Lintasan Sejarah 15 Februari 2017
Hari ini, Rabu tanggal 15 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Tsa’lab, Ahli Nahwu Wafat
1147 tahun yang lalu, tanggal 17 Jumadil Awal 291 HQ, Abu al-Abbas Ahymad bin Yahya yang lebih dikenal dengan sebutan Tsa’lab meninggal dunia.
Tsa’lab merupakan ahli nahwu dan sastrawan Arab. Setelah menyelesaikan pendidikannya di masa itu, beliau serius menekuni sastra Arab. Bertahun-tahun mempelajari sastra Arab mengantarkannya sebagai ahli bahasa Arab. Beliau berhasil mendidik sejumlah murid seperti Akhfasy Ashgar, Mutharraz dan Ibnu al-Haik.
Beliau memiliki kekuatan hapalan yang luar biasa. Selama hidupnya, Tsa’lab berhasil menulis banyak karya seperti al-Fashih, I’rab al-Quran, Amali wa Alfazh.
Imam Muhammad Ghazali Lahir
988 tahun yang lalu, tanggal 17 Jumadil Awal 450 HQ, Imam Muhammad Ghazali, seorang filsuf muslim terkemuka, terlahir ke dunia di Iran.
Sejak masa mudanya, Imam Ghazali telah menuntut ilmu dari Abu Nashr Ismaily dan dalam waktu singkat ia berhasil menguasai berbagai ilmu yang berkembang di zamannya.
Pada usia 28 tahun, Imam Ghazali telah dianggap sebagai ahli fiqih terbesar pada zamannya. Beliau kemudian diundang untuk mengajar di sekolah Nizhamiyah, Baghdad. Pada tahun 488, Imam Ghazali meninggalkan pekerjaannya tersebut dan pergi menunaikan haji. Kemudian, beliau tinggal beberapa waktu di Baitul Maqdis dan di sana menyusun kitabnya yang terkenal, Ihyaa' Ulumuddin.
Setelah itu, Imam Ghazali kembali ke tanah airnya, Iran, dan mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan menulis berbagai kitab agama, di antaranya berjduul "Nasihatul Muluk" dan "Kimiyatus-Saadah".
Perang Perancis dan Inggris di Lautan India
235 tahun yang lalu, tanggal 15 Februari tahun 1782, dimulailah perang laut antara pasukan Inggris dan Perancis di pantai lautan India.
Perang yang berlangsung selama tujuh bulan ini adalah rangkaian perang yang terjadi di antara kedua negara imperialis dalam memperebutkan kawasan India sebagai daerah koloni.
Sebelum perang ini meletus, Perancis dan Inggris sebenarnya terikat "Perjanjian Paris" setelah keduanya terlibat perang lain selama 13 bulan di kota Madras, India. Dalam perjanjian itu, Perancis bersedia untuk melepaskan India dari incarannya sebagai wilayah koloni. Akan tetapi, ternyata perjanjian itu dilanggar oleh Perancis. Perang laut yang akhirnya dimenangi Perancis itu ternyata hanya berpengaruh di lautan, karena pada kenyataannya, Inggris tetap menjadi penjajah resmi India.
Wafatnya Faqih dan Filsuf, Ayatullah Sheikh Abdolhossein Rashti
63 tahun yang lalu, tanggal 27 Bahman 1332 HS, Ayatullah Sheikh Abdolhossein Rashti meninggal dunia dalam usia 79 tahun dan dimakamkan di pekuburan Wadi al-Salam, Najaf.
Ayatullah Sheikh Abdolhossein bin Isa Rashti lahir pada tahun 1253 Hs di kota Karbala. Semasa kecil ia mengikuti ayahnya ke kota Rasht dan mulai belajar agama tingkat dasar dan menengah di kota ini. Pada usia 20 tahun, Sheikh Abdolhossein Rashti pergi ke Tehran dan belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Mohammad Hassan Ashtiani dalam bidang fiqih dan ushul fiqih. Ia juga belajar filsafat dan teologi kepada Sheikh Ali Nouri, Sayid Shihab ad-Din Tabrizi Shirazi dan Mirza Abolhassan Jelveh. Bersamaan dengan usahanya menuntut ilmu, Ayatullah Abdolhossein Rashti juga mengajar bahasa Arab.
Setelah tinggal selama 10 tahun di Tehran, Ayatullah Abdolhossein Rashti pergi ke Najaf dan ikut kuliah para guru besar di sana seperti Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Sheikh al-Syariah Isfahani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi sehingga mencapai derajat ijtihad. Setelah itu beliau sendiri mengajar fiqih tingkat tinggi khusus bagi para calon mujtahid.
Ayatullah Abdolhossein Rashti meninggalkan banyak karya ilmiah seperti penjelasan Kifayah al-Ushul, catatan pinggir al-Asfar, catatan pinggir Jawahir al-Kalam dan al-Makasib.
Operasi Militer Wal Fajr 5 Dimulai
33 tahun yang lalu, tanggal 27 Bahman 1362 HS, operasi militer Wal Fajr 5 dimulai guna membebaskan kawasan Iran yang diduduki pasukan rezim Baath, Irak.
Operasi militer Wal Fajr 5 dimulai dengan sandi suci Ya Zahra di daerah operasi Changouleh yang menjadi pembatas antara Mehran dan Dehloran. Operasi ini bertujuan membebaskan dataran tinggi kawasan tersebut dan serangan balik atas agresi musuh ke daerah pemukiman penduduk.
Operasi militer Wal Fajr 5 dilakukan dalam dua tahap dan hasilnya adalah pembebasan sejumlah daerah perbatasan seluas 110 kilometer, penghancurkan pangkalan musuh dan mendapat pampasan perang seperti puluhan tank, panser, kendaraan lapis baja lainnya serta berhasil menewaskan dan melukai 3600 musuh dan menawan 170 lainnya.