Lintasan Sejarah 16 Desember 2016
Hari ini, Jumat tanggal 16 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Penyelenggaraan Shalat Jumat Pertama
1437 tahun yang lalu, tanggal 16 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah, menurut catatan sebagian riwayat Islam, Rasulullah Saw mendirikan shalat Jumat pertama.
Ketika Rasulullah dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah, sesampainya beliau di tempat kabilah Bani Salim bin Auf di wilayah Quba, beliau mendirikan shalat dan menyampaikan khutbah Jumat pertama itu.
Ibnu Marzban, Sejarawan Islam Wafat
1129 tahun yang lalu, tanggal 16 Rabiul Awal 309 HQ, Ibnu Marzan, sejarawan Islam meninggal dunia.
Abu al-Abbas Muhammad bin Marzban Damiri yang lebih dikenal dengan Ibnu Marzban, sastrawan, ahli bahasa dan guru balaghah. Ia termasuk penerjemah top Iran dan menerjemahkan lebih dari 50 buku berbahasa Persia ke bahasa Arab.
Al-Hawi fi Ululm al-Qurani wa al-Hamash termasuk tulisan dari Ibnu Marzban.
Pembatalan Perjanjian Paksaan Tsar Rusia atas Iran
99 tahun yang lalu, tanggal 26 Azar 1296 HS, perjanjian paksaan Tsar Rusia atas Iran dibatalkan.
Di masa berkuasanya Vusuq Dowleh sebagai perdana menteri, pemerintahan Bolshevik Rusia yang baru terbentuk ingin menarik pasukannya dari kawasan utara Iran.
Sebuah surat dikirim kepada Iran yang isinya menyebutkan pembatalan seluruh perjanjian yang dipaksakan Tsar Rusia terhadap Iran. Surat itu diterima pada 26 Azar 1296 Hs (17 Desember 1917) yang berarti sejak saat itu seluruh perjanjian dengan Tsar Rusia dinyatakan batal.
Sesuai dengan butir-butir dalam surat itu, dibatalkan juga dasar pembagian Iran pada tahun 1907 bagi Rusia dan Inggris. Sementara, bila kedua pihak ingin melanjutkan perjanjian yang sebelumnya telah disepakati kedua negara, maka kedua pihak dapat mengumumkan kesediaannya.
Kazakhstan Merdeka
25 tahun yang lalu, tanggal 16 Desember 1991, Kazakhstan memproklamasikan kemerdekaannya.
Bangsa Kazakh adalah etnis terbesar yang menempati wilayah Kazakhstan dan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan Mongol.
Pada awal abad ke-18, Kazakhstan dikuasai oleh Rusia. Pada abad ke-19, bersama dengan kawasan lain di Asia Tengah, penduduk Kazakhstan mengenal dan memeluk agama Islam. Ketika revolusi komunis menang di Rusia dan Uni Soviet berdiri, sejak tahun 1920 Kazakhastan dijadikan salah satu dari 15 negara yang tergabung dalam Uni Soviet.
Seiring dengan bubarnya Uni Soviet, Kazakhstan pun memerdekakakan diri dan menjadi negara berbentuk republic dengan Nur Sulthan Nazharboyev sebagai presiden pertamanya.
Ayatullah Sheikh Hadi Taallohi Wafat
20 tahun yang lalu, tanggal 26 Azar 1375 HS, Ayatullah Sheikh Hadi Taallohi meninggal dunia dalam usia 95 tahun dan dimakamkan di pekuburan Bagh Behesht, Hamedan.
Ayatullah Sheikh Hadi Taallohi lahir pada 1280 Hs di kota Hamedan. Beliau bertahun-tahun belajar ilmu-ilmu agama kepada ayahnya Ayatullah Sheikh Morteza Taallohi. Setelah itu beliau masuk madrasah Zanganeh, Hamedan yang menjadi pusat riset dan pengajaran di kota ini.
Ayatullah Taallohi juga belajar kepada guru-guru besar seperti Mirza Ali Agha Khalkhali, sheikh Mohammad Bahari dan Sayi Ali Najafi, sehingga mencapai derajat tinggi keilmuan dan ketakwaan. Beliau juga meninggal sejumlah karya tulis.
Roger Garaudy Dipenjara
18 tahun yang lalu, tanggal 16 Desember 1998, Pengadilan Banding Paris menjatuhi Roger Garaudy hukuman penjara dan denda sebesar 40.000 dolar atas tulisannya yang berjudul "The Founding Myths of Israeli Politics" (Mitos Dasar Politik Israel).
Dalam buku itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya, Garaudy menyodorkan bukti bahwa NAZI dan Yahudi bekerja sama dalam PD II. Dalam buku ini, Garaudy menyatakan bahwa kisah tentang kamar gas Auschwitz yang digunakan Nazi untuk membunuh kaum Yahudi adalah rekaan belaka yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat dunia tehadap bangsa Yahudi agar mau menyetujui berdirinya negara Zionis di Palestina.
Lebih jauh, Garaudy menyatakan bahwa klaim adanya 6 juta warga Yahudi yang tewas dibunuh Nazi adalah klaim bohong karena pada zaman itu, populasi total Yahudi tidak mencapai jumlah enam juta.
Atas tekanan dari kaum Yahudi, Roger Garaudy diseret ke pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan "mengingkari kejahatan anti kemanusiaan". Anehnya, tidak satupun orang Yahudi yang pernah dijatuhi tuduhan mengingkari kejahatan anti kemanusiaan yang terjadi di Qana, Lebanon pada tanggal 18 April 1996, ketika tentara Israel membunuh massal 100 pengungsi Arab yang berlindung di markas PBB.