Lintasan Sejarah 18 November 2016
Hari ini, Jumat tanggal 18 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Uwais Al-Qarni Gugur Syahid
1401 tahun yang lalu, tanggal 18 Shafar 37 HQ, Uwais Al-Qarni, seorang sahabat besar Imam Ali as gugur syahid dalam perang Shiffin.
Uwais berasal dari Qarn, sebuah kawasan sekitar Yaman. Ia memeluk agama Islam pada masa Rasulullah masih hidup. Akan tetapi, ia tidak pernah bertemu dengan junjungannya itu karena harus menjaga ibundanya yang sakit keras. Meskipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, kecintaan Uwais terhadap Nabi yang mulia berikut ajaran suci yang dibawa Rasulullah sangatlah tinggi.
Rasulullah Saw juga berkali-kali menyebut Uwais sebagai seorang muslim yang sangat hebat. Uwais baru mendapatkan kesempatan untuk datang ke Madinah setelah Rasul wafat. Uwais kemudian bergabung dengan para sahabat Rasulullah yang setia dan memberikan kontribusi besar dalam penegakan agama Islam. Ketika pecah perang Shiffin antara pasukan Imam Ali as dan Muawiyah, Uwais turut membela Imam Ali. Di perang inilah Uwais menjemput syahadah.
Rakyat Aljazair Mulai Perjuangan Periode Kedua
177 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan rakyat Aljazair melawan penjajahan Perancis dengan dipimpin oleh Abdul Qadir bin Mahyud-Din.
Pada tahun 1830, Perancis menyerang Aljazair dengan tujuan untuk menguasai negeri ini. Abdul Qadir dengan 50 ribu pasukannya berjuang hingga tahun 1847, namun akhirnya mengalami kekalahan dan dia ditawan oleh tentara Perancis.
Sekitar satu abad kemudian, setelah Perang Dunia Kedua, sekali lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan Perancis. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah Aljazair meraih kemerdekaannya.
Naser Ad-Din Shah Mencopot Amir Kabir dari Perdana Menteri
165 tahun yang lalu, tanggal 28 Aban 1230 HS, Naser ad-Din Shah mencopot Amir Kabir dari posisi Perdana Menteri.
Menyusul meninggalnya Mohammad Shah Qajar, Mirza Mohammad Taqi Khan Farahani yang dikenal dengan Amir Kabir berusaha keras agar kekuasaan dipegang oleh Naser ad-Din Shah dan ia yang akan mengelola negara dengan baik. Oleh karenanya, bersamaan dengan dimulainya kekuasaan Naser ad-Din Shah, Amir Kabir juga diangkat menjadi perdana menteri.
Independensi Amir Kabir dalam mengambil keputusaan dan pelayanan sosial yang diberikan serta secara umum kebijakan dalam dan luar negeri Amir Kabir selalu berpihak pada kepentingan negara. Kebijakan ini tidak disukai oleh tokoh, pangeran dan keluarga kerajaan yang kehidupannya ditanggung negara. Oleh karenanya, mereka melakukan apa saja agar dapat menghentikan kebijakan Amir Kabir. Namun independensi yang ditunjukkan selama ini membuatnya selamat dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Naser ad-Din Shah juga pada awalnya tidak memperhatikan isu-isu yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak menyukai Amir Kabir. Namun konspirasi yang diterapkan dari hari ke hari semakin luas dan bahkan berusaha menakut-nakuti Naser ad-Din Shah. Perlahan-lahan Naser ad-Din Shah yang baru berusia 20 tahun mulai berprasangka buruk kepada Amir Kabir. Akhirnya pada tanggal 28 Aban 1230 HS (19 November 1851) Shah memberhentikan Amir Kabir dari posisinya perdana menteri.
Sekalipun sudah diberhentikan, tapi kebencian terhadap Amir Kabir masih tetap berlanjut hingga akhirnya Naser ad-Din Shah mengeluarkan perintah untuk membunuh mantan perdana menterinya. Amir Kabir meninggal dunia pada 20 Dey 1230 HS (10 Januari 1852).
Louis Daguerre Meninggal
165 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1851, Louis Daguerre, pelukis, inventor, dan fisikawan Perancis, meninggal dunia.
Dia dilahirkan pada tahun 1789 dan sepanjang umurnya, dia berhasil menciptakan berbagai peralatan. Karya Daguerr yang terpenting adalah alat potret atau kamera, yang diciptakannya bersama dengan rekannya Joseph Niepce pada tahun 1829.
Perjanjian Terusan Panama Diteken
113 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1903, Perjanjian Terusan Panama ditandatangani oleh pemerintah Panama dengan AS.
Berdasarkan perjanjian ini, Terusan Panama disewakan untuk selama-lamanya kepada AS dengan imbalan 10 juta dolar tunai dan 250 ribu dolar pertahun. Namun, atas tekanan dari rakyat Panama, AS terpaksa mengubah perjanjian ini. Pada tahun 1978, Presiden AS saat itu, Jimmy Carter dan Presiden Panama, Jenderal Torrijos, menandatangani perjanjian baru yang menyatakan akan mengembalikan Terusan Panama pada akhir tahun 2000.
Terusan Panama yang memiliki panjang 68 kilometer ini, merupakan penghubung antara Samudera Atlantik dengan Lautan Teduh.