Des 27, 2016 07:43 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 27 Desember 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Rabiul Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Mahyuddin Maghribi Meninggal

756 tahun yang lalu, tanggal 27 Rabiul Awal 682 HQ, Mahyuddin Maghribi, seorang ahli matematika dan atronomi asal Andalusia, meninggal dunia.

Mahyduddin Maghribi awalnya menuntut ilmu fiqih di tanah kelahirannya, namun kemudian lebih tertarik mendalami ilmu matematika dan astronomi.

Ia kemudian selama beberapa waktu menjadi asisten Nashiruddin Thusi di observatorium Maragheh, Iran. Selama periode itu, Mahyuddin Maghribi banyak menimba ilmu-ilmu di bidang astronomi. Mahyuddin Maghribi menulis berbagai buku, di antaranya berjudul "Prinsip-Prinsip Euclides di Bidang Bentuk dan Bangunan".

Johannes Kepler Terlahir ke Dunia

445 tahun yang lalu, tanggal 27 Desember 1571, astronomi dan matematikawan terkemuka Jerman Johannes Kepler terlahir ke dunia. 

Ia menekuni astronomi dan matematika sejak ia menjadi asisten seorang astronomi besar bernama Tycho Brahe. Setelah menggandrungi ilmu perbintangan dan tatasurya tersebut, namanya perlahan-lahan menjadi masyhur.

Kepler juga mengungkap gerakan planet Mars pada garis peredaraan yang berbentuk bulat panjang.  Ia pulalah yang menguak adanya gerakan planet yang dikemudian hari dikenal dengan nama 'UU Kepler'. Ilmuan ini meninggal dunia pada tahun 1630.

Louis Pasteur Lahir

194 tahun yang lalu, tanggal 27 Desember 1822 Masehi, Louis Pasteur, fisikawan dan kimiawan Perancis lahir.

Hanya dalam usia ke-27 tahun ia sudah berhasil menyandang gelar doktor di bidang kimia, dan sejak itu ia menjadi dosen ilmu kimia di Universitas Strasbourg, Paris. Pasteur berhasil menampilkan beberapa teori baru dan temuan-temuan besar menyangkut penyakit 'ulat sutera' dan penyakit-penyakit menular lainnya, terutama rabies. Temuan-temuannya di bidang pengobatan inveksi dan pembasmian virus telah banyak mengubah prinsip-prinsip medis dan teknik-teknik pengobatan sebelumnya.

Kebesaran nama Pasteur itu kemudian diabadikan pemerintah Perancis pada tahun 1888 dengan mendirikan Institut Pasteur. Institut ini sekarang menjadi salah satu pusat pengkajian terbesar di bidang kesehatan dan memiliki cabang di berbagai negara dunia.

Sayid Muhsin Hakim wafat

48 tahun yang lalu, tanggal 27 Rabiul Awal 1390 HQ, Ayatullah Sayid Muhsin Hakim, seorang faqih, cendikiawan, dan marji, meninggal dunia pada usia 84 tahun.

Ayatullah Sayid Muhsin Hakim sejak kecil sangat menyukai al-Quran dan menghafalnya. Kemudian dia belajar ilmu agama dari para guru fiqih terkenal saat itu. Dalam tempo waktu yang relatif singkat, beliau menunjukkan kecerdasannya dan mencapai tingkat ijtihad. Setelah itu beliau mulai mengajar, membantu, dan membimbing umat Islam dalam berbagai transformasi politik dan sosial.

Ayatullah Hakim pernah mengirim sebuah telegram kepada para pemimpin negara-negara Islam, beliau menyeru mereka untuk menepis perselisihan dan memikirkan kemaslahatan umat selepas perang Enam Hari antara Arab dan Rezim Zionis. Dalam pesan ini beliau menekankan pentingnya persatuan Islam untuk menentang Rezim Zionis.

Ayatullah Hakim merupakan tokoh Islam yang harus diperingati. Beliau juga meninggalkan berbagai karya penulisan diantaranya ialah Mustamsikal-‘Urwatul Wutsqa dalam 14 jilid, Haqaiq Ushul dan Nahjul Faqahah.

Ayatullah Hossein Ghaffari Gugur Syahid

42 tahun yang lalu, tanggal 7 Dey 1353 HS, Ayatullah Hossein Ghaffari, salah seorang ruhaniwan pejuang Iran gugur syahid di dalam penjara rezim Shah Pahlevi.

Ayatullah Ghaffari dikenal sebagai ulama yang berilmu tinggi dan penuh perhatian terhadap lingkungan masyarakatnya. Melihat kezaliman yang dilakukan oleh rezim penguasa saat itu, Ayatullah Ghaffari tidak tinggal diam.

Beliau menulis buku-buku dan menerbitkan majalah yang isinya menentang kekejaman rezim Shah. Selain itu, beliau juga aktif berpidato menyuarakan penentangannya atas depotisme penguasa. Akibatnya, beliau berkali-kali ditangkap dan dipenjarakan. Akhirnya, setelah mengalami penyiksaan dalam penjara, Ayatullah Ghaffari gugur syahid.

Gerakan Melawan Buta Huruf di Iran

37 tahun yang lalu, tanggal  7 Dey 1358 HS, Imam Khomeini, pemimpin besar Revolusi Islam Iran, mengeluarkan surat perintah mobilisasi umum untuk memberantas buta huruf dan pendirian gerakan pemberantasan buta huruf.

Dalam surat perintah tersebut,  Imam Khomeini menyatakan, "Sekarang tanpa membuang waktu dan tanpa kenal lelah, untuk berjuang melawan buta huruf secara serentak dan mobilisasi umum kita gerakkan agar Insya Allah dalam jangka waktu segera, semua orang telah mampu membaca dan menulis."

Hasil dari gerakan ini terlihat sangat bagus dan menurut data UNESCO, kini Iran sudah keluar dari daftar negara-negara buta huruf.