Lintasan Sejarah 1 Desember 2016
Hari ini, Kamis tanggal 1 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Rasulullah Memulai Hijrahnya
1437 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah, tiga belas tahun sesudah diangkat sebagai rasul, Nabi Muhamad Saw memulai perjalanan beliau untuk hijrah ke kota Madinah.
Selama tiga belas tahun masa kenabiannya, Rasulullah banyak mengalami intimidasi dan gangguan yang dilancarkan oleh kaum Musyrikin kota Mekah.
Pada malam menjelang keberangkatan nabi Muhammad Saw ke Madinah, kaum Musyrikin berniat membunuh beliau. Namun, Ali bin Abi Thalib as, dengan gagah berani menyamar sebagai Rasulullah sehingga kepergian Rasulullah tidak berhasil diketahui oleh kaum Musyrikin.
Hijrahnya Rasulullah ke Madinah menandai diawalinya lembaran sejarah baru dalam perkembangan Islam. Rakyat Madinah menyambut Rasulullah dengan gembira dan tak lama kemudian terbentuklah sistem pemerintahan Islam di Madinah.
Kebangkitan Tawwabin Dimulai
1373 tahun yang lalu, tanggal 1 Rabiul Awal 65 HQ, dimulailah kebangkitan Tawwabin yang digerakkan oleh sebagian rakyat kota Kufah, Irak.
Kelompok Tawwabin adalah sekelompok warga Kufah yang menyesal telah meninggalkan Imam Husain dan kafilahnya sendirian menghadapi pasukan Yazid bin Muawiyah, sehingga Imam Husain dan para pembela beliau gugur syahid di Padang Karbala.
Sebelumnya, rakyat Kufah meminta Imam Husein agar datang ke kota mereka untuk memimpin perlawanan terhadap Yazid bin Muawiyah yang telah merebut kekalifahan secara tidak sah dan melakukan kekejaman terhadap rakyatnya. Namun, ketika Imam Husain dan 72 orang anggota kafilahnya hampir mencapai Kufah, mereka dihadang dan diperangi oleh pasukan Yazid.
Sementara itu, rakyat Kufah yang telah diintimidasi, sama sekali tidak datang untuk membela Imam Husein. Kemudian, sekelompok orang yang bertaubat, dipimpin Sulaiman bin Shurad, bangkit mengangkat senjata untuk menuntut balas atas kematian Imam Husain. Perlawanan mereka tidak mencapai hasilnya karena besarnya pasukan Yazid.
Persatuan Suci Eropa Bubar
191 tahun yang lalu, tanggal 1 Desember 1825, persatuan negara-negara Eropa yang dinamakan Persatuan Suci membubarkan diri seiring dengan keluarnya Rusia dari persatuan tersebut.
Organisasi ini berdiri pada tahun 1815 menyusul tumbangnya kekaisaran Napoleon serta terbentuknya Kongres Wina. Pada saat itu, ditandatangani sebuah kesepakatan di antara negara-negara Rusia, Austria, dan Kekaisaran Prusia.
Ketiga negara itu sepakat untuk melaksanakan ajaran Kristen dalam kehidupan bernegara ataupun dalam hubungan internasional. Tidak lama kemudian, sejumlah negara Eropa lainnya turut menandatangani dan bergabung dengan Persatuan Suci ini. Akan tetapi, hanya berselang sepuluh tahun dari ditandatanganinya kesepakatan itu, persatuan tersebut bubar karena banyak prinsip-prinsip yang tidak terjelaskan dari isi kesepakatan, ditambah lagi dengan bermunculannya revolusi di sejumlah negara yang digerakkan oleh kelompok-kelompok yang menginginkan kebebasan.
Perjanjian Non Agresi antara Italia dan San Marino
119 tahun yang lalu, tanggal 1 Desember 1897, Italia dan San Marino menandatangani perjanjian non-agresi.
Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa San Marino berjanji untuk tidak menyerang Italia. Sebaliknya, selain berjanji untuk tidak menyerang San Marino, Italia juga mengakui kedaulatan negara tetangganya itu.
San Marino adalah salah satu negara terkecil sedunia. Negara ini terletak di kawasan selatan selatan Eropa dengan luas wilayah hanya 61 kilometer persegi yang artinya lebih kecil dari Pulau Ternate di Indonesia. Pemerintahan negara ini berbentuk Republik dan penduduknya mayoritas beragama Katolik Roma.
Mirza Koochak Khan Janggali Gugur Syahid
95 tahun yang lalu, tanggal 11 Azar 1300 HS, Mirza Koochak Khan Janggali, seorang ruhaniwan pejuang Iran, gugur syahid dalam perjuangan melawan rezim Mohammad Reza Khan yang despotik.
Setelah menyelesaikan pendidikan agamanya, Koochak Khan bergabung ke dalam barisan pejuang kebebasan Iran yang saat itu berada dalam cengkeraman rezim despotik dan kekuasaan imperialis asing. Pada tahun 1919, Iran dan Inggris menandatangani perjanjian yang memberi peluang lebih besar kepada Inggris untuk mengontrol Iran. Koochak Khan kemudian menggalang perjuangan untuk menentang perjanjian ini yang disebut sebagai "Kebangkitan Hutan".
Pada awalnya, pasukan Koochak Khan meraih kemenangan, namun atas kerjasama pasukan pemerintah dengan Uni Soviet dan Inggris, sebagian anggota gerakan "Kebangkitan Hutan" terbunuh dan sebagian lainnya ditawan. Akhirnya. Koochak Khan juga terbunuh dan dengan demikian berakhirlah gerakan "Kebangkitan Hutan".