Des 07, 2016 15:53 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 7 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 7 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ali bin Muhammad Tanukhi Wafat

1098 tahun yang lalu, tanggal 7 Rabiul Awal 342 HQ, Ali bin Muhammad Tanukhi, seorang ulama, sastrawan, dan penyair terkenal abad ke-4 Hijriah, meninggal dunia dalam usia 64 tahun di kota Basrah.

 

Ali bin Muhammad Tanukhi dilahirkan di Turki dan pada masa mudanya, ia pergi ke Bagdad lalu tinggal di sana.

Tanuqi amat mahir dalam bidang ilmu nahwu, bahasa, matematika, dan sastra. Setelah tinggal beberapa lama di Bagdad, Tanuqi pergi ke Basrah dan bekerja sebagai hakim. Sejak itu, ia pun dikenal dengan nama Hakim Tanukhi. Ia juga terkenal atas kemahirannya berpidato.

 

Tanukhi meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya buku kumpulan syair dan buku berjudul "Kitab al-Aruudh."

 

Pascal Meninggal Dunia

 

354 tahun yang lalu, tanggal 7 Desember 1662, Blaise Pascal, seorang matematikawan Perancis dan penemu mesin hitung, meninggal dunia.

 

Ibu Blaise meninggal dunia ketika ia masih kecil, dan kemudian, Blaise dididik sendiri oleh ayahnya, Etienne Pascal. Pada usia 12 tahun, setelah menyelesaikan pendidikan bahasa Latin dan Yunaninya, Blaise mulai belajar geometri sendiri dan pada usia 16 tahun, ia sudah menerbitkan karya geometri pertamanya di bidang kerucut.

 

Pascal memiliki kesehatan yang sangat lemah, namun ia tetap bekerja konsisten di bidang ilmu. Pada usianya ke-18, ia berhasil menciptakan mesin hitung pertama di dunia. Ketika Blaise berusia 23 tahun, ia mulai tertarik menekuni agama dan menulis beberapa buku filsafat.

 

Di akhir usianya, Pascal memberikan harta kekayaannya kepada kaum fakir miskin dan memberi perlindungan kepada penderita penyakit cacar. Ia meninggal pada usia 39 tahun dan kata-kata terakhirnya berbunyi, "Semoga Tuhan tidak mengabaikanku."

 

Abdul Wahab Kiyali Gugur Syahid

 

35 tahun yang  lalu, tanggal 7 Desember 1981, Abdul Wahab Kiyali, salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, gugur syahid dalam peristiwa teror yang didalangi oleh agen Zionis di kota Beirut.

 

Sejak masa sekolah, Kiyali telah mulai berkecimpung di dunia politik untuk membebaskan Palestina. Ia menulis tesis doktornya di Universitas London dengan pembahasan mengenai masalah Palestina dan perjuangan bangsa Arab melawan penjajahan dan Zionisme. Di antara perjuangan yang dilakukan Kiyali adalah menerbitkan majalah Palestina pertama bernama Palestina Bebas dan mendirikan yayasan penerbitan yang menyuarakan kebebasan rakyat Palestina.

 

Di antara karya yang ditinggalkan pejuang intelektual ini berjudul "Sejarah Baru Palestina", "Gerakan Perlawanan Palestina" dan "Penelitian Mengenai Palestina."

 

Hossein Makki, Sejarawan Iran Meninggal Dunia

 

17 tahun yang lalu, tanggal 17 Azar 1378 HS, Hossein Makki meninggal dunia di Tehran pada usia 88 tahun.

 

Hossein Makki lahir pada tahun 1290 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia pindah ke Tehran dan akhirnya diterima sebagai pegawai negeri. Setelah bulan Shahrivar 1320 Hs dan  adanya kelonggaran situasi politik ia memulai aktifitas resminya di media. Tulisan-tulisannya dalam bidang sejarah, penelitian dan budaya terbit di bagian terpenting koran-koran nomor satu Tehran.

 

Pada masa itu ia menulis buku sejarah "Iran dalam 20 tahun". Karena buku itulah ia menjadi terkenal. Pada tahun-tahun berikutnya ia masuk menjadi anggota partai Iran dan partai Demokrat. Ini adalah awal aktifitas politiknya di parlemen Iran periode 15, 16 dan 17.

 

Hossein Makki termasuk pendukung fanatik Dr. Mosaddegh. Ia termasuk orang yang banyak berjuang dalam menasionalkan perusahaan minyak. Makki adalah anggota organisasi Khal'e Yad salah satu perusahaan di selatan Iran. Karena pengorbanannya ia disebut sebagai pasukan yang penuh pengorbanan.

 

Pasca kudeta 28 Mordad 1332, ia tersingkirkan. Ketika ia kembali aktif di bidang politik pada tahun 1339 Hs, rezim despotik Pahlevi mencegah aktifitasnya. Setelah itu ia mulai aktif di bidang keilmuan dan sastra dan banyak hasil karya yang ditulisnya.

 

Hasil karyanya antara lain, buku sejarah "Iran dalam 20 tahun" sebanyak 8 jilid, " Buku Hitam" sebanyak 8 jilid, buku "Kenangan Politik" sebanyak 2 jilid, buku "Kehidupan Sayid Hassan Modarres" sebanyak 2 jilid, buku "Peristiwa Tir" dan perbaikan Divane Moshtaq dan Farkhi Yazdi.

 

Hossein Makki merupakan orang terakhir di antara orang-orang yang berjuang menasionaliskan perusahaan minyak.