Lintasan Sejarah 21 November 2016
Hari ini, Senin tanggal 21 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Siraj Ad-Din Armawi, Faqih dan Teolog Lahir
844 tahun yang lalu, tanggal 21 Shafar 594 HQ, Abu al-Tsana Muhamman bin Abi Bakar bin Ahmad lahir.
Ia lebih dikenal dengan Siraj ad-Din Armawi merupakan ulama besar ilmu-ilmu rasional. Beliau dikenal akan kemampuannya di bidang logika dan teologi. Beliau menjadi rujukan di dua bidang ini.
Siraj ad-Din Armawi sendiri banyak meninggalkan karya ilmiah seperti al-Tibyan, al-Lubab, Mukhtashar al-Arbain dan Mashalih al-Anwar.
Kitab Miftahul Falah, Karya Syaikh Bahai Selesai Disusun
387 tahun yang lalu, tanggal 21 Shafar 1051 HQ, penulisan kitab Miftahul Falah selesai dikerjakan oleh Syaikh Bahai, seorang ilmuwan muslim terkemuka.
Penulisan ini dilakukan di kota Ganjeh yang terletak di kawasan Kaukasus.
Penerjemahan kitab Miftahul Falah ke dalam bahasa Persia dilakukan oleh Shadraiy Tabrizi, seorang ahli hadis abad ke-11 Hijriah dan memberi nama kitab terjemahan itu dengan nama Adab-e Abasi. Kitab Miftahul Falah terdiri dari enam bab yang berisi penjelasan mengenai amal-amal dan doa-doa di berbagai waktu dalam sehari semalam.
Voltaire Lahir
322 tahun yang lalu, tanggal 21 November 1694, Francois-Marie Arouet, yang terkenal dengan nama Voltaire, seorang penulis dan filsuf Perancis terkenal, terlahir ke dunia.
Voltaire awalnya menuntut ilmu di bidang hukum lalu bekerja sebagai sekretaris duta besar Perancis di Belanda. Kemudian, ia mengkonsentrasikan diri sepenuhnya di bidang penulisan dan banyak menulis karya yang mengecam pemerintah Perancis. Akibatnya, dia berkali-kali dipenjarakan dan dibuang ke luar negeri.
Pada tahun 1717 hingga 1718, Francois-Marie Arouet ditahan di penjara Bastille. Di dalam penjara itulah, ia menulis naskah tragedi pertamanya yang berjudul Edipe dan untuk pertama kalinya menggunakan nama Voltaire. Pada tahun 1726, Voltaire dibuang ke Inggris dan di sana ia tetap menulis karya-karya yang laku keras di kalangan masyarakat.
Di antara karya-karya Voltaire adalah buku berjudul "Philosophical Letter" yang berisi perbandingan sistem pemerintahan Perancis dengan sistem di Inggris. Buku ini dilarang beredar di Perancis, namun laku keras di Inggris. Karya lainnya berjudul "Dictionnaire Philosphique" dan "Julius Caesar". Dia meninggal dunia tahun 1778.
Penemuan Balon Terbang
233 tahun yang lalu, tanggal 21 November 1783, untuk pertama kalinya dalam sejarah, berhasil diciptakan balon terbang.
Balon terbang ini ditumpangi dua orang, di antaranya seorang fisikawan Perancis bernama Pilatre de Rozier. De Rozier sejak masa mudanya telah berangan-angan untuk menciptakan sebuah alat yang bisa membawa manusia terbang ke langit.
Pada saat yang hampir bersamaan, dua orang bersaudara bernama Mongolfier juga berhasil menciptakan balon terbang. De Rozier sendiri akhirnya meninggal dunia dalam salah satu uji coba terbangnya.
Imam Khomeini ra Kirim Pesan dari Paris Jelang bulan Muharam
38 tahun yang lalu, tanggal 1 Azar 1357 HS, Imam Khomeini ra mengirim pesan bersejarah dari Paris menjelang bulan Muharam, bulan syahadah dan bulan kemenangan darat melawan pedang.
Imam Khomeini ra dalam pesannya menyeru seluruh rakyat Iran bangkit dengan seluruh kekuatan yang dimilinya demi melanjutkan penentangan terhadap Shah dan menumbangkannya. Imam menyebut bulan Muharam telah mengajarkan kepada seluruh generasi manusia sepanjang sejarah bagaimana menang menghadapi ujung tombak.
Isi pesan beliau meminta para ulama dan orator agar memanfaatkan benar-benar pedang ilahi bulan Muharam guna memotong sisa pohon kezaliman dan pengkhianatan.
Dalam pesannya Imam Khomeini ra secara transparan mencantumkan tujuan suci Revolusi Islam. Kepada seluruh rakyat Iran Imam berkata, "Semua harus bangkit untuk mencerabut silsilah kezaliman Pahlevi dan menciptakan Republik Islam yang berdasarkan hukum-hukum Islam yang mulia dan kemenangan milik rakyat."
Imam Khomeini ra tidak lupa mengingatkan, "Dengan tibanya bulan Muharam, bulan kebangkitan, keberanian dan pengorbanan telah dimulai. Bulan Muharam adalah bulan kemenangan darah melawan pedang. Para penceramah dan orator punya kewajiban ilahi yang lebih berat untuk mengungkap kejahatan-kejahatan rezim. Suara revolusi besar Iran telah berbunyi di negara-negara Islam dan di negara-negara lain dan memunculkan kebanggaan."
Pesan bersejarah Imam Khomeini ra ini pada hakikatnya perintah beliau kepada rakyat untuk mulai bergerak. Pesan ini dengan cepat menyebar ke seluruh Iran dan disampaikan kepada rakyat. Dampak penting dari pesan ini mempercepat tumbangnya rezim Shah Pahlevi.