Lintasan Sejarah 9 Desember 2016
Hari ini, Jumat tanggal 9 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Hari Keimamahan Imam Mahdi Dimulai
1178 tahun yang lalu, tanggal 9 Rabiul Awal 260 HQ, sehari setelah wafatnya Imam Hasan Askari as, dimulailah hari pertama keimamahan Imam Mahdi af.
Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan Askari as yang pada tanggal 8 Rabiul Awal tahun 260 Hijriah gugur syahid akibat dibunuh khalifah saat itu yang berasal dari Dinasti Abbasiah.
Tak lama setelah diangkat sebagai imam kaum Muslimin, Imam Mahdi atas perintah Allah Swt menyembunyikan diri dari umatnya karena keselamatannya terancam. Berdasarkan berbagai hadis yang sahih, Imam Mahdi as pada saat yang ditentukan Allah akan kembali muncul di tengah kaum Muslimin untuk menegakkan pemerintahan yang adil di muka bumi.
Palestina Diduduki Inggris
99 tahun yang lalu, tanggal 9 Desember 1917, dalam periode Perang Dunia Pertama, pasukan Inggris berhasil mengalahkan tentara Ottoman di Palestina dan wilayah ini pun diduduki oleh Inggris.
Pada bulan Oktober tahun berikutnya, Inggris mengadakan perjanjian penghentian perang dengan Ottoman dan sebagian besar kawasan Timur Tengah diduduki oleh Inggris. Pendudukan Palestina oleh Inggris merupakan langkah penting dalam realisasi Deklarasi Balfour yang berisi rencana pendirian negara Zionis di tanah milik bangsa Palestina.
Demonstrasi Hari Tasu’a Anti Penindasan Rezim Pahlevi
38 tahun yang lalu, tanggal 19 Azar 1357 HS, warga Iran melakukan demonstrasi Hari Tasu’a anti penindasan Rezim Pahlevi.
Bersamaaan dengan peringatan hari kesembilan atau Tasu’a Imam Husein as pada 19 Azar 1357 Hs, warga Iran yang revolusioner mengikuti acara Azadari Imam Husein as sekaligus melakukan demonstrasi bersejarah melawan rezim Shah Pahlevi yang despotik. Di Tehran, sekitar 4 juta warga baik laki-laki, perempuan dan anak-anak ikut dalam aksi demonstrasi dengan tujun ke jalan-jalan.
Para demonstran selain memperingati Tasua Imam Husein as, meneriakkan yel-yel anti rezim Shah dan menyatakan kebencian mereka kepada rezim diktator. Bersamaan dengan aksi demo di Tehran, warga di kota-kota lainnya juga melakukan aksi demo. Aksi unjuk rasa rakyat ini mengakibatkan pondasi rezim Shah yang bergantung pada kekuatan asing semakin melemah dan hanya menanti kehancurannya.
Pemilu Periode Pertama Dewan Ahli Kepemimpinan
34 tahun yang lalu, tanggal 19 Azar 1361 HS, dilaksanakan pemilu periode pertama Dewan Ahli Kepemimpinan
Pemilu periode pertama Dewan Ahli Kepemimpinan Iran (Majles-e Khebregan Rahbari) diselenggarakan berdasarkan Pasal 107 UUD Republik Islam Iran. Kewajiban utama dewan ini adalah menentukan Pemimpin Revolusi Islam.
Pemilu Dewan Ahli Kepemimpinan diselenggarakan saat Iran masih harus membela diri dalam perang 8 tahun yang dipaksakan Irak dan kekuatan-kekuatan hegemoni. Sekalipun demikian, pemilu ini tetap diikuti oleh 18 juta rakyat Iran yang memenuhi syarat pada tanggal 19 Azar 1361 HS (10 Desember 1982).
Dalam pemilu periode pertama ini, rakyat memilih 75 angota Dewan Ahli Kepemimpinan. Akhirnya, terbentuklah Dewan Ahli Kepemimpinan yang dipilih oleh rakyat dan peresmiannya ditandai oleh pesan Imam Khomeini ra pada bulan Tir 1362 HS.
Pasca wafatnya Imam Khomeini ra, Dewan Ahli Kepemimpinan memilih Ayatollah Sayid Ali Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam dan hingga saat ini beliau melakukan kewajibannya sebaik-baiknya.
Gerakan Intifada Pertama Dimulai
29 tahun yang lalu, tanggal 9 Desember 1987, dimulailah gerakan kebangkitan rakyat Palestina untuk melawan rezim Zionis yang telah menjajah tanah air mereka.
Kebangkitan rakyat Palestina yang dinamakan Intifada ini terjadi menyusul semakin kerasnya aksi teror dan represi dari kaum Zionis terhadap bangsa Palestina dan berlanjutnya pendudukan rezim tersebut atas tanah milik mereka. Di samping itu, bangsa Palestina juga telah putus harapan atas bantuan dari pemerintahan Barat dan organisasi-organisasi Plaestina yang ada.
Gerakan Intifada pertama setelah beberapa tahun terhenti, kembali dilanjutkan pada bulan September tahun 2000, yang diberi nama "Intifada Masjid Al-Aqsa". Di antara keistimewaan gerakan ini adalah adanya dukungan luas dari rakyat, kepercayaan bahwa Islam satu-satunya jalan keselamatan, dan ketiadaan ketergantungan pada negara-negara lain. Oleh karena keistimewaan inilah, meskipun tidak berbekal senjata, namun gerakan ini tidak bisa dikalahkan oleh rezim penjajah Zionis.