Lintasan Sejarah 19 November 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 19 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Hassan Pirnia, PM Dinasti Qajar Meninggal Dunia
81 tahun yang lalu, tanggal 29 Aban 1314 HS, Hassan Pirnia, Perdana Menteri Dinasti Qajar meninggal dunia di usia 63 tahun.
Hassan Pirnia terlahir ke dunia di Tehran pada 1251 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Perancis dan Rusia, ia menjadi penerjemah bahasa Rusia saat Mozaffar ad-Din Shah melakukan lawatan pertamanya ke Eropa. Pada tahun 1281 Hs ia kemudian diangkat menjadi Menteri Otonomi Iran di Rusia dan di masa Revolusi Konsitusi, ia mendapat tugas menyusun tata tertib parlemen.
Pasca terbunuhnya Atabak Azam, Hassan Pirnia diangkat menjadi Menteri Keadilan di Kabinet Moshir al-Saltanah dan beberapa waktu setelahnya ia diberi julukan Moshir al-Dowleh. Setelah Tehran berhasil ditaklukkan dan pembentukan pemerintahan baru, Hassan Pirnia kembali menempati posisi Kementerian Keadilan dan setelah itu dalam beberapa kabinet setelahnya ia memegang sejumlah posisi penting.
Pirnia pada tahun 1293 Hs dilantik menjadi perdana menteri. Di masanya menjadi perdana menteri banyak terjadi peristiwa bersejarah seperti kebangkitan Sheikh Mohammad Khiyabani, Qaeleh Azerbaijan, dimulainya Kebangkitan Janggal dan awal pemberontakan Reza Khan untuk meraih kekuasaan.
Selain pernah menjadi anggota parlemen dalam periode kedua, ketiga, keempat, kelima dan keenam mewakili provinsi Tehran, Hassan Pirnia juga empat kali menduduki posisi perdana menteri dan dengan jumlah yang sama memegang pos kementerian.
Pada sepuluh tahun terakhir kehidupannya, Hassan Pirnia banyak menyisihkan waktunya untuk kegiatan budaya dan sains. Buku Iran Bastan (Iran Kuno) merupakan salah satu karynya.
Moshir al-Dowleh sangat berjasa di bidang hukum pasca Revolusi Konstitusi dan kebanyakan undang-undang yang dijadikan tolok ukur setelah periode Revolusi Konstitusi dibuat olehnya. Hassan Pirnia juga menggagas lembaga pengadilan.
Ayatullah Langgarudi Wafat
55 tahun yang lalu, tanggal 19 Shafar 1383 HQ, Ayatullah Sayid Murtadha Langgarudi, seorang ulama besar Islam asal Iran meninggal dunia.
Ayatullah Langgarudi dilahirkan di kota Langgarud, sebuah kawasan di utara Iran, pada tahun 1306 Hijriah. Sejak masih muda, Ayatullah Langgarudi sudah menunjukkan bakatnya yang besar di bidang agama. Awalnya, ia belajar di hauzah ilmiah Qazvin. Kemudian, ia melanjutkan pelajarannya di Tehran.
Pada tahun 1338 HQ, saat usianya mencapai 32 tahun, beliau pergi ke Najaf, Irak, dan melanjutkan studinya di pusat keilmuan Islam itu hingga mencapai derajat marji. Pengabdiannya terhadap Islam dilakukan dengan cara mengajar.
Kunjungan Pertama Presiden Arab ke Israel
39 tahun yang lalu, tanggal 19 November 1977, Anwar Sadat, Presiden Mesir melakukan kunjungan ke Baitul Maqdis.
Kunjungan Sadat ini merupakan kunjungan pertama presiden Negara-negara Arab ke Palestina Pendudukan, yang dilakukannya tak lama setelah mendekatnya hubungan Mesir dengan Rezim Zionis dan ditandatanganinya perjanjian antara kedua pihak, yang mereka istilahkan sebagai perjanjian perdamaian.
Kunjungan Sadat ini menimbulkan kemarahan dari kaum muslimin Arab dan khususnya bangsa Palestina. Meski demikian, pada tahun 1978, dengan mediator AS, Sadat malah menandatangani perjanjian Camp David dengan Israel. Akibatnya, terjadi gelombang protes besar-besaran dari negara-negara Arab, negara-negara muslim, serta dari rakyat Mesir sendiri.
Penandatangan perjanjian ini dianggap sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Arab dan rakyat Mesir sendiri. Akhirnya pada tahun 1981, Anwar Sadat dibunuh oleh seorang perwira revolusioner Mesir bernama Khalid Islambuli.
NATO dan Pakta Warsawa Teken Perjanjian di Paris
26 tahun yang lalu, tanggal 19 November 1990, pemimpin Negara-negara NATO dan Pakta Warsawa, menandatangani perjanjian di Paris yang mengakhiri perang dingin antara kedua pihak.
Mereka juga menyetujui penghentian perang propaganda dan pengurangan senjata di kedua organisasi militer ini.
Blok barat yang dipimpin oleh AS dan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet terlibat dalam perang dingin setelah adanya niat Uni Soviet untuk memindahkan rudal nuklirnya ke Kuba yang mengancam terjadinya perang nuklir di dunia.
Akibatnya, Uni Soviet dan AS terpaksa menandatangani perjanjian untuk mencegah perang nuklir. Namun demikian, perang politik, propaganda, dan mata-mata di antara kedua blok terus berlangsung dan inilah yang disebut sebagai perang dingin. Menyusul runtuhnya Uni Soviet, berakhirlah perang dingin tersebut.