Lintasan Sejarah 1 Februari 2017
Hari ini, Rabu tanggal 1 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Syaikhul Islam Zanjani Meninggal
146 tahun yang lalu, tanggal 3 Jumadil Awal 1292 HQ, Ayatullah Mirza Abu Abdillah Syaikhul Islam Zanjani, ulama dan penyair terkenal, meninggal dunia.
Ulama besar ini lahir tahun 1224 di Zanjan, Iran. Pada usia muda, Mirza Zanjani pegi menuntut ilmu ke kota Isfahan yang saat itu merupakan salah satu pusat keilmuwan di Iran.
Setelah menuntut ilmu, Ayatullah Zanjani kembali ke kota kelahirannya dan di sana beliau mengajar ilmu-ilmu agama serta menulis buku. Karya-karya Ayatullah Mirza Zanjani di antaranya berjudul Hujjatul Abrar dan Hidayatul Muttaqin.
Perang La Roithiere
203 tahun yang lalu, tanggal 1 Februari 1814 Terjadi pertempuran berdarah yang terkenal dengan perang La Roithiere, perang ini berlansung di suatu tempat dengan nama yang sama.
Antara 160 ribu pasukan militer sekutu negara-negara Prusia, Austria, dan Swedia dengan 42 ribu tentara Perancis, di bawah panglima Napoleon. Dalam perang ini, lantaran tentara Perancis telah kehilangan semangat tak mampu menghadapi gempuran lawan yang berjumlah begitu besar. Akhirnya perang ini usai dengan kekalahan di pihak Napoleon Bonaparte.
Republik Arab Bersatu
59 tahun yang lalu, tanggal 1 Februari 1958, dibentuk Republik Arab Bersatu sebagai sebuah negara.
Republik ini merupakan gabungan antara Mesir dan Suriah, yang merupakan langkah pertama mewujudkan sebuah negara Pan-Arab. Pembentukannya berawal dari gagasan Gamal Abdul Nasir. Ia menjadi seorang pahlawan Arab setelah kemenangan politiknya dalam Krisis Suez 1956.
Presiden Nasir dan Presiden Syukri al-Quwatli menandatangani Perjanjian Kesatuan pada 22 Februari 1958. Nasir dilantik sebagai Presiden Republik Arab Bersatu. Kairo ditunjuk sebagai ibu kota republik ini.
Akibat perebutan kekuasaan di Suriah pada 1961 oleh kuasa militer, Suriah dikeluarkan dari Republik Arab Bersatu. Keluarnya Suriah menandai berakhirnya gabungan ini. Nama Republik Arab Bersatu masih ada hingga 1971. Setelah itu, nama tersebut dikembalikan menjadi Mesir.
Mirza Fazel Touni Wafat
56 tahun yang lalu, tanggal 13 Bahman 1339 HS, Mirza Mohammad Hossein Fazel Touni meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Tehran.
Mirza Fazel Touni seorang ulama besar yang lahir di kota Ferdows, Khorasan. Beliau menyelesaikan pendidikannya bersama ulama besar seperti Adib Neishabouri, sehingga mencapai tingkat keilmuwan yang tinggi. Fazel Touni menguasai pelbagai bidang keilmuwan seperti fiqih, ushul fiqih, filsafat, irfan, matematika, astronomi dan sastra Arab.
Beliau kemudian diangkat menjadi dosen di Fakultas Sastra Universitas Tehran. Fazel Touni mengajar sastra Arab dan filsafat klasik. Pada 1339 Hs, beliau pensiun dikarenakan usia yang sudah tua.
Fazel Touni meninggal sejumlah karya ilmiah seperti Filsafat Klasik, Teologi, Komentar atas Asfar Arba’ah.
Reaksi AS atas Pidato Imam Khomeini di Behesht Zahra
38 tahun yang lalu, tanggal 13 Bahman 1357 HS, Amerika mereaksi pidato Imam Khomeini ra di Behesht Zahra.
Pasca pidato Imam Khomeini ra tanggal 12 Bahman 1357 HS di Behesht Zahra yang berisikan sikap transparan beliau terkait kebijakan intervensif Amerika di Iran, Kementerian Luar Negeri Amerika sebagai pendukung utama rezim Zionis Israel menyebut pidato itu sangat anti Amerika.
Di sisi lain, rezim Zionis Israel menyatakan kekhawatirannya setelah Imam kembali ke Iran. Karena Israel mengetahui dengan benar bahwa Imam Khomeini ra dan rakyat revolusioner Iran sebagai penentang keras rezim penjajah al-Quds.
Kantor Berita Uni Soviet, Tass juga dalam reaksinya terkait kembalinya Imam Khomeini ra ke negaranya menyatakan bahwa kembalinya Ayatullah Imam Khomeini ke Iran akan membawa perjuangan di negara ini memasuki tahap paling menentukan.
Di sisi lain, di hari ini, rakyat yang ingin bertemu dengan Imam mulai menuju tempat tinggal Imam di madrasah Alavi, Tehran. Dalam pidatonya di hadapan rakyat, Imam Khomeini ra menyebut rezim Zionis Israel melanggar akal dan hak asasi manusia. Ditekankan juga oleh Imam bahwa setiap bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri.