Lintasan Sejarah 17 November 2016
Hari ini, Kamis tanggal 17 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abu As-Suud Terlahir ke Dunia
542 tahun yang lalu, tanggal 17 Shafar 896 HQ, Muhamad Mushtafa Imadi, atau yang lebih dikenal dengan nama Abu as-Suud, ulama dan mufassir terkenal muslim terlahir ke dunia di kawasan pedesaan Mudarris, dekat kota Istanbul, Turki.
Karena kecemerlangannya di dunia ilmu, setelah menyelesaikan masa studinya, Abu as-Suud langsung diminta untuk mengajar di sejumlah pusat keilmuan di Turki. Pada saat yang bersamaan, ia juga diangkat sebagai hakim di Istanbul.
Abus-Suud juga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap situasi sosial politik di zamannya. Ia sempat terlibat di pemerintahan Imperium Ottoman. Saat itu, ia melakukan banyak pembenahan terhadap hukum negara dan berupaya menjadikan syariat Islam sebagai dasar seluruh hukum negara. Di antara karya tulis Abus-Suud adalah kitab berjudul "Irsyadul ‘Aqlis Salim", "Du'a Nameh", "Qanun Nameh", dan "Mafrudhat".
Giuseppe Verdi Gelar Opera Pertamanya
177 tahun yang lalu, tanggal 17 November 1839, komposer Italia terkenal, Giuseppe Verdi, melaksanakan opera pertamanya yang berjudul Oberto, Conte Di San Bonifacio di Milan.
Giuseppe Verdi dilahirkan di Le Roncole, Italia pada tahun 1813. Sejak kecil, ia telah menunjukkan bakat musiknya dan pada usia 18 tahun, ia dikirim ke Milan untuk belajar di Milan Conservatory. Namun, ia ditolak oleh sekolah tersebut karena usianya telah melewati batas. Verdi kemudian belajar musik dari Vincenzo Lavigna di La Scala, Italia.
Terusan Suez Diresmikan
147 tahun yang lalu, tanggal 17 November 1869, Terusan Suez yang menghubungkan laut Mediterania dengan Laut Merah, resmi dibuka.
Pembangunan terusan ini dipimpin oleh seorang insinyur Perancis bernama Ferdinand De Lesseps dan memakan waktu 10 tahun. Panjang terusan ini mencapai 168 kilometer dengan lebar antara 120 hingga 200 meter.
Beberapa abad sebelumnya, langkah-langkah untuk membuka jalan air di antara kedua laut itu, telah dilakukan oleh Raja Dariush dari Iran dan sebagian raja-raja Mesir. Hal ini menunjukkan posisi penting terusan yang menghubungkan benua Eropa dengan Asia ini.
Konferensi Kairo
73 tahun yang lalu, tanggal 17 November 1943, diadakan Konferensi Kairo di Mesir, yang merupakan salah satu konferensi terpenting pada era Perang Dunia Kedua.
Konferensi ini diadakan oleh para pemimpin negara-negara Sekutu dan dihadiri oleh Presiden AS dan China, serta Perdana Menteri Inggris. Di antara keputusan yang diperoleh dalam konferensi ini adalah pemberian kemerdekaan kepada Korea.
Abbas Forat Yazdi Wafat
48 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1347 HS, Profesor Abbas Forat meninggal dunia dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tehran.
Profesor Abbas Forat Yazdi lahir di kota Yazd pada 1273 Hs. Ia melewati pendidikan dasarnya di tempat kelahirannya. Setelah itu belajar fiqih dan ushul fiqih ke Isfahan, Khorasan dan Tehran. Ia akhirnya menyelesaikan pendidikannya di madrasa Dar al-Fonoun, Tehran.
Forat pada 1298 Hs mendirikan Asosiasi Sastra Iran dan menjabat sebagai sekretaris. Setelah itu menjadi anggota di Asosiasi Sastra Farhangestan dan untuk beberapa waktu ia mengajar di sana. Pada 1325 Hs ia mempublikasikan sebagian dari puisi-puisinya. Ia seorang pembaca puisi gazal yang hebat.
Imam Khomeini Bebaskan Perempuan dan Kulit Hitam AS
37 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1358 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan pembebasan perempuan dan warga kulit hitam Amerika.
Dua pekan pasca pendudukan "sarang spionase" Amerika di Tehran oleh para mahasiswa pengikut garis Imam, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembebasan tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika.
Imam Khomeini ra berkeyakinan bahwa perempuan dan orang-orang kulit hitam Amerika pada intinya termasuk golongan mustadh'afin di tengah masyarakat Amerika dan terpaksa harus menerima tugas yang seperti ini. Oleh karenanya, mereka harus dibebaskan.
Imam dalam pesannya tertanggal 26 Aban 1358 meminta kepada para mahasiswa agar mereka yang belum terbukti melakukan aksi spionase diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Iran dan dikeluarkan secepatnya dari Iran.
Menyusul perintah Imam Khomeini ra, para mahasiswa kemudian membebaskan para tawanan perempuan dan kulit hitam Amerika keesokan harinya 27 Aban 1358 HS.