Lintasan Sejarah 19 Februari 2017
Hari ini, Ahad tanggal 19 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Isfand 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Kelahiran Ibnu Jazar, Tabib dan Filsuf
1118 tahun yang lalu, tanggal 21 Jumadil Awal 320 H, Abu Ja'far Ahmad bin Ibrahim bin Ibnu Khalid, yang masyhur dengan sebutan Ibnu Jazar, seorang tabib, filsuf dan pakar geografi muslim terkenal, lahir di Shivan, sebelah timur laut Iran.
Ibnu Jazar adalah seorang tabib yang mulia dan baik hati. Ia adalah penulis buku Tibbul Fuqara'. Selain itu, lebih dari 20 tajuk buku dinisbatkan kepadanya, seperti Raisalah Fi Abdalil-Adwaiyah dan Zabul-Musafir.
Abul Fatah Ali Matrazi Lahir
828 tahun yang lalu, tanggal 21 Jumadil Awal 610 HQ, Burhanuddin Abulfatah Ali Matrazi, ahli fiqih, sastrawan, dan ahli bahasa terkemuka abad ke-7 Hijriah, meninggal dunia.
Matrazi merupakan murid terkemuka dan pengganti dari Jarallah Zamakhshari, ulama tafsir dan hadis termasyhur zaman itu. Matrazi menulis berbagai buku, yang paling terkenal di antaranya berjudul "Al-Maghrib fi Lughatil Fiqh."
Nicolaus Copernicus Lahir
544 tahun yang lalu, tanggal 19 Februari 1473, Nicolaus Copernicus, seorang ahli astronomi dan matematikawan terkenal, terlahir ke dunia di Polandia.
Nicolaus Copernicus menuntut ilmu matematika dan hukum agama di Italia. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja di gereja Frauenburg. Di sela-sela pekerjaannya, Copernicus diam-diam melakukan penelitian di bidang astronomi.
Pada tahun 1530, Copernicus menyelesaikan penelitian yang dituangkan dalam bukunya De Revolutionibus.
Dalam buku itu, Copernicus menuliskan tesisnya yang revolusioner, yaitu bahwa bumi berotasi pada porosnya sekali sehari dan berevolusi mengelilingi matahari setahun sekali.
Pada saat itu, pemikir di dunia Barat mempercayai teori Ptolemiac bahwa bumi adalah massa yang tetap, tidak bergerak, dan berada di tengah semesta, sedangkan semua anggota tata surya lainnya, termasuk matahari dan bintang-bintang, berkeliling mengitari bumi. Copernicus meninggal tahun 1543.
Anggota Dewan Garda Konstitusi Pertama Diangkat
38 tahun yang lalu, tanggal 1 Isfand 1357 HS, Imam Khomeini ra, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menetapkan enam ahli fiqih yang menjadi anggota Dewan Garda Konstitusi pertama Iran.
Dewan Garda Konstitusi adalah sebuah lembaga yang bertugas memverifikasi segala hukum yang dikeluarkan oleh Parlemen Iran agar selalu sejalan dan sesuai dengan hukum syariah Islam. Tugas lain dari Dewan ini adalah mengawasi berlangsungnya berbagai pemilu dan referendum di Iran.
Dewan ini terdiri dari enam ahli fiqih (hukum agama) dan enam ahli di berbagai bidang hukum lainnya. Keenam ahli fiqih ditunjuk oleh Pemimpin Revolusi Islam Iran. Sedangkan enam ahli hukum lainnya direkomendasikan oleh Ketua Mahkamah Agung Iran, yang kemudian dipilih dan ditetapkan oleh anggota Parlemen.
Syahadah Hujjatul Islam wal Muslimin Fazlollah Mahallati
31 tahun yang lalu, tanggal 1 Isfand 1364 HS, Hujjatul Islam wal Muslimin Fazlollah Mahallati gugur syahid di kota Ahvaz dan dimakamkan di komplek makam suci Sayidah Maksumah di Qom.
Syahid Mahallati saat itu tengah bersama sejumlah komandan perang, pejabat negara dan anggota parlemen di pesawat komersil dari Tehran ke Ahvaz. Namun tiba-tiba pesawat mereka diserang oleh jet tempur Irak dan jatuh di dekat kota Ahvaz.
Hujjatul Islam wal Muslimin Syahid Mahallati lahir di kota Mahallat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaannya, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya bersama guru-guru besar seperti Ayatullah Mohammad Taqi Khansari, Allamah Thabathabai dan Imam Khomeini ra.
Syahid Mahallati memulai aktivitas perjuangan melawan rezim Shah dari tahun 1326 Hs dan setelah kudeta 28 Mordad 1332 HS, beliau kemudian diasingkan. Sejak dimulainya kebangkitan Islam di Iran, beliau semakin aktif melakukan perjuangan hingga kemenangan Revolusi Islam Iran.
Pasca kemenangan revolusi, beliau menjadi anggota parlemen periode pertama mewakili warga Mahallat dan Delijan dan sejak masa itu beliau menjadi wakil Imam Khomeini ra di Pasdaran.