Lintasan Sejarah 27 November 2016
Hari ini, Ahad tanggal 27 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Majah Lahir
1229 tahun yang lalu, tanggal 27 Shafar 209 HQ, Ibnu Majah, seorang ahli hadis dan ulama besar muslim terlahir ke dunia di kota Qazvin, Iran.
Setelah melewati pendidikan dasarnya di bidang agama di kota kelahirannya, Ibnu Majah kemudian melakukan perjalanan ke berbagai wilayah Islam untuk menuntut ilmu hadis dari berbagai ulama terkemuka.
Hadis-hadis yang berhasil dikumpulkan oleh Ibnu Majah ditulisnya dalam buku berjudul Sunan Ibnu Majah dan menjadi salah satu kitab rujukan hadis yang utama di kalangan Ahli Sunnah. Ibnu Majah juga melahirkan kitab tafsir al-Quran dan sebuah buku berjudul Tarikh. Ibnu Majah meninggal dunia pada tahun 273 Hijriah.
Anders Celsius Lahir
315 tahun yang lalu, tanggal 27 November 1701, Anders Celsius lahir di Uppsala, Swedia.
Anders Celsius meninggal di kota kelahirannya pada 25 April 1744 dalam usia 42 tahun. Ia adalah seorang astronom Swedia.
Celsius lahir di Ovanaker di Swedia. Dia adalah seorang profesor astronomi pada Universitas Uppsala dari 1730 hingga 1744, namun melakukan perjalanan dari 1732 hingga 1735 mengunjungi observatorium terkenal di Jerman, Italia dan Perancis.
Pada tahun 1733, di Nuremberg dia menerbitkan sebuah koleksi 316 pengamatan aurora borealis yang dibuatnya dan orang lain selama tahun 1716-1732.
Di Paris dia mengagas pengukuran busar meridian di Lapland, dan pada 1736 dia mengikuti ekspedisi yang dilaksanakan untuk tujuan tersebut oleh Akademi Sains Perancis.
Celsius adalah salah satu pendiri Observatorium Astronomi Uppsala pada 1741. Namanya paling dikenal sebagai pengusul skala Celsius pada tahun 1742.
Dia meninggal karena penyakit tuberkulosis di Uppsala.
Kelahiran Theodor Mommsen, Sejarawan Jerman
199 tahun yang lalu, tanggal 27 November 1817, Theodor Mommsen, sejarawan dan peneliti besar Jerman terlahir ke dunia.
Setelah menamatkan pendidikan, Theodor melakukan penelitian mengenai banyak hal, terutama naskah-naskah peninggalan kuno. Salah satu karya besar Theodor Mommsen yang terkenal adalah "Sejarah Rumawi Kuno", yang merupakan salah satu buku sejarah terlengkap yang mengenai kerajaan Rumawi Kuno.
Sejarawan yang mendapatkan hadiah Nobel tahun 1902 ini juga aktif terjun di gelanggang politik dan pernah menjadi wakil rakyat di parlemen Jerman.
Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani Wafat
65 tahun yang lalu, tanggal 7 Azar 1330 HS, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani meninggal dunia dalam usia 77 tahun dan dimakamkan di kota Qom.
Ayatullah Sheikh Abdolkareem Khuyini Zanjani pada 1253 Hs lahir di kota Khuyin, bagian dari kota Zanjan dan sejak kecil telah belajar di madrasah agama. Kemudian, untuk menyempurnakan pendidikannya, ia pergi ke Qazvin dan setelah itu ke Najaf, Irak. Selama di Najaf, beliau belajar kepada Allamah Sayid Kazem Yazdi, Sheikh as-Syariah Isfahani, Akhond Mollah Mohammad Kazem Khorasani dan Mirza Mohammad Taqi Shirazi, hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Setelah bertahun-tahun tinggal di Najaf, Ayatullah Abdolkareem Khuyini Zanjani kembali ke kota kelahirannya Zanjan dan memulai aktivitasnya menyebarkan agama, mengelola urusan Muslimin dan mendidik murid dan calon ulama.
Ulama besar ini di akhir usianya, setelah tinggal selama 40 tahun di Zenjan, ia pindah ke kota Qom dan mengajar kuliah untuk tingkat mujtahid. Beliau juga banyak meninggalkan karya tulis, seperti catatan pinggir untuk Urwah al-Wutsqa, syarah Kifayah al-Ushul dalam 2 jilid dan buku Fawaid.
Kapal Tempur Irak Berhasil Dikalahkan Iran
36 tahun yang lalu, tanggal 7 Azar 1359 HS, kapal tempur Iran berhasil dikalahkan Iran.
Menyusul invasi Irak ke Iran, dalam sebuah pertempuran sengit di Teluk Persia, sejumlah besar kapal perang Irak berhasil dihancurkan oleh angkatan laut Iran. Selain itu, anjungan minyak al-Bakr yang terletak di barat laut teluk Persia juga mengalami kerusakan berat.
Menyusul operasi militer tersebut, kontrol atas kawasan Teluk Persia tersebut berada di tangan pejuang Iran. Hari ini kemudian dikenang oleh rakyat Iran sebagai "Hari Angkatan Laut".