Feb 17, 2017 05:57 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 17 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Alagh Beig Lahir

 

642 tahun yang lalu, tanggal 19 Jumadil Awal 796 HQ, Alagh Beig, ahli astronomi Iran, terlahir ke dunia.

 

Alagh Beig dibesarkan oleh kakeknya,  Raja Timur Gorgani dan kemudian dia diangkat sebagai raja di kawasan Bainan-Nahrain. Namun berbeda dengan kakeknya, Alagh Beig tidak tertarik pada perluasan kekuasaan dan lebih meminati dunia ilmu, terutama ilmu astronomi.

 

Pada tahun 824 Hijriah, dia mendirikan sekolah di kota Samarqand  di selatan Uzbekistan yang mengajarkan ilmu astronomi. Alagh Beig juga mendirikan observatorium di kota tersebut. Hasil penelitian Alagh Beig dalam bidang astronomi dituliskannya dalam buku berjudul "Zij-e Alagh Beig" atau Penghitungan Lintasan Bintang. Alagh Beig meninggal dunia tahun 853 Hijriah.

 

Perang Zaragoza  Berakhir

 

208 tahun yang lalu, tanggal 17 Februari 1809 perang Zaragoza yang meletus antara Perancis dan Spanyol akhirnya berakhir dengan kemenangan Perancis dan didudukinya kota Zaragoza yang terletak di timur Spanyol oleh tentara Perancis.

 

Perang ini dimulai tanggal 15 November 1808 dengan serangan tentara Napoleon ke kota Zaragoza dab mendapatkan perlawanan gigih dari rakyat kota itu.Perang ini menimbulkan korban yang sangat banyak.

 

Pada tahun 1812, setelah Napoleon mundur dari Rusia dan setelah persatuan negara-negara Eropa juga mengalami kekalahan, akhirnya Spanyol pun lepas terbebas dari pendudukan Perancis.

 

Johann Heinrich Pestalozzi Meninggal

 

190 tahun yang lalu, tanggal 17 Februari 1827, Johann Heinrich Pestalozzi, seorang ahli pendidikan terkemuka Swiss, meninggal dunia.

 

Pestalozzi adalah orang yang pertama membangun konsep pendidikan seperti training para guru dan inovasi dalam kurikulum seperti kelompok kerja, studi kerja, tingkatan nilai, kemampuan dalam kelompok, dan memberi kesempatan tiap individu untuk mengembangkan diri.

 

Pestalozzi mengabdikan hidupnya untuk memberi kesempatan kepada anak-anak miskin di Eropa untuk memperoleh pendidikan. Pestalozzi juga menulis buku dan artikel-artikel di surat kabar untuk menarik masyarakat agar memberikan perhatian kepada anak-anak miskin.

 

Ayatullah Syeikh Mohammad Qasim Ardubadi Lahir


164 tahun yang lalu, tanggal 19 Jumadil Awal 1274 HQ, Ayatullah Syeikh Mohammad Qasim Ardubadi, ulama dan sastrawan terkenal Iran, terlahir di Tabriz, sebelah barat laut Iran.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia pergi ke Najaf untuk belajar agama pada ulama-ulama terkenal.

 

Setelah berhasil meraih gelar mujtahid ia kembali ke kampong halamannya di Tabriz. Selain mengajar di sana, Ayatullah Ardubadi juga menulis sejumlah buku. Salah satu karya beliau adalah buku berjudul asy-Syahabul-Mubin fi A'jazul Quran. Beliau meninggal dunia pada tahun 1333 HQ.

 

Pembentukan Partai Jomhouri-e Eslami

 

38 tahun yang lalu, tanggal 29 Bahman 1357 HS, sepekan pasca kemenangan Revolusi Islam Iran dibentuklah partai Jomhouri-e Eslami.

 

Ide pembentukan partai ini berasal dari sejumlah tokoh politik, agama dan akademi Iran yang punya peran penting dalam kemenangan revolusi dan dekat dengan Imam Khomeini ra. Pasca pengumuman pembentukan partai, disebarkan formulir pendaftaran anggota yang disertai dengan AD/ART organisasi.

 

Menurut para petinggi partai, pada dua hari pertama pendaftaran lebih dari 80 ribu orang menyambangi kantor-kantor partai di seluruh negeri. Seratus hari pasca pendirian partai Jomhouri-e Eslami, Doktor Bahonar menjelaskan sikap partai terkait masalah politik, ideologi, ekonomi dan budaya. Pada waktu anggota partai telah mencapai dua juta orang.

 

Tujuan pembentukan partai Jomhouri-e Eslami adalah menciptakan kekompakan dan kerjasama lebih baik di antara masyarakat yang loyal dengan Revolusi Islam, melindungi pemerintahan Islam sesuai dengan UUD. Para penggagas dibentuknya partai ini pada awalnya adalah Syahid Beheshti, Sayid Ali Khamenei, Akbar Ali Rafsanjani, Sayid Abdolkareem Mousavi Ardebili dan Mohammad Javad Bahonar.

 

Mereka bersama warga Iran yang sepikiran mampu melakukan sejumlah pekerjaan besar seperti penyusunan UUD, pembentukan pilar-pilar pemerintahan Islam, mempertahankan prinsip Republik Islam dan menjelaskan pokok-pokok pemikiran Islam bagi pertumbuhan masyarakat Islam menghadapi pemikiran sosialis, liberal dan nasionalis.

 

Sejak saat itu pula, para tokoh dan kelompok yang bergantung pada pihak asing menentang partai Jomhouri-e Eslami dan pemimpinnnya, sehingga terjadi aksi-aksi teror yang menggugursyahidkan tokoh-tokohnya.