Lintasan Sejarah 3 Desember 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 3 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Pasukan Yazid Serang Mekah dan Nistakan Masjidul Haram
1374 tahun yang lalu, tanggal 3 Rabiul Awal 64 HQ, pasukan Yazid menyerang Mekah dan menistakan Masjidul Haram.
Yazid bin Muawiyah memerintah selama tiga tahunan. Pada tahun pertama kekuasaannya, ia memerintah pasukannya membunuh cucu Rasulullah Saw, Imam Husein as di Karbala dan melakukan kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Islam.
Pada tahun kedua, ia melakukan kejahatan kedua di Madinah dan pasukannya melakukan pembantaian di sana, sehingga kota suci Madinah penuh dengan mayat umat Islam.
Di akhir kekuasaannya, Yazid bin Muawiyah dengan niat hendak menumpas gerakan Abdullah bin Zubair, ia mengirim pasukannya pada 3 Rabiul Awal 64 Hq di bawah komando Hashin bin Numair ke kota Mekah. Dalam serangan ini, mereka mengepung Masjidul Haram dan menyerang Ka'bah dengan katapel raksasa. Serangan ini terus berlanjut, sehingga Hashin dikabari bahwa Yazid telah meninggal dunia.
Abu Al-‘Ala Al-Ma'ari Meninggal
997 tahun yang lalu, tanggal 3 Rabiul Awal 441 HQ, Abu al-‘Ala al-Ma'ari, seorang penyair dan penulis terkenal dunia Arab, meninggal dunia.
Abu al-‘Ala al-Ma'ari dilahirkan pada tahun 363 Hijriah dan menuntut ilmu bahasa di kota Ma'rah dan berbagai kota lainnya di Suriah.
Al-Ma'ari kemudian pergi ke Baghdad untuk meneruskan pelajarannya. Meskipun Ma'ari sejak kecil telah kehilangan pengelihatannya, ia berhasil menjadi salah satu penyair terkenal di zamannya. Karya syair al-Ma'ari di antaranya berjdul Risalatul Ghufran.
Pemberontakan Terhadap Louis Napoleon
165 tahun yang lalu, tanggal 3 Desember 1851, dimulailah pemberontakan warga Paris, Perancis dalam melawan rezim diktator Louis Napoleon, keponakan Napoleon Bonaparte.
Selama masa pemerintahannya, Louis Napoleon bertindak represif terhadap para penentangnya. Banyak di antara tokoh-tokoh terkemuka Perancis yang dipenjarakan dalam waktu lama oleh Louis Napoleon.
Hal ini menimbulkan kemarahan warga Paris dan melakukan pemberontakan. Namun, Louis Napoleon membungkam pemberontakan warganya itu dengan pembunuhan, pemenjaraan, dan pembuangan. Victor Hugo, seorang penulis terkemuka Perancis adalah salah satu korban yang dibuang oleh Louis Napoleon.
Rajendra Prasad Lahir
132 tahun yang lalu, tanggal 3 Desember 1884, Doktor Rajendra Prasad, seorang politikus dan filsuf India, terlahir ke dunia di kota Bihar, India.
Rajendra Prasad adalah seorang ilmuwan yang amat gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya dari penjajahan Inggris. Rajendra Prasad berjuang bersama Mahatma Gandhi dan beberapa kali terpilih sebagai pemimpin Kongres Nasional India.
Pada tahun 1950, setelah kemerdekaan India dan dibentuknya pemerintahan republik di negara itu, Rajendra Prasad terpilih sebagai Presiden India yang pertama.
Konferensi Palestina Pertama di Teheran
26 tahun yang lalu, tanggal 13 Azar 1369 HS, konferensi pertama tentang Palestina digelar di kota Teheran, Iran.
Konferensi ini adalah untuk menggalang kerjasama dunia untuk mendukung gerakan Intifada dan penentangan terhadap berlanjutnya imigrasi kaum Yahudi ke Palestina. Orang-orang yang hadir dalam konferensi ini, di antaranya adalah para pejuang dan pemikir muslim dari Palestina, Iran, dan negara-negara lainnya.
Masalah utama yang dibahas dalam konferensi ini adalah dimensi dan penyebab gerakan Intifada, revolusi Islam Palestina, dan pengaruh perubahan regional terhadap Palestina.
Doktor Mohammad Fereyduni Meninggal
26 tahun yang lalu, tanggal 13 Azar 1369 Hs, Doktor Mohammad Hossein Masayekh Fereyduni, seorang peneliti dan penulis terkemuka Iran, meninggal dunia pada usia 76 tahun.
Doktor Mohammad Fereyduni meraih gelar doktornya di bidang bahasa dan sastra Persia serta banyak melakukan penelitian di bidang islamologi, Iranologi, dan hubungan budaya negara-negara Islam.
Doktor Fereyduni juga pernah menjadi anggota komisi penelitian ilmiah internasional di UNESCO mengenai jalur sutra. Semua hasil penelitiannya ditulis dalam berbagai buku yang bernilai. Doktor Fereyduni juga sangat menyukai karya-karya Iqbal, sehingga banyak menerjemahkannya syair-syair Iqbal ke dalam bahasa Persia.
Karya-karya Dr. Fereyduni di antaranya berjudul "Suara Penyair Masa Depan" dan "Riwayat Baru Tentang Rahasia Diri Iqbal".