Des 19, 2016 07:37 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 19 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Azar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ratusan Penambang Pennsylvania Tewas

 

109 tahun yang lalu, tanggal 19 Desember 1907, terjadi ledakan di tambang batu bara di Jacobs, Pennsylvania yang menewaskan 239 pekerja dan hanya satu pekerja yang selamat dari tragedi itu.

 

Perusahaan batu bara Pittsburgh mendirikan titik penambangan di sisi gunung dekat dengan Sungai Youghiogheny. Kedalaman titik penambangan tersebut sekitar 2 mil (3,2 km) dan enam pekerja ditempatkan di setiap titik. Para pekerja turun dan naik ke permukaan dari titik penambangan dengan menggunakan katrol kayu.

 

Sekitar pukul 11.30 pada hari itu, sebanyak 240 pekerja berada di bawah atau titik penambangan ketika ledakan terjadi. Ledakan tersebut sangat keras, sehingga rumah-rumah di Jacobs Creek mengalami kerusakan. Gumpalan asap tebal keluar dari titik-titik penambangan dan meruntuhkan pintu masuk menuju perusahaan pertambangan itu. Seorang saksi mata mengatakan debu dan asap tebal mengelilingi daerah pertambangan.

 

Joseph Mapleton, yang berada di sisi pintu masuk menuju pertambangan saat ledakan terjadi, ialah satu-satunya pekerja yang selamat dari kejadian itu. Para korban meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan, tubuh hancur dan mengalami gangguan pernapasan. Penyebab ledakan tersebut tidak diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan akibat kantog-kantong gas di titik penambangan secara tidak sengaja tersulur oleh api dari batu baru.

 

Rusia Menyerang Tabriz dan Gilan

 

105 tahun yang lalu, tanggal 29 Azar 1290 HS, Rusia menyerang kota Tabriz dan Gilan, Iran.

 

Pasca ultimatum Rusia kepada pemerintah Iran untuk mengeluarkan Morgan Shuster, pakar ekonomi Amerika di Iran, pemerintah Iran menerima ultimatum ini pada 28 Azar 1290 Hs. Penerimaan ultimatum dengan harapan Rusia mengakhiri arogansinya ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan agresi Rusia semakin luas.

 

Pada 29 Azar 1290 Hs, Rusia mulai menyerang Tabriz. Kota ini terlebih dahulu dipilih karena perlawanan gigih rakyat Tabriz menentang anasir dalam negeri yang berafiliasi ke Rusia, termasuk Mohammad Ali Shah. Kota Tabriz diserang pada dini hari oleh pasukan Rusia. Dengan alasan penghinaan penjaga pos militer Tabriz terhadap seorang petugas Rusia, pasukan Rusia mulai melakukan pembantaian warga Tabriz dan berhasil menguasai tempat-tempat strategis. Setelah itu mereka mulai menjarah harta warga dan setiap upaya melawan ditumpas dengan keji. Tentara Rusia melanjutkan aksi kejahatannya di hari-hari selanjutnya. Pada 10 Dey 1290 Hs, mereka menggantung Tsiqatul Islam Tabrizi, ulama besar Tabriz.

 

Bersamaan dengan serangan yang dilakukan di Tabriz, pasukan Rusia juga menyerang Gilan dan melakukan kejahatan yang sama. Setiap orang yang dicurigai pasti dibunuh dan mereka tidak segan-segan melakukan kejahatan. Tapi berdasarkan fatwa marji, rakyat patuh untuk tidak membeli produk-produk Rusia dan Inggris dan tetap mengobarkan perjuangan melawan pasukan Rusia.

 

Wafatnya Ayatullah Sadr Ad-Din Amili
 

65 tahun yang lalu, tanggal 19 Rabiul Awal 1373 HQ, Ayatullah Sadr ad-Din Amili meninggal dunia pada usia 74 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as Qom di samping kuburan Ayatullah Hairi Yazdi. Ayatullah Sayid Sadr ad-Din adalah ayah dari Imam Musa Sadr.


Ayatullah Sayid Sadr ad-Din Amili adalah anak Sayid Ismail yang lahir pada tahun 1260 Hs dari keluarga relijius di kota Kazhimain. Setelah berpindah ke kota Karbala, beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah. Di usia 19 tahun Ayatullah Sadr ad-Din kemudian menuju Najaf. Di sana beliau belajar pada guru-guru besar seperti Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan Mirza Husein Naini, sehingga mencapai derajat ijtihad.

Ayatullah Sadr ad-Din mengunjungi Iran pada tahun 1299 Hs dan tinggal di sekitar komplek kuburan suci Imam Ridha as di Mashad sambil mengajar dan menuntun masyarakat. Ayatullah Sadr ad-Din sempat balik ke Irak dan kemudian kembali lagi ke Mashad dan menjadi imam shalat berjamaah di masjid Gauhar Shad.

Berkat tawaran Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, Pendiri Hauzah Ilmiah Qom, beliau pergi ke Qom menjadi wakil Ayatolah Hairi Yazdi. Pasca meninggalnya Ayatullah Hairi Yazdi, beliau menerima tanggung jawab mengelola Hauzah Ilmiah Qom dengan dibantu Ayatullah Sayid Mohammad Taqi Khonsari dan Ayatullah Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, hingga Ayatullah al-Udzma Boroujerdi tiba di Qom tahun 1323 Hs. Beliau selama 8 tahun mempertahankan, membangun dan memperluas Hauzah Ilmiah Qom. Selama menjabat beliau memberikan pelayanan berharga tidak hanya ilmiah dan keagamaan, tapi juga sosial, seperti pembangunan pusat-pusat kesehatan.

Kuliah-kuliahnya begitu diminati oleh para pelajar agama dan berhasil mendidik banyak ulama potensial seperti Ayatullah Sayid Mohammad Baqir Soltani Thabathabai, Sayid Musa Shabiri Zanjani, Ali Mishkini, Mohammad Sadouqi, Imam Musa Sadr, Sayid Reza Sadr dan lain-lain. Beliau juga banyak meninggalkan karya ilmiah seperti catatan pinggir untuk Kifayah al-Ushul dan Khulashah al-Fushul.