Des 06, 2016 07:54 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 6 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Kelahiran Maulawi Jalaluddin Ar-Rumi

834 tahun yang lalu, tanggal 6 Rabiul Awal 604 HQ, Jalaluddin Mohammad bin Baha ad-Din yang dikenal dengan Jalaluddin Rumi lahir di kota Balkh.

 

Rumi pergi ke Turki bertepatan dengan serangan tentara Mongol dan tinggal di kota Konya. Rumi belajar kepada ayahnya dan untuk beberapa waktu ia sempat belajar di Syam.

 

Ketika kembali ke Konya, Jalaluddin Rumi menyibukkan dirinya mengajar ilmu-ilmu agama, sehingga suatu hari ia bertemu dengan seorang arif besar bernama Syamsuddin Mohammad bin Ali Tabrizi di kota itu juga. Pertemuan itu membuat hati Rumi membara hingga akhir hayatnya. Jalaluddin Rumi tidak pernah berhenti mencari hakikat ilahi.

Jalaluddin Rumi menghabiskan 30 tahun dari usianya untuk mencari hakikat di akhir umurnya. Di masa itu pula Rumi meninggal banyakkarya. Matsnawi Maulawi adalah karya monumentalnya yang ditulis dalam 26 ribu bait syair. Ia juga menulis Diwan Ghazal Syams, Rubaiyat yang terkenal, Majalis Sab'ah dan Fihi Ma Fihi.

 

Afonso I, Raja Portugal Meninggal

 

831 tahun yang lalu, tanggal 6 Desember 1185, Afonso I, Raja Portugal meninggal dunia pada umur 76 tahun.

 

Afonso I lahir di Guimaraes atau Viseu pada 5 Juli 1109. Ia adalah raja pertama kerajaan Portugal, mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kerajaan Leon.

 

Afonso menjadi raja pada tanggal 26 Juli 1139, segera setelah Pertempuran Ourique dan meninggal pada tanggal 6 Desember 1185 di Coimbra. Afonso menikahi Mafalda atau Maud dari Savoia tahun 1146. Orang Portugis menganggapnya seorang pahlawan.

 

Quito, Ibukota Ekuador Dibangun

 

482 tahun yang lalu, tanggal 6 Desember 1534, Quito, ibukota Ekuador dibangun.

 

Quito adalah ibukota Ekuador yang terletak di sebuah lembah di bagian barat Pichincha, sebuah gunung berapi aktif di Pegunungan Andes.

 

Ketinggiannya pada sekitar 2850 meter di atas permukaan laut membuatnya kota ibu kota tertinggi kedua di dunia setelah La Paz, Bolivia. Jumlah penduduknya menurut sensus 2001 adalah 1.399.378 jiwa.

 

Kota ini didirikan pada 6 Desember 1534 oleh Sebastian de Benalcazar.

Pada tanggal 24 Mei 1822, sebuah pasukan pimpinan Antonio José de Sucre mengalahkan pasukan Spanyol dalam Pertempuran Pichincha dan sekaligus memerdekakan Quito.

 

Pada tanggal 12 Februari 1949, sebuah siaran novel The War of the Worlds karya H. G. Wells yang realistik membuat panik warga kota. Sebuah gerombolan massa membakar stasiun radio dan kantor-kantor El Comercio, surat kabar besar di Quito, menewaskan 20 orang. Kerusakan harta benda diperkirakan mencapai $350.000. Tiga pejabat ditahan untuk mempertanggungjawabkan siaran tersebut.

 

Hari Mahasiswa Iran

 

63 tahun yang lalu, tanggal 16 Azar 1332 HS, tiga mahasiswa Universitas Teheran gugur syahid karena dibunuh oleh tentara Rezim Shah di Iran.

 

Para mahasiswa itu terbunuh dalam demonstrasi terhadap kunjungan Presiden AS, Richard Nixon, ke Teheran, Iran. Kunjungan Nixon ini dilakukan tiga setengah bulan setelah pemerintahan Mosaddegh yang mendapatkan dukungan rakyat Iran, digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi oleh CIA.

 

Pada tanggal 16 Azar 1332 HS, tentara Rezim Shah mendatangi Universitas Teheran dan menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi sehingga tiga orang di antara mereka tewas. Sehari kemudian, Nixon juga datang ke Universitas Teheran untuk dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang hukum. Kini, tanggal 16 Azar diperingati di Iran sebagai Hari Mahasiswa.

 

Masjid Babri Dihancurkan Oleh Hindu Ekstrim

 

24 tahun yang lalu, tanggal 6 Desember 1992, masjid Babri yang terletak di kota Faizabad, provinsi Uttar Pradesh, India,  dihancurkan oleh kelompok Hindu ekstrim.

 

Masjid ini dibangun pada tahun 1528 oleh Raja Zahiruddin Muhammad Babri dari Dinasti Timur India, di atas sebuah bukit.

 

Pada tahun 1855, seorang berdarah Inggris bernama HW Nobel secara sengaja melakukan kesalahan dalam mencatat dokumentasi  kawasan mesjid tersebut. Ia mencatat bahwa mesjid tersebut dibangun di atas reruntuhan candi tempat kelahiran Rama, salah satu dewa Hindu.

 

Kaum Hindu kemudian berniat mendirikan candi di sana sehingga pada tahun 1922 mereka menyerang dan menghancurkan Masjid Babri. Aksi kaum Hindu ini menimbulkan kerusuhan besar dan mengakibatkan 3.000 kaum muslimin tewas.