Lintasan Sejarah 8 Desember 2016
Hari ini, Kamis tanggal 8 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Imam Hasan Askari as Gugur Syahid
1178 tahun yang lalu, tanggal 8 Rabiul Awal 260 HQ, Imam Hasan Askari as, cucu Raulullah Saw generasi ke-9, gugur syahid di kota Samara, Irak.
Imam Hasan Askari lahir di Madinah pada tahun 232 Hijriah. Ayah beliau adalah Imam Hadi, imam ke-9 kaum muslimin. Setelah Imam Hadi gugur syahid, Hasan Askari as mengemban tugas untuk melanjutkan tampuk keimamahan kaum muslimin.
Periode kepemimpinan Imam Askari merupakan periode yang sangat berat karena kelahiran putra beliau, Imam Mahdi as. Saat itu, kekhalifahan Islam berada di tangan Dinasti Abbasiah yang menunggu dan mengawasi lahirnya calon imam ke-12 kaum muslimin ini untuk dibunuh. Berkat perlindungan Allah Swt, imam terakhir itu hingga kini tetap hidup dan selamat. Namun, Imam Hasan Askari sendiri akhirnya dibunuh dengan menggunakan racun oleh pemerintahan Abbasiah. Imam Hasan Askari dikenal berilmu tinggi dan banyak melakukan langkah berpengaruh dalam pengembangan keilmuan Islam.
Di antara hadis beliau berbunyi, "Ada dua fitrah manusia yang terbaik , yaitu iman kepada Tuhan dan berbuat kebaikan kepada saudara. Aku mewasiatkan kepada kalian agar kalian bertakwa dalam beragama, jujur dalam berbicara, dan menunaikan amanah."
Golda Meir Meninggal Dunia
38 tahun yang lalu, tanggal 8 Desember 1978, Golda Meir seorang tokoh rezim Zionis, meninggal dunia.
Golda Meir dilahirkan di Kiev Rusia tahun 1898 dan pindah ke Wisconsin Amerika tahun 1906. Pada tahun 1915, Golda Meir bergabung dengan Partai Buruh Zionis dan pada tahun 1921, ia dan suaminya pindah ke Palestina. Pada tahun 1969, Golda Meir terpilih sebagai Perdana Menteri Israel, hingga tahun 1974. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Israel.
Golda Meir adalah salah satu anggota Dewan Rakyat yang menandatangani proklamasi pendirian rezim Israel tahun 1948. Secara signifikan, Deklarasi Kemerdekaan Israel itu tidak menyebutkan adanya perbatasan, dan negara Yahudi tidak pernah secara terbuka menyatakan batas-batasnya.
Pada awal pendiriannya, orang-orang Israel telah menyita 158.332 unit dari keseluruhan 179.316 unit perumahan, termasuk rumah-rumah dan apartemen-apartemen milik bangsa Arab Palestina. Orang-orang Yahudi sedikitnya telah mengambil alih 10.000 toko dan 1.000 gudang. Selain itu, kira-kira 90 persen kebun zaitun dan 50 persen kebun jeruk Israel juga berasal dari rampasan. Perampasan kebun-kebun ini nilainya sangat besar sehingga sangat menolong Israel dalam meringankan masalah serius dalam keseimbangan neraca pembayaran Israel dari 1948 hingga 1953.
PBB Umumkan Irak Sebagai Agresor dalam Perang Irak-Iran
25 tahun yang lalu, tanggal 18 Azar 1370 HS, Javier Peres De Cuellar, sekjen PBB waktu itu, secara jelas dalam laporannya, mengumumkan bahwa Irak pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, melakukan agresi ke wilayah Iran.
Menurut Sekjen PBB tersebut, berdasarkan Piagam PBB, agresi Irak tersebut tidak bisa diterima oleh prinsip dan hukum internasional serta etika internasional. Pada tanggal 31 Shahrivar 1359 HS, tentara Irak secara resmi memulai perang dengan Iran dengan menyerang lewat udara dan darat.
Kota-kota dan desa-desa Iran dihancurkan serta jutaan anak-anak, pria, dan wanita menjadi korban. Irak bahkan juga menggunakan senjata pembunuh massal yang korbannya hingga kini masih hidup dengan menanggung penyakit akibat senjata kimia tersebut. Namun, setelah delapan tahun berlalu, Irak tetap tidak mampu menaklukkan Iran dan mereka mundur ke belakang garis perbatasan internasional.
Wafatnya Ayatullah Al-Udzma Golpaygani
23 tahun yang lalu, tanggal 18 Azar 1372 HS, Ayatullah al-Udzma Golpaygani meninggal dunia dalam usia 95 tahun dan dimakamkan di komplek suci Sayidah Maksumah di Qom.
Ayatullah al-Udzma Sayid Mohammad Reza Mousavi Golpaygani lahir di Golpaygani pada tahun 1277 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di kota kelahirannya, Ayatullah Golpaygani pergi ke Arak dan pada usia 21 tahun beliau telah mengikuti kuliah Kharij Fiqh dan Ushul Ayatullah Hairi Yazdi. Ketika beliau pindah ke Qom, Ayatullah Golpaygani menjadi lingkar khusus Ayatullah Hairi Yazdi. Pasca pendirian Hauzah Ilmiah Qom dan meninggalnya Ayatullah Hairi Yazdi, Ayatullah Golpaygani mulai memberikan kuliah Kharij Fiqh dan Ushul.
Mengajar selama 17 tahun tidak sia-sia. Ayatullah Golpaygani berhasil mendidik puluhan mujtahid yang menjadi ulama besar di Hauzah Ilmiah Qom. Murid-murid beliau seperti Morteza Hairi Yazdi, Syahid Muthahhari, Syahid Mohammad Ali Qazi Thabathabai, Syahid Doktor Mohammad Mofatteh, Syahid Sayid Mohammad Hosseini Beheshti, Ali Mishkini, Naser Makarem Shirazi, Syahid Sayid Asadullah Madani, Jafar Subhani, Lotfollah Golpaygani, Hassan Hassanzadeh Amoli, Ahmad Jannati, Ali Panah Eshtehardi, Reza Ostadi, Ali Ahmadi Mianji, dan masih banyak lagi.
Ayatullah Golpaygani banyak meninggalkan karya ilmiah selama 32 menjadi marji Syiah. Buku Kitab al-Haj, Kitab al-Qadha, dan catatan pinggir terhadap buku al-Urwah al-Wutsqa termasuk karya beliau. Sementara di masa Revolusi Islam dan pasca periode itu beliau senantiasa menyatakan dukungannya terhadap revolusi dan pemimpinnya, Imam Khomeini ra.