Lintasan Sejarah 23 Desember 2016
Hari ini, Jumat tanggal 23 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Sayidah Fathimah Maksumah Tiba di Kota Qom
1237 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Awal 201 HQ, Sayidah Fathimah Maksumah tiba di kota Qom.
Setahun pasca pengasingan Imam Ridha as ke kota Marv, Sayidah Fathimah Maksumah as, saudari Imam Ridha as bersama sejumlah saudaranya mulai melakukan perjalanan untuk menemui saudara mereka. Dalam perjalanan, rombongan tiba di kota Saveh, tapi di sana ada beberapa orang yang membenci Ahli Bait diperintah oleh pemerintah untuk menyertai mereka. Rombongan tidak bersedia diperlakukan demikian dan akhirnya terjadi perang antara kedua pihak. Banyak dari rombongan Sayidah Fathimah Maksumah as yang gugur syahid.
Sayidah Fathimah Maksumah as sedih dengan kejadian itu yang membuatnya jatuh sakit. Beliau merasa semakin tidak aman di kota Saveh dan berkata, “Bawa saya ke kota Qom! Karena saya mendengar dari ayahku berkata bahwa kota Qom merupakan pusat Syiah kami.”
Mendengar itu, rombongan yang masih tersisa membawa beliau ke kota Qom. Ketika para tokoh kota Qom mendengar berita kedatangan Sayidah Fathimah Maksumah as, mereka dengan segera menyambut kedatangan beliau. Tepat tanggal 23 Rabiul Awal 201 Hq, Sayidah Fathimah Maksumah bersama rombongan tiba di kota Qom. Beliau tinggal di kota Qom hanya 17 hari dan setelah itu meninggal dunia.
Johan III, Raja Swedia Lahir
479 tahun yang lalu, tanggal 23 Desember 1537, Johan III, Raja Swedia terlahir ke dunia.
Johan III meninggal dunia pada 27 November 1592. Ia adalah Raja Swedia dari tahun 1568 hingga meninggal dunia. Ia juga adalah penguasa Finlandia (dipanggil Hertig Johan) dari 1556–1563. Pada tahun 1581 ia juga menjabat sebagai Pemimpin Utama Finlandia.
Saudara Johan, Erik XIV menumpas pemberontakan yang dipimpinnya pada 1563 dan memenjarakan Johan. Setelah dibebaskan, Johan berhasil merebut kekuasaan dari Erik dan menjadi raja. Ia menyelesaikan Perang Tujuh Tahun Skandinavia pada tahun 1570 tanpa kehilangan banyak wilayah.
Sir Charles Lyell Lahir
219 tahun yang lalu, tanggal 23 Desember 1797, Sir Charles Lyell, seorang ahli geologi Inggris, terlahir ke dunia di Skotlandia.
Sejak kecil, Lyell telah tertarik kepada sejarah alam dan ketika ia masuk ke Exeter College, Oxford, pada tahun 1816, ia semakin serius mempelajari geologi. Lyell dianggap sebagai orang pertama yang meletakkan dasar-dasar ilmu geologi.
Pada tahun 1830, ia menulis jilid pertama dari bulu Principles of Geology dan pada tahun 1832, ia menulis jilid kedua dari buku tersebut. Buku ini mencapai sukses dan menjadi rujukan utama dalam bidang geologi.
Habibullah Dzulfunun Meninggal Dunia
69 tahun yang lalu, tanggal 3 Dey 1326 HS, Habibullah Dzulfunun meninggal dunia dalam usia 87 tahun dan dimakamkan di kota Rey di dekat makam suci Imam Zadeh Abdullah.
Habibullah Dzulfunun Tehrani Iraqi lahir pada tahun 1239 Hs di kota Soltan Abad, Iran. Selama 20 tahun ia belajar pelbagai ilmu secara otodidak. Setelah Dzulfunun pergi ke Najaf dan selama 10 tahun mempelajari bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman, khususnya tafsir al-Quran. Dzulfunun di Najaf belajar pada Mirza Habibullah Rashti, Muhammad Fadhil Syarabiyani, Mirza Hossein Mirza Khalil dan Sayid Murtadha Kasymiri.
Dzulfunun kembali ke Iran dan melewati hidupnya di Bushehr, Shiraz dan Isfahan. Ketika berada di Isfahan Dzulfunun belajar pada guru-guru besar seperti Mirza Jahangir Khan Ghashghani, Mirza Hassan Kermanshahi dan Akhond Mulla Fathali Araki. Setelah belajar dengan mereka, Dzulfunun pindah ke Tehran dan hidup di sana hingga akhir hidupnya.
Selama beberapa waktu Dzulfunun mengajar matematika di Dar al-Moallemin Markazi dan Sekolah Tinggi Sepahsalar, sekaligus menulis karya-karyanya seperti Harakat-e Ghamar (gerakan bulan) dan kumpulan puisi. Dzulfunun seorang ahli perbintangan dan membuat tanggalan berdasarkan ilmu perbintangan dan dicetak. Dzulfunun seorang pemikir dalam filsafat, fiqih, sastra, tafsir, matematika dan ilmu perbintangan. Tidak hanya menguasainya, tapi Dzulfunun juga mengajarkannya. Dzulfunun memiliki kemampuan membaca puisi dalam dua bahasa; Arab dan Persia.
Ayatullah Mirza Javad Agha Tehrani Meninggal
28 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Awal 1410 HQ, Ayatullah Mirza Javad Agha Tehrani, seorang ulama besar di Iran, meninggal dunia.
Ayatullah Mirza Javad Agha Tehrani dilahirkan pada tahun 1322 HQ di tengah keluarga relijius di kota Tehran dan kemudian pergi ke kota Qom untuk menuntut ilmu di hauzah ilmiah. Setelah itu, Mirza Javad Agha Tehrani melanjutkan pendidikan ke Najaf hingga mencapai derajat mujtahid.
Selain berilmu tinggi, Ayatullah Mirza Javad Agha Tehrani juga amat dikenal atas sikap zuhud dan takwanya. Beliau juga meninggalkan karya penulisan, di antaranya berjudul "Aine Zendegi" dan "Mizaanul Mathalib".