Des 26, 2016 08:49 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 26 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Hasan as Berdamai dengan Muawiyah

 

1397 tahun yang lalu, tanggal 26 Rabiul Awal 41 HQ, Imam Hasan as berdamai dengan Muawiyah.

 

Setelah syahadah Imam Ali as, pengikut Syiah di Kufah membaiat Imam Hasan as, anak Imam Ali as dan memilihnya sebagai khalifah, pengganti ayahnya. Imam Hasan as mengirim 12 ribu pasukan yang dipimpin oleh Qais bin Saad untuk memerangi Muawiyah dan beliau sendiri pergi ke kota Madain.

 

Sebelum terjadi perang terhembus isu kematian Qais bin Saad yang membuat pasukan Imam Hasan as tidak solid lagi. Sebagian pada waktu itu sampai berani menjarah bendera Imam Hasan dan yang lain menusuk paha beliau dengan pisau. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan Imam Hasan as dan melanjutkan perang tidak ada gunanya dengan pasukan yang rendah semangatnya.

 

Oleh karenanya, Imam Hasan as menulis surat kepada Muawiyah yang berujung pada perundingan. Pada tanggal 26 Rabiul Awal 41 Hijriah perundingan terjadi yang hasilnya Imam Hasan as harus mengundurkan diri dari kursi kekhalifahan dengan syarat, pasca pemerintahan Muawiyah, ia tidak berhak menunjuk anaknya sebagai penggantinya. Syarat lainnya adalah Muawiyah tidak menjelek-jelekkan Imam Ali as.

 

Sekalipun batin Imam Hasan as tidak menerima hasil perundingan itu, kondisi yang ada memaksanya menerima itu. Akhirnya setelah lewat lima setengah bulan dari pengunduran dirinya dari kursi kekhalifahan, Imam Hasan as dan keluarganya pergi ke Madinah.

 

Mao Zedong Terlahir ke Dunia

123 tahun yang lalu, tanggal 26 Desember 1893, pemimpin besar dan pendiri Partai Komunis Cina Mao Zadong terlahir ke dunia.

 

Pada tahun 1921, bersama rekan-rekan sepemikirannya Mao mendirikan Partai Komunis Cina. Dalam mengkampanyekan partainya, Mao mengedepankan nasib kaum agraris, dan karena itu dia cepat mendapatkan dukungan besar dari rakyat di wilayah pedesaan.

Dalam sejarah perjuangannya, Mao pernah menempuh perjalanan kaki bersama 100 ribu pasukan yang dipimpinnya dari wilayah Cina Selatan ke wilayah Cina Utara pada tahun 1934 demi menghindari konfrontasi dengan pasukan pemerintah. Dalam perjalanan berat yang berlangsung selama satu tahun itu, lebih dari 60 ribu jiwa melayang. Pasca PD II, kaum komunis pimpinan Mao berhasil mengalahkan kaum nasionalis pimpinan Chiang Kai-shek yang didukung oleh Barat, dan pada tahun 1949, Mao mendirikan Republik Rakyat Cina (RRC).

Selama sekian tahun berkuasa, Mao berhasil menciptakan pemerintah pusat yang tangguh di Cina. Meskipun sama-sama beraliran komunisme, pemikiran Mao banyak berbeda dengan paham Karl Marx dan Lenin. Karena itu, ajaran komunisme gaya pendiri RRC itu lebih dikenal dengan paham Maoisme. Mao Zedong meninggal pada tahun 1976.

 

Ayatullah Zanjani Meninggal

 

108 tahun yang lalu, tanggal 26 Rabiul Awal 1330 HQ, Ayatullah Abul Makarim Zanjani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia.

 

Ayatullah Zanjani dilahirkan tahun 1255 Hijriah di kota Zanjan, Iran dan menuntut ilmu-ilmu agama di hauzah ilmiah kota Najaf. Setelah mencapai derajat mujtahid, Ayatullah Zanjani kembali ke kampung halamannya dan menjadi marji atau ulama tempat rujukan kaum muslimin.

 

Selama masa Revolusi Konstitusional, Ayatullah Zanjani, sebagaimana para ulama pejuang lain di Iran, turut aktif memimpin rakyat dalam menentang pemerintah Iran saat itu yang despotik. Ayatullah Zanjani juga menulis berbagai buku, di antaranya berjudul Makharijur-Ridhwan dan Miftahuz-Zhafr.

 

Imam Khomeini Ucapkan Terima Kasih Atas Aksi Mogok Rakyat

 

38 tahun yang lalu, tanggal 6 Dey 1357 HS, Imam Khomeini ra mengucapkan terima kasih atas aksi mogok rakyat menentang rezim Shah Pahlevi.

 

Pasca aksi mogok besar-besaran para pekerja perusahaan minyak Iran dan terputusnya ekspor minyak, Imam Khomeini ra pada 6 Dey 1357 Hs mengeluarkan pesan dari Paris yang isinya mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh pemerintahan militer dan ilegal Azhari dalam membantai rakyat.

 

Pesan Imam ini juga mendukung aksi mogok rakyat dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang iktu dalam aksi ini.

 

Dalam pesannya ini, Imam Khomeini ra menyeru rakyat agar mendukung para pekerja perusahaan minyak dan meminta mereka untuk mencegah ekspor minyak ke rezim penjajah Israel. Menyusul dikeluarkannya pesan ini, para pekerja perusahaan minyak pada hari ini menghentikan segala ekspor minyak negara ini ke luar negeri dan hanya menyiapkan minyak dan bahan bakar sekadar kebutuhan dalam negeri.