatan Zionis ini dilakukan hanya beberapa hari setelah diumumkan gencatan senjata dalam perang antara rezim ini, Inggris, dan Perancis, melawan Mesir. Dalam pembunuhan massal terhadap penghuni kamp pengungsian tersebut, tercatat 110 laki-laki, perempuan dan anak-anak tewas dan sekitar 1000 orang lainnya luka-luka.
Saeed Nafisi Meninggal Dunia
50 tahun yang lalu, tanggal 22 Aban 1345 HS, Saeed Nafisi, sastrawan, penulis, dan peneliti besar Iran, meninggal dunia pada usia 71 tahun.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Iran, ia pergi ke Perancis dan menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum dan ilmu politik. Sekembalinya ke Iran, Saeed Nafisi mengajar di beberapa universitas. Selain itu, ia menjadi anggota tetap organisasi kebudayaan Iran.
Nafisi meninggalkan karya lebih dari 180 judul tulisan dan terjemahan, di antaranya koreksi atas teks "Sejarah Baihaqi" dan "Ghazaliyat Athar" dan terjemahan atas buku "Sejarah Politik Sosial Kontemporer Iran". Karyanya yang terpenting lainnya adalah "Kamus Besar Bahasa Perancis-Persia."
SAVAK Serbu Rumah Imam Khomeini di Qom
49 tahun yang lalu, tanggal 22 Aban 1346 HS, SAVAK menyerbu rumah Imam Khomeini ra di Qom.
Imam Khomeini ra sebelum diasingkan ke Najaf, Irak tinggal di sebuah rumah di depan madrasah Hujjatieh Qom. Sebuah tempat yang dibangun untuk perpustakaan dan tempat para talabeh berdiskusi dan belajar. Tempat ini sering dikunjungi para pelajar agama.
SAVAK khawatir tempat ini menjadi basis untuk memperkenalkan Imam Khomeini ra dan pemikirannya. Untuk itu pada 22 Aban 1346 Hs, para intel SAVAK menyerbu tempat ini dan begitu juga rumah Imam Khomeini ra di Qom. Ketika melakukan penyerbuan itu, mereka merampas semua buku, majalah dan kliping yang ada di sana. Lebih dari 10 ribu jilid buku yang dirampas bersama kertas-kertas dan dokumen sejarah.
Sejak saat itu pintu perpustakaan ditutup dan tidak boleh ada yang mengunjungi tempat ini.