Lintasan Sejarah 5 Desember 2016
Hari ini, Senin tanggal 5 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Wafatnya Sayidah Sukainah binti Husein as
1321 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Awal 117 HQ, Sayidah Sukainah binti Husein as meninggal dunia di kota Madinah dalam usia 75 tahun.
Sayidah Sukainah binti Imam Husein as merupakan salah satu tokoh perempuan Islam dan cucu dari Imam Ali as. Beliau lahir di Madinah sekitar tahun ke-42 Hijrah.
Sayidah Sukainah memiliki keutamaan akhlak dan kefasihan luar biasa. Beliau menjadi salah satu referensi sastra Arab. Suaminya adalah Abdullah bin Hasa as yang juga merupakan sepupunya. Ibu Sayidah Sukainah adalah Rubab.
Beliau bersama ayah, paman dan anggota keluarga lainnya berangkat menuju Karbala. Sayidah Sukainah kehilangan ayah dan keluarganya pada usia 19 tahun dan menanggung kesulitan luar biasa saat ditawan oleh tentara Yazid bin Muawiyah.
Albert The Great Meninggal
786 tahun yang lalu, tanggal 5 Desember 1230, Albert Magnus yang dikenal dengan nama Albert The Great, seorang pendeta yang dianggap sebagai intelektual Gereja, meninggal dunia.
Albert Magnus belajar di Universitas Padua dan kemudian meraih doktor di Universitas Paris. Selain berprofesi sebagai pendeta, Albert Magnus juga menekuni berbagai bidang ilmu seperti biologi, kimia, astronomi, geografi, metafisika, dan matematika.
Salah satu karya Albert Magnus adalah "Manusia dan Binatang, Studi Atas Teks-Teks Renaissance dan Abad Pertengahan." Ia juga berhasil memutihkan tembaga dengan menggunakan arsenik.
Napoleon Kembali Ke Perancis
204 tahun yang lalu, tanggal 5 Desember 1812, setelah mengalami kekalahan besar di Rusia, Napoleon Bonaparte dan pasukannya kembali ke Perancis.
Serangannya ke Rusia dimulai pada tahun 1812 dan dilakukan setelah meraih berbagai kemenangan di Eropa. Setelah enam bulan berperang, Moskow berhasil dikuasai oleh Napoleon dan pasukannya. Namun, suhu yang sangat dingin dan serangan balik dari tentara Rusia, membuat Napoleon kalah dan kehilangan 320 ribu pasukannya.
Universitas Darul Funun Dibuka
170 tahun yang lalu, tanggal 5 Rabiul Awal 1268 HQ, Darul Funun, universitas pertama di Iran yang menggunakan metode modern mulai dibuka.
Universitas ini dibangun pada periode pemerintahan Naseeruddin Shah dari Dinasti Qajar dan pengelolaannya dipimpin oleh Mirza Taqi Khan Amir Kabir. Tujuan pendirian universitas ini adalah untuk menguasai ilmu teknologi dan ilmu-ilmu kontemporer lainnya. Jurusan-jurusan yang pertama kali dibuka di Universitas Darul Funun adalah pendidikan militer pejalan kaki, penunggang kuda, dan jurusan militer lainnya, serta kedokteran dan pembedahan, pertambangan serta farmasi.
Selama masa berdirinya, universitas ini berhasil mewisuda sarjana dalam 12 periode yang sebagian besarnya kemudian meraih jabatan tinggi dalam pemerintah. Namun kemudian, setelah dipisahkannya jurusan kedokteran dengan militer serta munculnya sistem pengajaran baru di bidang militer, lembaga pendidikan ini diubah sistemnya dari bentuk universitas menjadi sekolah biasa.
Pasukan NATO Mundur dari Teluk Persia
29 tahun yang lalu, tanggal 15 Azar 1366 HS, pasukan NATO mundur dari Teluk Persia.
Setelah negara-negara Barat menuduh Republik Islam Iran menebar ranjau di Teluk Persia, pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tiba di teluk ini dengan tujuan membersihkan ranjau yang ada. Namun operasi pembersihan ranjau selama sebulan di Teluk Persia ini hanya berhasil menemukan 4 ranjau.
Kegagalan ini memaksa pasukan NATO meninggalkan Teluk Persia pada tanggal 15 Azar 1366 HS.
Pada hakikatnya, tuduhan itu hanya alasan bagi negara-negara Barat untuk tetap hadir di Teluk Persia, setelah dalam perang 8 tahun yang dipaksakan rezim Saddam Husein lewat provokasi Barat gagal menggulingkan Revolusi Islam yang baru menang di Iran.
Manouchehr Jahan Beglu Meninggal Dunia
26 tahun yang lalu, tanggal 15 Azar 1369 HS, Manouchehr Jahan Beglu, seorang pemusik tradisional Iran terkemuka, meninggal dunia pada usia 62 tahun.
Ia dilahirkan pada tahun 1305 Hs dan kemudian menuntut ilmu musik di bidang musik dari pemusik-pemusik terkemuka Iran saat itu. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Austria hingga berhasil meraih gelar doktor.
Sekembalinya ke Iran, di samping mengajar musik, Manouchehr Jahan Beglu melakukan penelitian di bidang musik. Karya yang ditinggalkannya antara lain buku berjudul "Pelajaran Santur".