Lintasan Sejarah 9 Februari 2017
Hari ini, Kamis tanggal 9 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ali Bin Isa Ramani Wafat
1056 tahun yang lalu, tanggal 11 Jumadil Awal 382 HQ, Ali Bin Isa Ramani, seorang ahli bahasa Arab terkenal meninggal dunia.
Isa Ramani juga menguasai sejumlah ilmu lainnya seperti fiqih, kalam, dan ulumul-quran. Di bidang gramatika Arab, ia berguru kepada Ibnu Siraj. Ramani kemudian dikenal sebagai pakar bahasa Arab, dan memiliki banyak murid. Salah satu karya beliau ialah I'jazul-quran.
Nashiruddin Thusi Lahir
1056 tahun yang lalu, tanggal 11 Jumadil Awal 382 HQ, Nashiruddin Thusi, seorang cendikiawan besar Iran, terlahir ke dunia.
Nashiruddin Thusi memiliki keilmuan yang tinggi di bidang filsafat, matematika, dan astronomi. Dia mendirikan pusat penelitian di bidang astronomi atau observatorium besar di Maraghe di barat laut Iran pada tahun 657 Hijriah. Observatorium yang didirikan Nashirudin Thusi sedemikian modernnya, sampai-sampai peralatan yang dimilikinya baru berhasil dimiliki oleh observatorium di Barat 300 tahun kemudian.
Di samping observatorium tersebut dibangun pula perpustakaan yang berisi lebih dari 4000 buku. Selama 16 tahun, Nashiruddin Thusi melakukan penelitian di observatoriumnya dan meninggalkan lebih dari 80 judul buku atau makalah, di antaranya berjudul Awshaful Ashraf.
Murad IV, Sultan Turki Wafat
377 tahun yang lalu, tanggal 9 Februari 1640, Murad Oglu Ahmed atau Murad IV meninggal dunia.
Murad IV lahir pada 16 Juni 1612. Ia adalah Sultan Turki Utsmani antara 10 September 1623 hingga 9 Februari 1640 dan terkenal karena perbaikan otoritas negara. Ia adalah anak dari Sultan Ahmed I dan Sultan Kosem yang berdarah Yunani.
Naik tahta melalui sebuah konspirasi pada tanggal 10 September 1623, ia menggantikan pamannya Mustafa I pada usia 11. Murad IV sendiri memerintahkan serbuan terhadap Mesopotamia dan terbukti menjadi panglima tertinggi handal. Selama gerakannya ke sana, ia meredam semua pemberontakan di Anatolia. Sebagai akibatnya, banyak nama tempat sekitar yang dinamai menurut namanya.
Ia mangkat pada usia 27 tahun akibat sirosis hepatis pada tahun 1640. Sebelum mangkat, ia memerintahkan hukuman mati terhadap adiknya Ibrahim, yang berarti akan memangkas garis keturunan Turki Usmani (Ibrahim sendiri adalah satu-satunya lelaki di keluarga kesultanan bila Murad IV meninggal), namun perintah itu tidak dilaksanakan.
Pemerintahan Militer Gagal Berkat Perintah Imam Khomeini ra
38 tahun yang lalu, tanggal 21 Bahman 1357 HS, pemerintah militer Iran gagal terbentuk berkat perintah Imam Khomeini ra.
Pada detik-detik terakhir dari umur rezim Shah Pahlevi, para jenderal rezim Shah memutuskan untuk memperpanjang masa darurat militer di Tehra guna mengontrol kondisi. Keputusan ini diambil dengan tujuan mencegah warga berkumpul dan bila memungkinkan mereka berusaha menangkap Imam Khomeini ra dan tokoh-tokoh pejuang berpengaruh di sekeliling beliau dan setelah itu membunuh mereka.
Tapi dengan kewaspadaannya, Imam Khomeini ra pada 21 Bahman 1357 HS, untuk tidak mempedulikan aturan yang diterapkan pemerintahan militer. Setelah mendapatkan informasi mengenai pesan Imam Khomeini ra, warga revolusioner Iran keluar dan turun ke jalan-jalan dan konflikpun terelakkan, bahkan semakin meluas hingga ke pusat-pusat konsentrasi militer rezim Pahlevi di Tehran di kota-kota lainnya. Di sisi lain, mayoritas militer yang diperintahkan menindak warga tidak bersedia melakukannya, bahkan banyak dari mereka yang bergabung dengan warga.
Ratifikasi Draf Pembubaran SAVAK
38 tahun yang lalu, tanggal 21 Bahman 1357 HS, draf pembubaran SAVAK berhasil diratifikasi.
Di hari-hari terakhir dari umur rezim Pahlevi, Shapour Bakhtiar masih tetap melakukan upaya terakhirnya untuk melanggengkan rezim dan pemerintahan ilegalnya. Pada 4 Bahman 1357 Hs, ia mengajukan draf ke Majlis Senat untuk pembubaran Dinas Intelijen Rezim Pahlevi (SAVAK) dan diadilinya para menteri yang melakuan korupsi yang mengisyaratkan pemerintah yang despotik.
Tujuan Bakhtiari mengajukan draf ini untuk mengurangi kemarahan dan membohongi rakyat terkait rezim Pahlevi, tapi rencana ini menemui jalan buntu. Draf ini akhirnya diratifikasi pada 21 Bahman 1357 Hs yang berujung pada pembubaran SAVAK di waktu-waktu terakhir umur rezim Pahlevi.
SAVAK yang merupakan lembaga paling menakutkan di Iran setelah beraktivitas selama 22 tahun. Selama itu pula ribuan orang dimasukkan ke dalam penjara di bawah siksaan dan yang lain diasingkan. SAVAK sangat berperan dalam menciptakan kondisi yang menakutkan di tengah masyarakat. Setiap ada aksi anti rezim Pahlevi, SAVAK dengan segera menumpasnya.