Lintasan Sejarah 17 Desember 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 17 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Kelahiran Rasulullah Saw
1491 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Awal tahun 53 sebelum Hijriah, berdasarkan sebagian besar riwayat sejarawan Islam, Nabi Muhammad Saw terlahir ke dunia.
Ayah beliau bernama Abdullah yang berasal dari kabilah Bani Hasyim dan ibu beliau bernama Aminah. Sebelum dilahirkan, Muhammad Saw telah kehilangan ayahnya yang meninggal dunia akibat sakit dan ketika berusia enam tahun, ibu beliau juga berpulang ke rahmatullah.
Muhammad Saw kemudian diasuh oleh kakek beliau, Abdul Mutthalib, namun dua tahun kemudian kakek beliau wafat dan Muhammad Saw diasuh oleh paman beliau, Abu Thalib. Sejak muda, Muhammad Saw sudah digelari al-Amin karena kejujurannya yang amat dikenal masyarakat.
Sejak muda pula, beliau sering menyendiri di gua Hira' untuk bertafakur dan menjauhkan diri dari kehidupan jahiliah kaumnya. Ketika Muhammad Saw berusia 40 tahun, Allah Swt mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu dan memberi kabar mengenai pengangkatan beliau sebagai Rasulullah. Sejak itu, Muhammad Saw melaksanakan tugasnya sebagai rasul penyampai petunjuk Allah, dengan mengalami banyak penderitaan akibat penentangan dari kaum Musyrik. Kini agama Islam telah tersebar ke berbagai penjuru bumi dan menjadi agama terbesar di dunia.
Imam Jakfar Shadiq Lahir
1355 tahun yang lalu, tanggal 17 Rabiul Awal 83 HQ, Imam Jakfar Shadiq as, cucu Rasulullah generasi kelima, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Sampai usia 12 tahun, beliau diasuh oleh kakek beliau, Imam Sajjad as, dan sembilan belas tahun kemudian dilaluinya di bawah bimbingan ayah beliau, Imam Muhammad Baqir as.
Imam Jafar Shadiq as hidup di masa ketika Dinasti Bani Umayah sedang mengalami kemunduran dan Dinasti Bani Abbasiah mulai merebut kekuasaan. Masa itu dimanfaatkan oleh Imam Jakfar Shadiq untuk menyebarkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan Islam yang murni dan hakiki.
Selain menguasai ilmu dan makrifat Islam, Imam Jakfar Shadiq juga menguasai ilmu kedokteran, kimia, matematika, dan bidang-bidang ilmu lainnya. Pada masa hidupnya, Imam Jakfar Shadiq as merupakan sumber rujukan ilmu dan beliau dikunjungi banyak orang dari berbagai penjuru dunia untuk meminta jawaban atas berbagai persoalan ilmu. Tercatat ada empat ribu murid yang belajar kepada Imam Shadiq, di antaranya Jabir bin Hayyan, seorang kimiawan muslim terkenal. Imam Shadiq as gugur syahid pada tahun 148 Hijriah.
Napoleon Mengeluarkan Dekrit Milan
209 tahun yang lalu, tanggal 17 Desember 1807, Kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte, mengeluarkan dekrit yang dikenal dengan nama Dekrit Milan.
Dekrit ini dikeluarkan sebagai reaksi atas blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Perancis yang dilakukan Inggris sejak bulan Mei di tahun yang sama.
Sebelumnya, pada tanggal 21 November 1806, Napoleon telah mengeluarkan dekrit atau "Komando Berlin" yang berisi larangan bagi semua negara-negara Eropa yang berada di bawah kekuasaan Perancis untuk melakukan perdagangan dengan Inggris.
Dalam Dekrit Milan pasal 3, disebutkan bahwa pulau-pulau Inggris dinyatakan sebagai kawasan yang diblokade. Setiap kapal, milik negara manapun, yang berlayar dari pelabuhan Inggris, atau koloni Inggris, atau negara-negara yang diduduki oleh tentara Inggris akan menjadi hak milik Perancis. Akibat dari dekrit ini, perdagangan Inggris di daratan Eropa menjadi berkurang, namun di lautan, Inggris masih tetap berjaya.
Hari Persatuan Hauzah dan Universitas
37 tahun yang lalu, tanggal 27 Azar 1358 HS, diperingati di Iran sebagai Hari Persatuan Hauzah dan Universitas.
Pada hari ini mengingatkan rakyat Iran akan syahadah seorang pejuang dan alim rabbani Ayatollah Doktor Mohammad Mofatteh. Beliau adalah pelopor pemikiran bersatunya hauzah dan universitas di Iran.
Syahid Mofatteh berusaha keras untuk menyebarkan pemikiran Imam Khomeini ra dan Islam lewat pelbagai macam penelitian. Guna memperingati upaya besar Syahid Mofatteh dan pengorbanannya demi menciptakan persatuan hauzah dan universitas serta pentingnya hubungan, kerjasama dan saling memahami antara dua kelompok pemikir di Iran; kalangan hauzah dan akademik, tanggal 27 Azar menjadi Hari Persatuan Hauzah dan Universitas yang sekaligus menjadi hari syahadah Ayatollah Mofatteh.
Persatuan hauzah dan universitas sebagai dua basis penting pemikiran dan budaya di tengah masyarakat merupakan satu hal yang harus dipertahankan, terlebih lagi dalam menghadapi serangan budaya Barat. Persatuan dan kerjasama dua lembaga ini tentu saja tidak ditafsirkan sebagai bersatu dalam bentuk fisik dan bentuk, tapi pendekatan dan penyatuan prinsip-prinsip pengetahuan, nilai-nilai budaya dan masalah politik dan ekonomi.