Lintasan Sejarah 23 November 2016
Hari ini, Rabu tanggal 23 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Rumania Dikuasai Imperimum Romawi
1915 tahun yang lalu, tanggal 23 November tahun 101, kawasan Rumania dikuasai oleh Imperium Romawi.
Romawi berkuasa di Rumania hingga tahun 1453, ketika Imperium Ottoman menyerang kawasan tersebut dan mendudukinya. Sebagian wilayah Rumania juga dikuasai oleh Austria sampai tahun 1877, yaitu ketika Rumania mengumumkan kemerdekaannya.
Rumania terletak di tenggara Eropa dan berbatasan dengan Rusia, Hongaria, Bulgaria, dan Yugoslavia.
Fernando Magellan Tewas
495 tahun yang lalu, tanggal 23 November 1521, Fernando Magellan, pelaut Spanyol termasyhur, tewas terbunuh.
Pada tahun 1519, ia memulai ekspedisi penemuan wilayah baru dengan lima buah kapal. Ketika sampai di pantai Amerika Selatan, ia menemukan selat yang kemudian diberi nama Selat Magellan. Melalui selat ini, Magellan dan pasukannya mencapai Lautan Teduh, namun di laut ini mereka kelaparan dan tersesat, sampai akhirnya mencapai Philipina.
Akibat turut campur dalam urusan internal kaum pribumi Philipina, Magellan dan anak buahnya terlibat dalam pertempuran dengan kaum pribumi. Dalam pertempuran ini, Magellan dan sebagian besar anak buahnya terbunuh. Pelaut yang tersisa hanya 18 orang, dan dengan satu kapal, mereka kembali ke Spanyol.
Syeikh Agha Najafi Isfahani Meninggal
137 tahun yang lalu, tanggal 23 Shafar 1301 HQ, Syeikh Muhammad Baqir Agha Najafi Isfahani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia.
Beliau dilahirkan pada tahun 1234 Hijriah dan setelah menyelesaikan pendidikan di berbagai bidang keilmuan agama di kota Isfahan, Iran, Agha Najafi melanjutkan pendidikan ke kota Najaf, Irak.
Sepulang dari Najaf, Agha Najafi tinggal di kota Isfahan dan di kota itu, selain mengajar agama, beliau juga aktif dalam menegakkan kebenaran dan menentang kemungkaran di tengah masyarakat. Agha Najafi meninggalkan berbagai karya penulisan, di antaranya berjudul "Lubbul-Fiqh" dan "Lubbul-Ushul". (IRIB Indonesia)
Publikasi Pertama Koran Majlis Iran
110 tahun yang lalu, tanggal 3 Azar 1285 HS, harian Majlis di Iran untuk pertama kalinya diterbitkan dengan menggunakan mesin cetak jenis timbal.
Harian ini, selain menerbitkan kabar-kabar dari dalam dan luar negeri, juga memberikan tanggapan atas semua sidang-sidang yang dilakukan oleh Majlis Permusyawaratan Iran. Redaktur harian ini adalah Adib Almamalik Farahani, seorang penulis terkenal Iran pada masa itu.
Rezim Pahlevi Menutup Masjid Javid Tehran
42 tahun yang lalu, tanggal 3 Azar 1353 HS, rezim Pahlevi menutup masjid Javid Tehran.
Hal itu dilakukan setelah Ayatullah Khamenei memberikan ceramah di sana pada 3 Azar 1353 Hs. Para anasir rezim Shah Pahlevi menyerbu masjid dan atas perintah SAVAK masjid ini ditutup dan mereka menangkap Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh dan menjebloskannya ke penjara.
Ketika Imam Khomeini ra diasingkan ke Najaf, Irak, rezim Pahlevi tidak mengizinkan seorangpun melakukan aktivitas menentang rezim.
Ayatullah Doktor Mohammad Mofatteh, selain melakukan sejumlah aktivitas terpisah di forum-forum agama dan akademik, beliau juga menjadi imam masjid Javid Tehran. Ayatullah Mofatteh menggunakan masjid sebagai basis lokal untuk membentuk generasi muda Islam yang revolusioner. Beliau menjadikan masjid ini sebagai basis untuk membela nilai-nilai Islam.
Pada waktu itu, Syahid Mofatteh membentuk satu pusat muqawama dan mengundang para pejuang terkenal waktu itu seperti Syahid Muthahhari, Doktor Bahonar dan lain-lain untuk memberikan ceramah di sana. Di masjid ini, para pemuda agamis dan akademis, memanfaatkan pidato-pidato yang ada dan perpustakaan masjid yang cukup lengkap. Pengelola masjid juga menyelenggarakan kelas-kelas seperti tafsir, Nahjul Balaghah, akidah, ekonomi Islam, sejarah agama, sosiologi dan lain-lain.
Para pemuda hadir dengan penuh antusias mendengarkan ceramah-ceramah revolusioner dan masjid menjadi basis lain untuk melakukan aktivitas anti rezim Pahlevi. Dari masjid ini pengumuman dan pesan Imam Khomeini ra disebarkan dan ini dilihat oleh rezim Pahlevi sangat merugikan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menutup masjid Javid.