Lintasan Sejarah 2 Desember 2016
Hari ini, Jumat tanggal 2 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Atsir Jazairi Meninggal
808 tahun yang lalu, tanggal 2 Rabiul Awal 630 HQ, Ibnu Atsir Jazairi yang dijuluki Izzuddin, seorang sejarawan, sastrawan, dan ahli hadis besar dunia Islam, meninggal dunia di kota Mosul, Irak.
Ibnu Atsir Jazairi dilahirkan tahun 555 HQ di Irak dan melewati umurnya di Mosul, Baghdad, dan Damaskus. Sejak usia muda, Ibnu Atsir menuntut ilmu di berbagai bidang agama dari ulama-ulama terkemuka saat itu, di antaranya Khatib Thusi.
Karya Ibnu Atsir yang paling terkenal adalah al-Kamil fi at-Tarikh. Di dalamnya dia mencatat kejadian-kejadian penting di dunia hingga tahun 627 Hijriah. Karya Ibnu Atsir lainnya berjudul Usdul Ghabah Fi Ma'rifah as-Shahabah yang terdiri dari tujuh jilid biografi 750 sahabat Rasulullah Saw.
Revolusi Fidel Castro Dimulai
60 tahun yang lalu, tanggal 2 Desember 1956, dimulailah revolusi Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro.
Saat itu, Kuba dikuasai oleh rezim Batista yang despotik dan korup. Sebelumnya, pada tahun 1953, Castro juga pernah melakukan perlawanan, namun mengalami kekalahan dan dia dijebloskan ke penjara. Dua tahun kemudian, yaitu tahun 1955, Castro dibebaskan dari penjara dan dibuang ke Amerika.
Pada tanggal 2 Desember 1956, Castro dan 82 pasukannya mendarat di Kuba namun kembali kalah dan mereka melarikan diri ke Sierra Maestra. Pada tahun 1957 , Castro melancarkan kembali serangannya yang berhasil membuat Batista kabur ke luar negeri pada tanggal 1 Januari 1959.
Fidel Castro kemudian mengambil alih kekuasaan dan aksi poliknya yang pertama adalah menasionalisasi industri-industri Kuba yang sebelumnya dikuasai AS. Perlawanan Castro melawan AS inilah yang menyebabkan Kuba dijatuhi embargo dan blokade ekonomi oleh AS.
Pada tahun 1976, Castro diangkat sebagai presiden dan kemudian ia mengangkat diri sebagai presiden seumur hidup. Ia menjalankan pemerintahan negaranya dengan system komunis.
Pengesahan UUD Republik Islam Iran Lewat Referendum
37 tahun yang lalu, tanggal 12 Azar 1358 HS, Undang Undang Dasar Republik Islam Iran disahkan lewat referendum.
Pasca terbentuknya Republik Islam Iran, dibutuhkan Undang Undang Dasar yang bersumber dari budaya, sosial, politik dan ekonomi Iran berdasarkan prinsip-prinsip Islam demi menyiapkan kondisi nyata bagi kedaulatan Islam di segala bidang. Dewan Ahli Kepemimpinan (Shora-ye Khebregan-e Rahbari) yang terdiri dari pakar keislaman dan ulama seperti Ayatullah Beheshti dan lain-lainnya dalam sidang maraton berusaha keras segera menyelesaikan penyusunan draf UUD ini.
Usaha keras ini akhirnya berhasil dan tidak sampai empat bulan, rancangan UUD Iran telah disusun. Penyusunan ini juga sesuai dengan penekanan Imam Khomeini ra harus berdasarkan Islam.
Setelah melewati tahapan penyusunan, draf UUD itu dipublikaskan kepada masyarakat. Pada tanggal 10 dan 11 Azar 1358 (1-2 Desember 1978) diselenggarakan sebuah referendum untuk mensyahkan draf yang telah disusun. Hasil dari referendum diumumkan pada 12 Azar 1358 (3 Desember 1978) dan 99,5 persen rakyat Iran menyetujuinya dan sejak saat itu Republik Islam Iran memiliki UUD berdasarkan Islam.
UUD yangberlandaskan hukum Islam ini dan disahkan lewat referendum pada 12 Azar 1358 itu mengandung 12 Bab dan 175 pasal. Pada tahun 1988, atas persetujuan rakyat, dilakukan penyempurnaan, sehingga kini, UUD tersebut berisi 14 Bab, 177 pasal.
Keberhasilan Uji Coba Rudal Balistik Iran
29 tahun yang lalu, tanggal 12 Azar 1366 HS, Iran berhasil melakukan uji coba rudal balistik.
Ketika Republik Islam Iran tengah menghadapi perang tidak berimbang menghadapi kekuatan-kekuatan adidaya dunia untuk membela eksistensi Islam, aksi embargo terhadap Iran semakin meluas. Tapi pada saat yang sama, pada 12 Azar 1366 Hs, Iran berhasil mengujicoba rudal balistik darat ke darat. Rudal balistik ini menjadi produksi pertama rudal Iran di tengah-tengah berkecamuknya Perang 8 Tahun Iran-Irak.
Keberhasilan ujicoba rudal balistik ini pada dasarnya menjadi babak baru kemampuan pertahanan Iran untuk melindungi negara. Kemampuan ini berkembang cepat pasca perang dengan bantuan para pakar di dalam negeri. Upaya ini menjadikan Iran berswasembada alat-alat perang, terutama rudal demi menjamin teritorial Iran. Kemampuan militer Iran bagaimanapun juga menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi musuh-musuh Islam dan Iran yang menganggap Iran sebagai potensi ancaman bagi mereka.
Kini upaya Iran di sektor industri militer telah meluas hingga membuat sebagian model pesawat tempur, rudal, peluru, senjata dan kapal selam. Tentu saja kemajuan Iran ini dalam rangka membela diri dari serangan musuh-musuhnya.