Lintasan Sejarah 14 Februari 2017
Hari ini, Selasa tanggal 14 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 16 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ali Imad Ad-Daulah Ad-Dailaimi Wafat
1100 tahun yang lalu, tanggal 16 Jumadil Awal 338 HQ, Ali bin Buyeh yang dikenal dengan sebutan Imad ad-Daulah, pendiri Dinasti Alu Buyeh meninggal dunia.
Ali Imad ad-Daulah bersama dua adiknya Rokn ad-Din Hassan dan Moiz ad-Daulah Ahmad di awal kebangkitan mereka di kota Gilan dan Tabarestan membantu Makan Dailami dan setelah itu bergabung dengan Mardavich bin Ziyar.
Imad ad-Daulah kemudian diangkat Mardavich sebagai gubernur Karaj, tapi beberapa tahun kemudian mereka berselisih paham yang berujung pada perang di antara keduanya. Dengan meninggalnya Mardavich pada 323 HQ, Imad ad-Daulah menguasai Kerman dan perlahan-lahan menguasai Fars, Kerman dan daerah-daerah di sekitarnya. Hal i ni membuat pemerintahan Abbasiah terpaksa melepas seluruh daerah kekuasaannya di Iran. Tahun 329 HQ, Imad ad-Daulah berhasil mencapai daerah Tabarestan untuk menumpas penentangnya dan setelah itu menguasai Khouzestan.
Pada 337 HQ, Ali Imad ad-Daulah jatuh sakit dan segala urusan pemerintahan diserahkan kepada anak saudaranya dan setahun setelah itu ia meninggal dunia.
Warga Sasa Dibunuh Massal Kelompok Palmach
79 tahun yang lalu, tanggal 14 Februari tahun 1938, kelompok teroris Zionis bernama Palmach, menyerang desa Sa'sa' di kawasan Palestina pendudukan dan membantai massal penduduk desa itu.
Aksi teror yang berlangsung hingga keesokan harinya itu, menghancurkan 20 rumah warga dan menewaskan 60 orang, yang sebagian besar di antaranya perempuan dan anak-anak.
Kelompok Palmach adalah divisi pembunuh rahasia dari kelompok militan Zionis, Haganah. Ada tiga kelompok besar teroris Zionis, yaitu Haganah, Irgun, dan Stern Gang. Kelompok-kelompok ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Yitzhak Shamir, Menachem Begin and David Ben-Gurion, orang-orang yang kemudian malah dianggap pahlawan dan menjadi pejabat tinggi, seperti Perdana Menteri.
Kelompok-kelompok militan ini melancarkan aksi-aksi teroris terhadap rakyat sipil Palestina dengan harapan bisa menakuti-nakui mereka agar pergi meninggalkan rumah mereka sehingga bisa diambil alih oleh orang-orang Zionis. Kelompok Palmach, yang merupakan divisi pembunuh rahasia kelompok Haganah pimpinan Yitzhak Rabin, selain membunuh massal warga desa Sa'sa', juga tercatat pernah membunuh massal desa di Balad Al-Sheikh dan Lydda.
Wafatnya Sayid Ali Nasr, Bapak Teater Iran
55 tahun yang lalu, tanggal 26 Bahman 1340 HS (15 Februari 1962), Sayid Ali Nasr, bapak teater Iran meninggal dunia pada dalam usia 70 tahun dan dimakamkan di Tehran di komplek suci Imam Zadeh Abdullah.
Sayid Ali Nasr adalah anak Sayid Ahmad Nasr al-Atibba. Ia lahir di Tehran tahun 1270 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menguasai bahasa Perancis, Sayid Ali Nasr mulai mengajar bahasa Perancis dan matematika. Beberapa waktu setelah itu, ia diterima sebagai karyawan pemerintah. Ia sempat menjabat menteri pos dan telegrap, duta besar Iran di Cina dan Indoa serta wakil tetap Iran di PBB.
Di era Revolusi Konstitusi, Sayid Ali Nasr mulai memasuki dunia teater dan dengan segera ia membentuk lembaga teater nasional. Tidak tanggung-tanggung, untuk mengasah kemampuan teaternya, Sayid Ali Nasr pergi ke Eropa dan setelah kembali ia mengajar sejarah seni.
Sayid Ali Nasr banyak meninggalkan karya ilmiah seperti Syarh al-Asya' dalam enam jilid, Sejarah Iran dan Dunia, Sejarah Umum dan Sejarah Ringkas Iran.
Sepideh Kashani, Penyair Kontemporer Iran Wafat
24 tahun yang lalu, tanggal 26 Bahman 1371 HS, Azam Bakouchi yang lebih dikenal dengan Sepideh Kashani, penyair kontemporer Iran meninggal dunia dalam usia 56 tahun dan dimakamkan di Behesht Zahra.
Sepideh Kashani lahir pada 1315 HS di kota Kashan dari keluarga agamis. Ia pergi ke Tehran di usia 16 tahun dan kemudian memulai aktivitasnya di bidang sastra dan membaca puisi. Kumpulan puisi pertamanya berjudul Parvaneha-ye Shab yang dicetak pada 1352 HS.
Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, Sepideh Kashani memperluas kegiatan sastranya dan sangat dekat dengan media, terutama radio dan televisi Iran. Ia mulai membacakan syair-syair revolusi yang sering disiarkan saat Perang Pertahanan Suci.
Sejak tahun 1360 HS, ia menjadi anggota resmi Dewan Puisi Kementerian Budaya dan Bimbingan Islam. Selama beberapa waktu ia menjadi penanggung jawab halaman sastra majalah Zan Rouz dan anggota Departemen Pemikiran dan Budaya Islam Lembaga Dakwah Islam, begitu juga anggota Dewan Tinggi Puisi dan sastra Radio dan Televisi Iran.
Sokhan Ashna dan Hezar Daman Gol-e Sorkh merupakan dua kumpulan puisinya yang dicetak sepeninggalnya.