Nov 20, 2016 16:12 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 20 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Arbain Syahadah Imam Husein

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 20 Shafar 61 HQ, kafilah keluarga Rasulullah yang selamat dari tragedi Asyura kembali ke Karbala.

 

Peristiwa ini terjadi tepat 40 hari setelah tragedi itu berlangsung. Tanggal 20 Shafar kemudian dikenang oleh para pengikut Ahli Bait sebagai hari "Arbain" atau hari ke-40.

 

Berdasarkan catatan sejarah,  setelah berlangsungnya tragedi pahit Asyura,  kafilah keluarga Rasulullah yang tersisa, di antaranya Imam Zainal Abidin yang saat itu tengah sakit keras dan putranya Imam Baqir, beserta kaum perempuan, digiring oleh pasukan Ibnu Ziyad sebagai tawanan. Di Kufah, mereka menggugah kesadaran masyarakat tentang hakikat yang sebenarnya terjadi di Karbala. Sebagaimana yang dicatat secara cermat oleh para sejarawan, terjadi banyak distorsi yang dibuat oleh Ibnu Ziyad dalam menutup-nutupi hakikat perjuangan Imam Husein dan sahabat-sahabatnya hingga gugur syahid di Karbala.

 

Rombongan keluarga Rasulullah itu kemudian dikirim ke Syam untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Sisa rombongan itu tadinya diperkirakan akan dipermalukan oleh Yazid untuk akhirnya dibunuh. Akan tetapi, kefasihan Sayidah Zainab dalam menyampaikan hakikat Karbala kepada masyarakat Syam malah membuat kaum muslimin di sana menjadi tahu kejadian yang sebenarnya. Dengan demikian, keberadaan kafilah itu di Syam hanya membuat sosok Yazid semakin dibenci. Karena itulah Yazid tidak berani membunuh sisa kafilah tersebut. Yazid akhirnya malah membebaskan keluarga Rasulullah.

 

Sisa keluarga Rasulullah itu akhirnya bertolak dari Syam menuju Karbala, untuk melakukan prosesi pemakaman atas jenazah para syuhada Karbala. Pada saat yang sama, dari Madinah, sahabat Rasulullah yang sudah sangat tua, Jabir bin Hayyan al-Anshari juga bertolak ke Karbala. Pada tanggal 20 Shafar, kedua rombongan itu bertemu di tanah bersejarah saksi duka nestapa keluarga Rasulullah itu.

 

Kegagalan Revolusi Irak

 

96 tahun yang lalu, tanggal 20 November 1920,  revolusi besar rakyat Irak melawan Inggris berakhir dengan kegagalan.

 

Setelah Perang Dunia Pertama dan keruntuhan Imperium Ottoman, pemerintah Perancis dan Inggris membagi-bagi wilayah kekuasaan Ottoman di Timur Tengah. Atas dasar itu, Inggris menguasai Irak. Namun, sejak awal Inggris sudah mendapatkan perlawanan dari rakyat Irak.

 

Pada tahun 1920, rakyat Irak dengan pimpinan para ruhaniwan dan ulama mengadakan sebuah revolusi besar dengan tujuan untuk mengusir Inggris serta mendirikan pemerintahan Islami yang independen. Namun, revolusi ini menemui kegagalan karena dihadapi dengan represi yang sangat keras dan pembunuhan massal terhadap rakyat Irak.

 

Abdol Hossein Farmanfarma, Politikus Qajar Meninggal Dunia

 

77 tahun yang lalu, tanggal 30 Aban 1318 HS, Abdol Hossein Farmanfarma meninggal dunia dalam usia 86 dan dikuburkan di kota Rey.

 

Abdol Hossein Farmanfarma yang dikenal dengan Nosrat al-Dowleh merupakan keponakan Mohammad Shah Qajar dan sepupu Naseer ad-Din Shah. Ia dilahirkan sekitar tahun 1232 HS di Tehran. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Dar al-Fonoun, ia kemudia diangkat menjadi pegawai kerajaan. Dengan cepat ia mendapat posisi penting, sehingga ketika Naseer ad-Din Shah melawat Eropa, ia menjadi Komandan Pasukan Pengaman Raja. Setelah kembali dari Eropa ia diangkat menjadi Gubernur Kerman dan Baluchestan dengan julukan Farman Farma.

 

Abdol Hossein banyak diberi posisi penting di pemerintah, hingga sempat menjadi perdana menteri. Namun pasca kudeta tahun 1299 HS, ia mulai ditekan oleh kerajaan dan sejak Sayid Ziya ad-Din Thabathabai berkuasa selama tiga bulan, Abdol Hossein menghabiskan umurnya di penjara. Ia bisa menghirup udara bebas setelah lengsernya Sayid Ziya ad-Din Thabathabai. Sejak dibebaskan ia tidak diberi pos apapun dan hanya diperbolehkan mengikuti acara-acara resmi kerajaan. Sekalipun dekat dengan Reza Khan, ia tidak diberi satu jabatan pentingpun

 

Semasa hidupnya, Farmanfarma diangkat sebagai gubernur selama sepuluh kali, sembilan kali menjadi menteri dan menjabat perdana menteri sebanyak  dua kali. Abdol Hossein pribadi yang banyak kerja, tapi sangat menindas. Dalam pekerjaannya ia banyak menerapkan cara-cara licik, bahkan ia tidak segan-segan menjilat orang di atasnya. Sementara di bidang politik, Farmanfarma berkeyakinan Iran harus bekerjasama dengan Inggris.

 

Kehidupan Farmanfarma bak sebuah kementerian kecil. Ia memiliki banyak rumah di Tehran dan di kota-kota Iran lainnya. Mereka yang bekerja dan dekat dengan dirinya yang mengelola seluruh hartanya. Di tahun-tahun terakhir dari umurnya, Abdol Hossein serius mengurusi kekayaannya. Dalam hal ini, Farmanfarma sangat memperhatikan perubahan yang terjadi. Pasca perubahan rezim despotik menjadi konstitusi dan setelah goyahnya kekuasaan Qajar dan berkuasanya Dinasti Pahlevi, ia dapat memainkan peran sedemikian rupa, sehingga tidak pernah menjadi korban perubahan yang ada.