Des 13, 2016 15:23 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 13 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Dimulainya Kekuasaan 500 Tahun Bani Abbasiah

 

1306 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Awal 132 HQ, dimulainya kekuasaan 500 tahun Bani Abbasiah.

 

Pasca pembantaian yang terjadi demi meraih kekuasaan, masyarakat Islam pada 13 Rabiul Awal 132 HQ, membaiat Abu al-Abbas Abdillah bin Muhammad bin Ali bin Abdillah bin Abbas bin Abdil Mutthalib yang lebih dikenal dengan as-Saffah. Dengan demikian, secara resmi (menurut satu riwayat sejarah) dimulailah masa kekuasaan panjang Bani Abbasiah.

 

Abu al-Abbas as-Saffah, Khalifah Pertama Bani Abbasiah berkuasa hingga 136 HQ. Selama empat tahun berkuasa, ia banyak melakukan pembunuhan dan pembantaian terhadap keturunan Bani Umayah dan juga pecinta Ahli Bait. Itulah mengapa ia diberi julukan Saffah, sebagai orang yang banyak menumpahkan darah. Ia pribadi yang dikenal sangat pendendam. Ia membantai seluruh keturunan Bani Umayah. Ada yang digantung dan ada yang dibakar.

 

As-Saffah merupakan orang pertama yang menggagas sistem kementerian dalam Islam. Karena sebelum ini, pada Bani Umayah, mereka memilih sejumlah orang untuk berkonsultasi. Akhirnya ia meninggal pada 136 Hq dalam usia 32 tahun.

 

Lahirnya Qadhi Jurjani, Faqih dan Sastrawan Muslim
 

1148 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Awal 290 HQ, Qadhi Jurjani, faqih dan sastrawan muslim lahir ke dunia.


Ali bin Abdulaziz bin Hasan bin Ali bin Ismail yang lebih dikenal dengn Abul Hasan Jurjani adalah seorang ahli fiqih mazhab Syafii. Selain ahli fiqih, Jurjani juga seorang ahli puisi dan penulis top. Jurjani banyak bepergian ke negara-negara Islam untuk menimba ilmu.

Qadhi Jurjani meninggalkan banyak karya ilmiah seperti kumpulan buku syair, sejumlah risalah, tafsir al-Quran dan Tahdzib al-Tarikh. Beliau meninggal dunia pada 13 Rabiul Awal 366 Hq, sebagian menyebut 362 dan yang lain menyebut 392 dan dimakamkan di kota Gorgan, Iran.

 

Abel Tasman Menemukan Selandia Baru

 

374 tahun yang lalu, tanggal 13 Desember 1642, Abel Tasman, seorang pelaut Belanda, berhasil mendarat di  sebuah kepulauan di Pasifik Selatan, yang sekarang dikenal sebagai Selandia Baru.

 

Beberapa minggu sebelumnya, Abel Tasman berhasil menemukan pulau Tasmania yang terletak di sebelah tenggara pantai Australia. Awalnya, Abel Tasman menamakan pulau itu sebagai pulau Van Diemen, namun kemudian untuk mengenang Abel Tasman, pulau itu diberi nama Tasmania. Laut di antara Selandia Baru dan Australia juga diberi nama Laut Tasmania.

 

Nama Selandia Baru sendiri berasal dari nama sebuah provinsi di Belanda, yaitu Zeeland. Pada tahun 1840, Inggris secara formal menguasai pulau ini dan dimulailah pembangunan pemukiman Eropa pertama di Wellington, ibu kota Selandia Baru. Penduduk asli Selandia Baru, yaitu bangsa Maori awalnya melakukan perlawanan, namun dapat ditlakukkan oleh para imigran Eropa. Bangsa Maori kini hidup terasing di negerinya sendiri.

 

Pesan Imam Khomeini ra: Rakyat Tidak Boleh Menaati Shah

 

38 tahun yang lalu, tanggal 23 Azar 1357 HS, Imam Khomeini ra menyampaikan pesan agar rakyat tidak boleh menaati Shah.

 

Menyusul pembantaian yang dilakukan oleh rezim Pahlevi di pelbagai kota di Iran, khususnya Isfahan dan Najafabad, Imam Khomeini ra pada 23 Azar 1357 HS (14 Desember 1978) mengirimkan pesan dari Paris, Perancis untuk rakyat revolusioner Iran.

 

Isi pesan itu, selain mengumumkan hari berkabung nasional Imam mengatakan, "Kejahatan yang terjadi di Isfahan dan Najafabad serta di sebagian kota yang lain sudah melampaui batas kemanusiaan yang menyiksa hati setiap orang. Sesuai dengan informasi yang ada, para aparat Shah memasuki rumah-rumah penduduk dan menyerang pemilik rumah dengan senjata otomatis. Mereka membakar masjid-masjid dan menistakan perempuan-perempuan terhormat. Setiap orang yang mereka lihat dan tidak mengatakan "Javid Shah" (Kekallah Shah), langsung dibunuh. Mereka segera menerapkan kebebasan sesuai logika Jimmy Carter.

 

Kini dengan menyaksikan referendum yang terjadi di hari Tasua dan Asyura yang membuktikan kepada dunia bahwa rakyat tidak mengakui Shah dan pemerintah yang ada, maka sudah menjadi kewajiban bangsa Iran untuk tidak menaati Shah dan pemerintah sesuai dengan perintah Islam dan undang-undang. Rakyat tidak perlu memberikan pajak dan melanjutkan segala bentuk protes hingga Shah tumbang."

 

Pesan Imam Khomeini ra ini memberikan semangat ganda kepada rakyat revolusioner Iran dan dengan mengikuti perintah Imam, mereka melanjutkan perjuangan mereka hingga musnahnya rezim thagut.