Lintasan Sejarah 25 November 2016
Hari ini, Jumat tanggal 25 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Gempa Bumi Sumatera
183 tahun yang lalu, tanggal 25 November 1833, terjadi gempa besar di lepas pantai barat Sumatera sekitar pukul 22.00 WIB dengan perkiraan kekuatan 8,8 sampai 9,2 SR.
Gempa ini disebabkan pecahnya segmen palung Sumatera sepanjang 1.000 km di tenggara area yang mengalami hal yang sama pada Gempa bumi Samudra Hindia 2004.
Gempa ini kemudian memicu terjadinya tsunami yang menerjang pesisir barat Sumatera dengan wilayah terdekat dari pusat gempa adalah Pariaman hingga Bengkulu. Tsunami juga menyebabkan kerusakan parah di Maladewa, Sri Lanka, dan Seychelles. Selain itu, tsunami juga dilaporkan mencapai Australia bagian utara, Teluk Benggala, dan Thailand meskipun dalam intensitas kecil. Besarnya gempa ini telah diestimasi dengan menggunakan catatan pengangkatan microatoll karang. Namun bencana ini tidak terdokumentasi dengan baik sehingga tidak diketahui dengan pasti dampak dan korbannya.
Sebelumnya pada tahun 1797, juga terjadi gempa bumi berkekuatan 8,5 sampai 8,7 Skala Richter yang juga menimbulkan tsunami di pesisir Sumatera Barat.
Penyebab Malaria Ditemukan
136 tahun yang lalu, tanggal 25 November tahun 1880, penyebab berjangkitnya wabah malaria, berhasil ditemukan oleh Dr. Alphonse Laveran dari Perancis.
Dr. Laveran melakukan banyak penelitian terhadap haematozoa, sporozoa, dan trypanosome. Pada tahun 1907, ia dianugerahi Nobel atas penelitiannya terhadap aktivitas protozoa dalam menyebabkan penyakit. Ia kemudian melakukan penelitian terhadap penyakit malaria dengan mengunjungi berbagai daerah yang terjangkit malaria di Perancis.
Akhirnya, pada tahun 1880, Laveran menemukan bahwa penyakit malaria bersumber dari protozoa parasit dari jenis plasmodium yang dibawa oleh nyamuk anopheles.
Suriname Merdeka
41 tahun yang lalu, tanggal 25 November 1975, Suriname, sebuah negara yang terletak di Amerika Selatan, berhasil meraih kemerdekaannya dari Belanda.
Suriname sejak awal abad ke-16 di bawah kekuasaan Inggris. Namun, Inggris dalam negoisasi imperialismenya, pada awal abad ke-17 menyerahkan Suriname kepada Belanda. Sebaliknya, Belanda melepaskan sebagian wilayah jajahannya di Amerika Utara. Pada tahun 1954, Suriname diberi hak otonomi dan baru 21 tahun kemudian berhasil meraih kemerdekaan penuh.
Suriname terletak di tepi pantai Samudera Atlantis dan berbatasan dengan Brazil, Guyana, Guiana Prancis.
Tentara Rakyat Mustadhafin, Basij Dibentuk
37 tahun yang lalu, tanggal 5 Azar 1358 HS, menyusul dikeluarkannya perintah dari Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran, mengenai pembentukan 20 juta tentara di Iran, dibentuklah Tentara Rakyat Mustadh'afin.
Tentara Rakyat yang disebut sebagai Basij ini, dengan berbekal keimanan yang kuat, semangat pengorbanan, dan semangat juang yang tinggi, memainkan peran besar dalam perjuangan rakyat Iran melawan invasi Irak. Hingga hari itu, Basij tetap berperan aktif dalam bidang sosial, budaya, dan militer di Iran.
Imam Khomeini dalam pernyataannya mengenai Basij mengatakan, "Basij merupakan manifestasi dari etika tinggi Islam dan tempat untuk berkhidmat kepada Tuhan."
Mahmoud Karimi Meninggal Dunia
32 tahun yang lalu, tanggal 5 Azar 1363 HS, Mahmoud Karimi, seorang musisi terkemuka Iran, meninggal dunia.
Sejak kecil, dia mempelajari biola dari ayahnya dan kemudian menuntut ilmu di bidang tersebut secara serius. Mahmoud Karimi meninggalkan dua album karya-karyanya, yang salah satunya merupakan hasil kerjanya selama 40 tahun.
Ia bermaksud untuk membuat album rekaman yang berisikan suara seruling yang dipadukan dengan lagu yang dibawakan oleh para penyanyi terkenal, akan tetapi kematian telah menghalangi semua rencananya itu.
Sayid Hassan Mirkhani Meninggal Dunia
26 tahun yang lalu, tanggal 5 Azar 1369 HS, Sayid Hassan Mirkhani, seorang ahli kaligrafi terkenal Iran, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia belajar kaligrafi Iran dari seniman-seniman terkemuka pada zaman itu dan dalam waktu singkat, Mirkhani berhasil masuk ke deretan seniman kaligrafi besar Iran.
Mirkhani memiliki spesialisasi di penulisan jenis huruf nasta'aliq. Seniman besar Iran ini meninggalkan karya lebih dari 60 jilid kitab. Di antara karya Mirkhani adalah kumpulan syair Sa'di dan Hafez yang ditulis ulang dengan tulisan indah.