Lintasan Sejarah 11 Februari 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 11 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Fatimah Az-Zahra Syahid (Sebuah Riwayat)
1427 tahun yang lalu, tanggal 13 Jumadil Awal 11 HQ, berdasarkan sebagian riwayat Islam, pada hari ini, Fatimah az-Zahra as, putri Rasulullah Saw gugur syahid.
Fatimah az-Zahra dalam usianya yang pendek, telah melalui kehidupan yang penuh penderitaan, namun penuh dengan teladan dan pelajaran berharga bagi umat manusia. Pada usia kanak-kanak, ibu beliau, Khadijah meninggal dunia. Sejak itu pula, Fatimah az-Zahra mendampingi ayahnya dalam mendakwahkan Islam.
Fatimah az-Zahra merasakan dan menyaksikan berbagai gangguan dan permusuhan yang dilancarkan kaum kafir terhadap umat muslimin. Di bawah asuhan ayah beliau, Fatimah az-Zahra mencapai keilmuan dan ketakwaan yang sangat tinggi. Di antara kalimat teladan yang pernah diucapkan Fatimah az-Zahra as adalah sebagai berikut, "Ada tiga hal yang ku cintai di dunia, iaitu membaca Al Quran, memandang wajah Rasulullah, dan bersedekah di jalan Allah."
Mirza Irwani Lahir
160 tahun yang lalu, tanggal 13 Jumadil Awal 1278 HQ, Mirza Fadhl Ali Irwani, yang dikenal dengan julukan Shafa, seorang cendekiawan dan sastrawan terkemuka Iran, terlahir ke dunia.
Shafa menuntut ilmu di hauzah ilmiah Nafaj, Irak sampai mencapai derajat mujtahid. Pada masa Revolusi Konstitusional Iran, Shafa merupakan salah satu ulama yang aktif berjuang bersama rakyat, dan akibatnya, beliau dipenjarakan dan mengalami siksaan fisik. Selain mendalami bidang agama, Shafa juga menggeluti bidang sastra.
Karya-karya penulisan yang ditinggalkan Mirza Fadhl Ali Irwani atau Shafa di antaranya berjudul Hadaaiqul Arifin dan Misbahul Huda.
Teuku Umar, Pahlawan Nasional Meninggal
118 tahun yang lalu, tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar, pahlawan nasional Indonesia meninggal dunia.
Teuku Umar lahir di Meulaboh tahun 1854. Ia adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang berjuang dengan cara berpura-pura bekerjasama dengan Belanda. Ia melawan Belanda ketika telah mengumpulkan senjata dan uang yang cukup banyak.
Atas pengabdian dan perjuangan serta semangat juang rela berkorban melawan penjajah Belanda, Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Nama Teuku Umar juga diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di tanah air. Salah satu kapal perang TNI AL dinamakan KRI Teuku Umar (385). Selain itu Universitas Teuku Umar di Meulaboh diberi nama berdasarkan namanya.
Akhond Mulla Mohammad Hossein Fesharaki Wafat
82 tahun yang lalu, tanggal 23 Bahman 1313 HS, Akhond Mulla Mohammad Hossein bin Mohammad Jafar Fesharaki meninggal dunia dalam usia 85 tahun dan dimakamkan di kota Isfahan.
Akhond Mulla Mohammad Hossein Fesharaki lahir pada 1228 HS di kota Isfahan dan menyelesaikan dasar pendidikan agamanya di kota kelahirannya. Demi menyempurnakan pendidikannya, Akhond Fesharaki pergi ke kota Najaf al-Asyraf, Irak dan belajar kepada guru-guru besar seperti Habibollah Rashti, Sheikh Zainuddin Mazandarani dan Mirza Mohammad Hassan Shirazi.
Beliau dikenal dengan kezuhudan dan kesederhanaannya dan banyak mendidik ulama. Warga Isfahan menjadikannya sebagai rujukan dalam masalah keagamaannya hingga akhir hayatnya.
Imam Perintahkan Bentuk Komite Revolusi Islam Iran
38 tahun yang lalu, tanggal 23 Bahman 1357 HS, Imam Khomeini ra memerintahkan dibentuknya Komite Revolusi Islam Iran.
Setelah rezim Shah lengser dan kemenangan Revolusi Islam Iran, rakyat masih tetap terlibat kontak senjata untuk menghancurkan pertahanan terakhir sisa-sisa anasir rezim. Sementara sebagian rakyat bertanggung jawab melindungi pusat-pusat penting di kota-kota. Dalam kondisi yang semacam ini, dirasa ada kebutuhan penting dibentuknya sebuah organisasi yang bertugas melawan kaki tangan rezim Shah.
Dengan dasar ini, pada 23 Bahman 1357 HS, sehari setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah agar segera dibentuk Komite Revolusi Islam untuk mengontrol situasi serta menciptakan stabilitas dan keamanan. Sejak didirikan, lembaga ini serius mengatur dan melindungi Revolusi Islam, di samping menjaga jiwa, harta dan kehormatan rakyat. Imam Khomeini ra juga memerintah agar senjata yang ada di tangan rakyat harus dikumpulkan oleh lembaga ini.
Kewajiban paling penting Komite Revolusi Islam adalah menghadapi konspirasi asing, menangkap orang-orang dekat rezim Pahlevi, mencegah penyelundupan senjata, menyita harta rezim Pahlevi, menciptakan keamanan di kota, desa dan perbatasan, menjaga tempat-tempat penting dan menghadapi munafikin dan perusuh. Akhirnya pada tahun 1369 Hs, sesuai dengan maslahat lembaga ini digabungkan dengan lembaga-lembaga lain menjadi Kepolisian Republik Islam Iran.