Nov 24, 2016 11:28 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 24 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Durustuwiyah, Ahli Nahwu Meninggal

 

1091 tahun yang lalu, tanggal 24 Shafar 347 HQ, Ibnu Durustuwiyah, ahli Nahwu meninggal dunia di Baghdad dalam usia 88 tahun.

 

Abu Muhammad, Abdullah bin Jakfar bin Muhammad bin Durustuwiyah, ahli nahwu, bahasa dan sastra Arab lahir di kota Baghdad tahun 258 Hq. Ia juga menguasai ilmu hadis dan dalam ilmu nahwu Ibnu Durustuwiyah mengikuti Ali bin Isa Rummani dan Mubarrad.

 

Ibnu Durustuwiyah banyak meninggalkan karya seperti al-Irsyad, al-Kuttab, Akhbar an-Nahwiyyin dan Ma’ani Syi’r.

 

Shahib bin Ibad Meninggal

 

1053 tahun yang lalu, tanggal 24 Shafar 385 HQ, Shahib bin Ibad, seorang sastrawan Persia pada masa pemerintahan Dinasti Dailami, meninggal dunia.

 

Kehebatan Shahib bin Ibad membuatnya diangkat sebagai menteri oleh Dinasti Dailami, namun jabatan itu tidak mengubah sikapnya yang selalu rendah hati.

 

Karya Shahib bin Ibad yang paling terkenal  berjudul al-Muhith yang berisi tentang ilmu bahasa dan terdiri dari tujuh jilid. Karya-karya lain Shahib bin Ibad berjudul Imamat, al-Anwar, dan al-A'yad wa Fadhaailun.

 

Baruch Spinoza Lahir

 

384 tahun yang lalu, tanggal 24 November 1632, Baruch Spinoza, seorang filsuf dan sosiolog terkenal dari Belanda, terlahir ke dunia.

 

Karya pertamanya adalah The Treatise on The Correction of The Understanding, yang lebih banyak berbicara tentang metode filsafat. Ia kemudian banyak menggeluti pemikiran filsafat Descartes dan menulis ulang buku Descartes yang berjudul "Principle of Philosophy" dengan menggunakan metode geometri.

 

Karya Spinoza lainnya adalah Theologico-Political Treatise yang berisi gagasan kemerdekaan untuk berpikir dan berekspresi. Metode dan pemikiran filsafat Spinoza mirip dengan kritikan sufisme. Kritikan-kritikannya terhadap agama Yahudi membuatnya diasingkan oleh para ulama Yahudi.  Spinoza meinggal dunia pada tahun 1977.

 

Michael Faraday Berhasil Menemukan Induksi Elektromagnetik

 

185 tahun yang lalu, tanggal 24 November 1831, Michael Faraday, seorang fisikawan Inggris, berhasil menemukan fenomena induksi elektromagnetik.

 

Penemuannya ini merupakan langkah besar dalam ilmu fisika. Faraday dilahirkan pada tahun 1791 dan awalnya ia bekerja di sebuah toko buku sambil melakukan penelaahan ilmiah.

 

Beberapa tahun kemudian, ia menjadi asisten pada laboratorium milik Humphrey, seorang fisikawan Inggris. Faraday kemudian melakukan berbagai eksperimen dan berhasil menemukan fenomena rotasi elektromagnetik, efek magneto-optikal, motor elektrik, dan menemukan sebuah hukum fisika yang diberi nama hukum Faraday. Ia juga orang pertama yang berhasil mencairkan gas chlor.

 

Pembatalan Kontrak Minyak Tambahan antara Iran dan Inggris

 

66 tahun yang lalu, tanggal 4 Azar 1329 HS, dilakukan pembatalan kontrak minyak tambahan antara Iran dan Inggris.

 

Majlis Syura Nasional Iran membatalkan kontrak minyak tambahan antara Iran dan Inggris. Kontrak ini disusun tepat di puncak perseteruan antara Amerika dan Inggris untuk menjarah sumber-sumber minyak Iran dan ketika gerakan untuk menasionalisasikan industri minyak Iran semakin meluas.

 

Kontrak minyak tambahan ini dibuat sebelumnya untuk memperkuat posisi dan memperluas wewenang Inggris dalam memanfaatkan minyak yang berada di selatan Iran. Majlis Syura Nasional Iran melihat kontrak tambahan itu mengancam kedaulatan dan kepentingan nasional Iran.

 

Kelompok ulama yang dipimpin oleh Ayatullah Kashani dan nasionalis di bawah kepemimpinan Doktor Mosaddegh waktu itu menolak kontrak ini dan berusaha mengungkap konspirasi penjajahan Inggris di balik kontrak ini. Upaya ini berhasil dan industri minyak Iran pada 29 Isfand 1329 Hs berhasil dinasionalisasikan.

 

Ayatullah Gharavi Meninggal Dunia

 

38 tahun yang lalu, tanggal 4 Azar 1357 HS, Ayatullah Gharavi meninggal dunia di Tehran dalam usia 83 tahun.

 

Ayatullah Mohammad Gharavi Kashani lahir di kota Kashan pada 1274 Hs. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya. Setelah itu beliau pergi ke kota Isfahan dan melanjutkan studi agamanya di sana. Selama di Isfahan, Ayatullah  Gharavi belajar pada guru seperti Hakim Jahangir Khan Qashqai dan Akhond Mulla Mohammad Kashani.

 

Demi melanjutkan pendidikan tingginya, Ayatullah Gharavi memilih untuk belajar di Najaf. Selama di Najaf, beliau belajar pada guru-guru besar seperti Mirza Naini, Sayid Abul Hasan Esfahani dan Agha Dhia ad-Din Iraqi hingga mencapai derajat ijtihad.

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya, beliau kembali ke Iran untuk mengajar agama. Di samping mengajar, beliau juga akitif dalam perjuangan melawan rezim Shah yang despotik.