Des 15, 2016 16:19 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 15 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Nabi Saw Membangun Masjid Quba

 

1437 tahun yang lalu, tanggal 15 Rabiul Awal 1 HQ, Nabi Muhammad Saw membangun masjid Quba.

 

Masjid Quba merupakan masjid pertama di dunia Islam yang terletak di luar kota Madinah. Batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan sendiri oleh Rasulullah Saw setelah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 15 Rabiul Awal 1 Hq.

 

Quba adalah nama sebuah desa yang berada di dekat Madinah. Masjid Quba dibangun pada tahun pertama Hijrah oleh Nabi Muhammad Saw atas usulan Ammar Yasir dan atau atas permintaan warga Quba.

 

Nabi Saw langsung bekerja dan mengangkat bata dari tanah liat dan menyusunnya. Setiap pekan Nabi Saw pergi ke sana dan melakukan shalat.

 

Masjid ini telah mengalami renovasi. Pertama kali di masa Utsman bin Affan dan renovasi terakhir pada 1405 Hq. Di akhir renovasi, ruangan-ruangan di sana semakin diperlebar dan dibangun empat menara dengan ketinggian 47 meter. Di atas ada enam kubah dengan diameter 12 meter dan akhirnya halaman masjid diperluas mencapai 5.035 meter persegi.

 

Henri Becquerel Lahir

 

164 tahun yang lalu, tanggal 15 Desember 1852, Antoine Henri Becquerel, seorang ilmuwan besar Perancis, terlahir ke dunia.

 

Ayah dan kakek Antoine Henri Becquerel juga merupakan ilmuwan besar pada zaman itu. Karya pertama Becquerel adalah mengenai polarisasi cahaya dan penyerapan cahaya oleh kristal. Pada tahun 1896, ia menemukan fenomena radioaktif alami. 

 

Pada tahun 1903, Becquerel berbagi hadiah Nobel di bidang fisika dengan Pierre and Marie Curie untuk penemuan mereka di bidang radioaktivitas. Henri Becquerel  meninggal dunia tangga 25 Agustus tahun 1908.

 

Muhammad Qazvini Lahir

144 tahun yang lalu, tanggal 15 Rabiul Awal 1294 HQ, Muhammad Qazvini, seorang sastrawan, peneliti, dan sejarawan kontemporer Iran, terlahir ke dunia di kota Teheran.

 

Sejak muda, Muhammad Qazvini telah menunjukkan minat dan bakat dalam dunia sastra dan teologi. Ia pun menuntut ilmu dari ayahnya dan sastrawan lain pada masa itu. Selama beberapa waktu, ia tinggal di Eropa dan membuat penulisan ulang dari buku-buku yang berbahasa Persia yang tersimpan di museum-museum Eropa.

 

Karya-karya yang ditinggalkan Muhammad Qazvini  antara lain berjudul "Sejarah dan Kehidupan Hidup pada Masa Hafez". Peneliti besar Iran ini meninggal dunia tahun 1369 Hijriah dan dimakamkan di kota Rey, di selatan Teheran.

 

Spanyol Meninggalkan Sahara Barat

 

41 tahun yang lalu, tanggal 15 Desember 1975, Spanyol mengumumkan untuk meninggalkan Sahara Barat, daerah jajahannya sejak tahun 1884.

 

Dengan demikian, berakhir sudah perjuangan kaum gerilyawan Sahara Barat yang tergabung dalam gerakan pembebasan Polisario. Polisario kemudian memproklamirkan berdirinya Republik Demokratik Arab Sahara.

 

Namun, kemudian Maroko menganeksasi Sahara Barat dan mengklaim bahwa kawasan itu adalah bagian dari wilayahnya. Meskipun Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, menyatakan bahwa invasi Maroko itu melanggar hukum, namun Maroko tetap tidak bersedia mundur dari wilayah itu. Akhirnya kembali pecah perang di Sahara Barat. Puluhan ribu orang melarikan diri dari kekerasan perang.

 

170 ribu Sahrawi, yaitu penduduk asli Sahara Barat sampai kini masih tinggal di kamp pengungsi di Aljazair dalam kondisi buruk. Direncanakan, akan diadakan referendum dengan pengawasan PBB untuk menentukan nasib masa depan bangsa ini.  Sahara Barat terletak di barat laut Afrika di tepi pantai Atlantik, luas 284.000 km2 dan berbtaandengan Mairitania, Maroko, dan Aljazair.

 

Bantuan Intelijen CIA ke Baghdad dalam Perang 8 Tahun
 

30 tahun yang lalu, tanggal 25 Azar 1365 HS, CIA memberikan bantuan intelijen kepada Baghdad dalam Perang 8 Tahun.


Setelah perang yang dipaksakan rezim Saddam terhadap Iran semakin meluas dan kemajuan yang dicapai oleh para pejuang Republik Islam Iran dari hari ke hari bertambah, Amerika meningkatkan bantuan senjata ke Irak. Karena bagi Amerika, mereka tidak dapat menerima kekalahan Irak dari Iran dalam perang ini.

Oleh karena itu, selain pengiriman bantuan senjata modern ke Irak, Amerika juga mulai memberikan bantuan intelijen kepada negara ini sejak tahun 1359 Hs. Bantuan intelijen ini di hari-hari menjelang berakhirnya perang delapan tahun ini menjadi satu kebutuhan penting partai Baath.

Pada tanggal 25 Azar 1365 HS (16 Desember 1986), Irak mendapat pelbagai informasi dan data intelijen sangat rahasia dari pusat-pusat strategis Iran. CIA juga berkali-kali mendorong Irak untuk menyerang instalasi-instalasi vital dan ekonomi Iran. Selama perang delapan tahun ini, CIA mengkoordinasi serangan pesawat-pesawat tempur Irak ke situs-situs dan kawasan penting Iran.