Nov 22, 2016 07:34 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 22 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Nuqtah Meninggal

 

809 tahun yang lalu, tanggal 22 Shafar 629 HQ, Ibnu Nuqtah, seorang ulama dan ahli hadis terkemuka abad ke-7 hijriah, meninggal dunia di kota Bagdad.

 

Ibnu Nuqtah sejak kanak-kanak telah tertarik kepada ilmu hadis dan untuk mengumpulkan hadis, dia melakukan perjalanan ke berbagai negara, di antaranya Iran, Suriah, dan Mesir.

 

Di samping itu, ia pun mendidik banyak murid di bidang ilmu hadis, di antaranya bernama Ibnu Asakir yang kemudian juga dikenal sebagai seorang cendikiawan muslim. Salah satu di antara karya penulisan Ibnu Nuqtah berjudul al-Istidrak.

 

Mirza Mohammad Baqir Khonsari, Faqih dan Ahli Hadis Lahir

 

212 tahun yang lalu, tanggal 22 Shafar 1226 HQ, Mirza Mohammad Baqir Khonsari, seorang faqih, ahli hadis, rijal dan juga sastrawan lahir di kota Khonsar lahir.

 

Mirza Mohammad Baqir bin Mirza Zain al-Abidin Khonsari adalah ulama besar abad ke-13 dan 14 Hijriah. Mirza Mohammad Baqir Khonsari dipercaya menjadi ketua ulama Isfahan.

 

Kuliah yang disampaikannya di Isfahan menjadi tempat berkumpulnya ulama seperti Syeikh as-Syariah Isfahani, Sayid Abu Turab Khonsari, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan lain-lain.

 

Ahsan al-Athiyyah, catatan pinggir Syarah Lum’ah, Qurrah al-Ain, Raudhaat al-Jannat fi Ahwal al-Ulama wa as-Sadaat dan lain-lain merupakan sebagian dari karya-karyanya.

 

Lebanon Merdeka


73 tahun yang lalu, tanggal 22 November 1943, di tengah berkecamuknya Perang Dunia Kedua, Lebanon mengumumkan kemerdekaannya.

 

Sejak tahun 1918, Lebanon yang sebelumnya termasuk bagian dari Imperium Ottoman, jatuh ke tangan Perancis. Tahun 1923, Perancis mendapatkan dukungan masyarakat internasional dan secara resmi menduduki Lebanon. Sejak saat itu sampai tahun 1943, Lebanon menjadi ajang perjuangan rakyat yang menentang praktik penjajahan dan diskriminasi yang dijalankan Perancis.


Lebanon memiliki luas wilayah 10.400 kilometer persegi dan terletak di wilayah barat Timur Tengah dan Laut Mediterania serta berbatasan dengan Suriah dan Palestina pendudukan.

 

Resolusi DK-PBB Nomor 242 Disahkan


49 tahun yang lalu, tanggal 22 November 1967, Dewan Keamanan PBB mengesahkan sebuah resolusi nomor 242 mengenai Palestina pendudukan.

 

Resolusi tersebut menuntut rezim Zionis Israel untuk segera menarik mundur pasukannya dari seluruh wilayah yang didudukinya dalam perang Arab-Israel juni 1967, menghentikan segala bentuk operasi militer, mengakui kedaulatan negara-negara di kawasan, menjamin keselamatan kapal-kapal yang melintas di perairan internasional di kawasan seperti Teluk Aqaba dan Terusan Suez, serta mencari penyelesaian masalah pengungsi palestina secara adil.

 

Meski demikian, sampai saat ini, Israel yang mendapatkan dukungan total negara-negara Barat, khususnya Amerika, hanya bersedia mematuhi sebagian isi resolusi Dewan Keamanan nomor 242 yang menguntungkannya.

 

Rezim Pahlevi Serbu Makam Suci Imam Ridha as

 

38 tahun yang lalu, tanggal 2 Azar 1357 HS, di kota Mashad terjadi aksi demonstrasi damai yang dilakukan oleh rakyat.

 

Para demonstran memasuki komplek makam suci Imam Ridha as. Tiba-tiba pasukan rezim Pahlevi menembaki rakyat dan sejumlah orang gugur syahid di tempat. Aksi penembakan di komplek makam suci Imam Ridha as itu membuat rakyat semakin marah dan ulama mereaksi keras peristiwa itu.

 

Imam Khomeini ra dalam sebuah pesannya mengingatkan:

 

“Pemerintah penjahat dan militeristik diperintah oleh Shah untuk menebar teror dan ketakutan. Satu dari kesalahan terbesar para penjahat dan musuh Islam ini adalah menembaki komplek makam suci Imam Ridha as dengan senapan otomatis.”

 

Setelah itu, Imam Khomeini ra mengumumkan tanggal 5 Azar sebagai hari berkabung nasional. Setelah Imam Khomeini ra mengeluarkan pesannya, ulama dan marji juga mengeluarkan pesannya mengutuk aksi penembakan di Mashad dan menegaskan perlunya dijadikan hari berkabung nasional.

 

Mehdi Khaledi Meninggal Dunia

 

26 tahun yang lalu, tanggal 2 Azar 1369 HS, Mahdi Khaledi, musikus termasyhur Iran, meninggal dunia pada usia 71 tahun.

 

Ia mempelajari musik dari musisi-musisi terkemuka di kota Teheran. Kemampuannya yang tinggi di bidang musik membuatnya dalam waktu singkat berhasil masuk ke jajaran musisi terkemuka Iran. Ia dikenal sebagai pencipta metode baru dalam teknik memainkan biola yang hingga kini terus digunakan oleh para musisi dewasa ini.