Feb 18, 2017 07:47 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 18 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhammad bin Hasan Hilli Lahir

 

756 tahun yang lalu, tanggal 20 Jumadil Awal 682 HQ, Muhammad bin Hasan Hilli, seorang ahli fiqih dan peneliti besar muslim, terlahir ke dunia di kota Hillah, Irak.

 

Muhammad bin Hasan Hilli yang dijuluki Fakhrul Muhaqiqin atau kebanggaan para peneliti ini adalah putra dari Allamah Hilli, cendekiawan Islam terkemuka pada zaman itu.

 

Pada usia muda, Fakhrul Muhaqiqin telah berhasil menguasai ilmu-ilmu tingkat tinggi sehingga mencapai derajat mujtahid. Selain terkenal atas ketinggian ilmunya, Fakhrul Muhaqiqin juga dikenal atas ketinggian akhlak dan ketakwaannya.

 

Beliau banyak meninggalkan karya penulisan di antaranya berjudul Syarh Mubadiul Ushul dan Tahsilun-Najah. Fakhrul Muhaqiqin meninggal dunia tahun 771 Hirjriah.

 

Ibnu Haj Meninggal

 

701 tahun yang lalu, tanggal 20 Jumadil Awal 737 HQ, Abu Adillah Muhammad bin Abdari Fasi, yang terkenal dengan nama Ibnu Haj, seorang ulama fiqih terkemuka, meninggal dunia.

 

Awalnya, Ibnu Haj menuntut ilmu dari ulama-ulama kota Fas di Maroko. Setelah itu, Ibnu Haj pergi  ke Kairo dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya.

 

Di Kairo, Ibnu Haj mengabdikan hidupnya untuk mengajar ilmu-ilmu agama dan menulis buku-buku, yang paling terkenal di antaranya berjudul "Al-Madkhal". Dalam buku ini, Ibnu Haj menulsi tentang masalah akhlak, fiqih, sosial, dan ekonomi.

 

Abdul Karim Rifi Kalah

 

91 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1926, perlawanan pejuang Maroko di bawah pimpinan Abdul Karim Rifi, melawan tentara Perancis dan Spanyol, mengalami kekalahan dan Abdul Karim Rifi dibuang ke Afrika Selatan.

 

Abdul Karim Rifi memulai perjuangan mengusir penjajah bersamaan dengan pendudukan Spanyol atas sebagian wilayah Maroko pada tahun 1912. Meskipun pasukan Spanyol semakin menambah kekuatannya dan melakukan pembunuhan massal terhadap warga Maroko, namun pasukan Abdul Karim Rifi berhasil meraih kemenangan besar tahun 1921 dan bahkan memproklamirkan kemerdekaan sebagian wilayah Maroko.

 

Sementara itu, sebagian lain dari wilayah Maroko berada di bawah penjajahan Perancis. Pada tahun 1924, Perancis melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Abdul Karim Rifi dan dua tahun kemudian meraih kemenangan. Perancis menjajah Maroko hingga tahun 1956.

 

Wafatnya Alim Mujahid, Ayatullah Mir Sayid Ali Ayat Najaf Abadi

 

74 tahun yang lalu, tanggal 30 Bahman 1321 HS, Ayatullah Najaf Abadi meninggal dunia dalam usia 74 tahun dan dikebumikan di Isfahan.

 

Alim mujahid Ayatullah Mir Sayid Ali Ayat Najaf Abadi lahir di kota Najaf Abad, Isfahan pada tahun 1247 Hs. Akibat sebuah kejadian, beliau baru mulai menunjukkan kecenderungannya pada agama setelah usia 20 tahun dan belajar di hauzah ilmiah Isfahan. Di sana beliau belajar kepada Sayid Mohammad Fesharaki, Sayid Abolhassan Jelveh dan Sayid Mahdi Nahvi. Setelah itu Ayatullah Najaf Abadi pergi ke Najaf, Irak.

 

Selama di Najaf, beliau belajar kepada guru-guru besar seperti Sayid Ismail Sadr, Mirza Muhammad Taqi Shirazi, Haj Agha Reza Hamedani, Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani dan Sayid Mohammad Kazem Yazdi. Dalam waktu singkat beliau telah mencapai derajat keilmuan yang tingg baik dalam fiqih, ushul, filsafat dan irfan.

 

Ayatullah Najaf Abadi akhirnya kembali ke Isfahan dan mulai mengajar di sana menjadi salah satu guru paling terkenal di hauzah ilmiah Isfahan di masa penumpasan pusat-pusat keagamaan oleh rezim Reza Khan. Beliau sangat memperhatikan kewajiban amar makruf dan nahi munkar dan berjuang melawan para penguasa zalim di daerahnya.

 

Ketika Iran diduduki oleh pasukan asing, Ayatullah Najaf Abadi berjuang melawan tentara Rusia. Saat beliau dipenjara di Konsulat Rusia di Isfahan, rumahnya dijarah oleh para perusuh yang dan antek-antek Rusia. Di masa itu, ketika pasukan Sekutu memasuki Iran terjadi musim kelaparan yang panjang. Menyaksikan kondisi yang sulit itu, beliau bersama Mir Sayid Hassan Char Soughi mengajak orang-orang yang mampu untuk membentuk yayasan sosial guna membantu orang-orang miskin. Yayasan sosial yang dibentuk ini sangat membantu masyarakat miskin dan mayoritas organisasi-organisasi sosial yang ada saat ini di Isfahan masih merupakan peninggalan yayasan sebelumnya.

 

Di samping aktivitas politik dan sosial, lingkaran kuliah Ayatullah Najaf Abadi berhasil mendidik murid-murid hebat seperti Ayatullah Abulqasem Rafee Mehrabadi, Sheikh Ahmad Fayyaz, Haydar Ali Salavati, Sayid Rouhullah Khatami, Sayid Ali Allamah Fani dan Sayid Morteza Pasandideh.