Lintasan Sejarah 22 Desember 2016
Hari ini, Kamis tanggal 22 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Kabilah Bani Nadhir Diperangi kaum Muslimin
1434 tahun yang lalu, tanggal 22 Rabiul Awal tahun keempat Hijriah, kaum muslimin memerangi Bani Nadhir yang beragama Yahudi akibat aksi makar yang dilakukan kabilah tersebut untuk membunuh Rasulullah Saw.
Bani Nadhir adalah satu dari tiga kabilah Yahudi yang diam di sekitar kota Madinah. Ketika Rasulullah datang ke Madinah, ketiga kabilah itu menjalin traktat perjanjian dengan kaum muslimin, yang di antaranya berisikan kesediaan kabilah-kabilah Yahudi untuk tidak melakukan tindakan serangan terhadap kaum Muslimin.
Setelah Bani Nadhir terbukti melakukan upaya untuk membunuh Nabi, beliau memerintahkan Bani Nadhir agar meninggalkan kota Madinah. Akan tetapi, Bani Nadhir yang mendapatkan janji dukungan dari sejumlah orang munafik di Madinah, secara terang-terangan menolak perintah Rasulullah itu. Akibatnya, Rasulullah memerintahkan pasukan Muslimin untuk mengepung benteng pertahanan Bani Nadhir hingga mereka akhirnya terpaksa menyerah dan angkat kaki dari kawasan itu.
Muhyiddin al-Maghribi, Ahli Matematika Wafat
756 tahun yang lalu, tanggal 22 Rabiul Awal 682 HQ, Muhyiddin al-Maghribi, ahli matematika dan astronomi Andalusia wafat.
Ia mempelajari ilmu fiqih di tempat kelahirannya, namun dikarenakan kecintaannya akan matematika dan astronomi membuatnya memilih untuk memperdalam kedua ilmu ini.
Beberapa waktu Muhyiddin menjadi asisten Khajah Nasiruddin at-Thusi di observatorium Maragheh dan selama itu pula ia banyak mendapat pengalaman berharga. Ia memiliki sejumlah karya ilmiah seperti Syakl al-Qitha’ dan Tahrir Ushul al-Iqlidis.
Pembentukan Dewan Tinggi Membahas Ultimatum Rusia
105 tahun yang lalu, tanggal 2 Dey 1290 HS, dibentuk Dewan Tinggi Iran membahas ultimatum Rusia.
Pasca ultimatum pemerintah Rusia yang menuntut dikeluarkannya penasehat ekonomi asing dari Iran dan penolakan parlemen, militer Rusia menyerang kota Azerbaijan dan melakukan pembantaian massal. Setelah itu Rusia mengancam akan menyerang Tehran, ibukota Iran.
Menyikapi kondisi ini pada 2 Dey 1290 Hs dibentuklah Dewan Tinggi yang terdiri dari anggota parlemen, menteri, tokoh dan pejabat istana. Dewan ini kemudian membahas kondisi terbaru antara pemerintah Iran dan Rusia.
Dalam sidang yang dilakukan Dewan Tinggi, Wutsuq ad-Daulah, Menteri Luar Negeri mengritik sikap parlemen yang menolak ultimatum Rusia dan menuntut sikap yang lebih lunak menghadapi ancaman Rusia. Setelah pidato tersebut, diputuskan untuk membubarkan parlemen, tapi para anggota parlemen berusaha menentang sikap diktator Naser al-Molk, tapi tidak berhasil.
Sekalipun pemerintah Iran menerima ultimatum Rusia dan memberhentikan penasihat ekonomi Amerika dari Kementerian Keuangan Iran, tapi tetap saja Rusia tidak menghentikan serangannya. Setelah menduduki Tabriz pada 1 Dey, mereka menghukum mati Tsiqah al-Islam Tabrizi, ulama besar kota ini lalu menguasai pemerintahan Azerbaijan secara keseluruhan.
Protes Para Dosen Iran atas Intervensi Rezim Shah
38 tahun yang lalu, tanggal 2 Dey 1357 Hs, puluhan dosen dari pelbagai universitas Iran menguasai gedung Kementerian Sains dan Teknologi sebagai bentuk protes atas intervensi pasukan rezim Shah Pahlevi dalam urusan universitas dan menutup ruang-ruang kuliah.
Dalam aksi protes ini para dosen menuntut dibukanya kembali ruang-ruang kuliah dan menarik pasukan keamanan dari lokasi universitas. Protes ini berujung pada syahadah Nejatollahi pada tanggal 5 Dey yang membuat proses kemenangan Revolusi Islam di Iran semakin cepat.
Hari Ibu
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Dalam hadis masyhur disebutkan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret.